08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kenapa Harus Yang Pahit?By: aryat | Artikel | 06 Juli 2010, 00:57:06 | Dibaca: 635 kali Apa rasanya kalau makanan favoritmu harus di stop! Gara-gara kamu mengidap suatu penyakit atau alergi, yang mengharuskanmu untuk menghentikan makan makanan kesukaamu tersebut. Pastinya, ga enak! Tapi apa boleh buat kalau mau sembuh, ya harus berhenti. Setidaknya kita haurs menggantinya dengan makan sayur-sayuran yang pahit-pahit untuk kesehatan tubuh kita. Sebenarnya, begitu juga dengan kebiasaaan karakter kita yang tidak baik harus kita STOP! Agar hal tersebut tidak menjadi suatu penyakit yang terus menggerogoti kerohanian kita. Mungkin dalam berdagang atau saat jadi sales marketing, kita sering membubuhi dengan kebohongan, supaya customer tertarik dan akhirnya transaksi terjadi. Namun setelah kita mengerti firman Tuhan, banyak kebiasaan karakter kita yang buruk harus dihilangkan. Mungkin memang berat karena stigma negative selama ini yang mempengaruhi kita, telah membentuk karakter kita. Namun, didalam Tuhan tidak ada yang mustahil untuk melakukan “perubahan yang radikal.” Setidaknya perubahan kecil, seperti habitat kita pun harus diperbaharui juga, dengan sering berkumpul dalam ‘persekutuan’ bareng dengan orang-orang gereja, dst. Kekristenan sebenarnya bukanlah penjara bagi pelaku baik, namun kekristenan adalah penjara bagi pelaku buruk untuk menghentikan kebiasaannya yang buruk menjadi orang-orang baru dengan kebiasaan yang menurut Alkitabiah. Walau pertama kali kita radikal dalam firman Tuhan seperti makan-makanan yang pahit-pahit, karena kerasnya teguran firman Tuhan, tetapi sadarilah bahwa hal itu demi kebaikan dan kesehatan rohani kita. Jadi makanan jasmani kita untuk kesehatan tubuh kita, dan makanan rohani kita untuk kesehatan rohani kita. Firman Tuhan memang kadang kala keras dan terasa pahit, tetapi itu semua untuk kebaikan kerohanian kita setelah sekian lama terkontaminasi dengan makan-makanan yang tidak sehat. [Kembali] By: Jonado Yonathans | 09 Juli 2010 | 14:31:42 setuju banget, jika kita ingin menjadi orang kristen yang murni, maka hal yang perlu kita lakukan adalah siap menerima yang pahit. Pembentukan karakter harus mengalami pemurnian yaitu melewati berbagai-bagai peristiwa yang cukup menyakitkan. namun jika semuanya itu dilewati dengan kesabaran, tentunya akan menghasilkan kemurnian iman, GBU. Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||