By: Pdt. Drs Ec. Theofilus Hendra Santosa | Konseling | 06 Juli 2010, 00:45:21 | Dibaca: 453 kali
Shalom. Saya T, usia 22 tahun. Saya sekarang pacaran dengan seorang cowok yang berbeda agama. Dalam 1 tahun 3 bulan pacaran dengannya, 2 bulan ini saya sempat melakukan hubungan intim, tapi tidak hamil. Apa yang harus saya lakukan? Sekarang saya tidak perawan. Apakah saya harus jujur kepada orangtua? Sementara, saya belum siap melakukannya. Apakah Tuhan Yesus mau mengampuni dosa saya? Terima kasih. (T, HP: 08779494XXXX)
Sdri. T. yang terkasih, Pengakuan dan pertanyaan Anda, membuktikan Roh Kudus bekerja dalam hati Anda. Tuhan mengasihi dan melepaskan dari jerat penangkap burung (Mazmur 91:3a).
Berikut nasihat-nasihat praktis.
1.Alkitab katakan: Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. (2 Kor. 6: 14). Keputusan awal berpacaran dengan orang yang tidak seiman, merupakan kesalahan besar. Saya kira, Roh Kudus telah mengingatkan berkali-kali, namun kurang dihiraukan. Akhirnya, pertahanan diri Anda sebagai gadis, jebol. Tentu membuat Anda tertekan (meskipun tidak/belum hamil). Perasaan diri kotor, cemar, dan berdosa menghantui Anda.
2.Anda harus bertobat dan berhenti dari dosa perzinaan itu. Anda tidak menjelaskan perkembangan hubungan Anda dengan pacar Anda. Apakah masih berlanjut ataukah sudah putus? Seharusnya, Anda tegas dan berani memutuskan hubungan (kecuali kalau ia benar-benar bertobat, bersedia menjadi anak Tuhan dan berhenti dari dosa). Bila benar-benar bertobat, Tuhan mengampuni dan memulihkan. (1 Yohanes 1:9).
3.Mengaku kepada orangtua, saya tidak gegabah memberi saran. Saya tidak tahu sifat dan nilai yang mereka pegang. Setelah poin dua dilakukan barulah cari kesempatan yang tepat untuk berbicara/mengaku kepada orangtua.
Kemerdekaan Finansial Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau ... Selengkapnya
Remaja & Pacaran Wajarkah jika remaja Anda mulai melirik lawan jenisnya? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Sebagian orangtua ... Selengkapnya
•
Mempersulit Tuhan? “Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan ... Selengkapnya
•
Jangan Terperdaya Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya (Ams. 12:5)
Seorang teman dengan penuh semangat ... Selengkapnya
•
Menghargai Kemampuan Diri Orang yang puas dengan dirinya akan menghargai kapasitasnya. Dia membangun motivasi internal untuk mendisiplin diri, ... Selengkapnya
Dapat Bonus Mukjizat Nama saya Ibu Lena (56). Saya sudah lama sakit Jantung. menurut dokter, jantung saya kurang ... Selengkapnya
•
Kiamat Pseudoscience Bacaan: Matius 24:37-44Masyarakat tidak perlu terpancing dengan isu kiamat 2012. Sebab, berdasarkan kajian ilmiah, isu ... Selengkapnya
•
Tetap Rendah Hati Bacaan: Mikha 6:1-8Bill Farmer, Dubes Australia untuk Indonesia ternyata memiliki prinsip hidup sederhana yang tidak ... Selengkapnya
•
Salah Jatuh Cinta Bacaan 1 Timotius 6:3-10Jatuh cinta memang menyenangkan. Tiap saat ingin bertemu dengan pujaan hatinya. Hal ... Selengkapnya
•
Jangan Lupakan Kaum Lemah Bacaan: Imamat 19:9-22Masih ingat cerita tentang Koin untuk Prita Mulyasari? Sejak mulai hingga proses pengumpulan, ... Selengkapnya
Musuh dalam Selimut Bacaan: Yosua 7:1-26Engkong atau kakek saya berasal dari daratan Cina yang datang ke Surabaya untuk ... Selengkapnya
•
Sumber Pengetahuan Sejati Bacaan: Kejadian 3:1-7Masih banyak masyarakat yang tidak tahu manfaat dan kegunaan tanaman obat keluarga (Toga) ... Selengkapnya
•
Cakap Membaca Zaman Bacaan: Markus 13:24-32Mulyono yang berprofesi sebagai nelayan memutuskan tidak melaut untuk sementara waktu. Ia memilih ... Selengkapnya
Menjadi Kesayangan Bapa Jakarta, BahanaPuisi merupakan curahan isi hati. Melalui puisi, Imelda Purnama merangkainya kembali menjadi lagu penyembahan. ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
>Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke:
5454 (Telkomsel),
7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN