08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Savitri Pardani Tranggono - Ma, Aku JatuhBy: Niken Maria S. | Kesaksian | 05 Juli 2010, 00:19:39 | Dibaca: 1871 kali Aku panik banget. Apalagi beberapa orang bilang, itu penyakit mematikan. Aku rasanya mau mati, nggak tahan lihat Nikos. Aku menjerit nangis sama Tuhan. Tolooong! Perjumpaan pribadi Savitri Pardani Tranggono (46) alias Sasya Tranggono dengan Tuhan, tak bisa membuatnya diam. Ia tak bisa menyimpan sukacita besar sendirian. Maka bila kita bertemu dengannya, tak usah menunggu lama. Ia akan segera bersaksi tentang kebaikan Tuhan. “Dahsyat..dahsyat deh Tuhan Yesus,” ucap wanita pelukis mengawali cerita kesembuhan yang dialami Nikos, lengkapnya Nicholas David Hilman, anaknya. Sasya tak bisa menahan kuasa Tuhan yang bekerja atasnya. Maka dengan sukacita tatkala ia diajak melayani Tuhan. Berdoa bagi orang sakit sampai peperangan rohani. Berdoa bagi satu kota atau orang-orang berpengaruh. ”Dulu nggak tau kalau mau nglayani yang berat-berat harus doa puasa sebelumnya. Nggak ada briefing. Saking semangatnya, hayooo…jalan. Padahal kita harus menyiapkan tubuh, jiwa dan lebih-lebih roh kita. Biar kita nggak diserang balik sama iblis,” kenang ibu kelahiran Jakarta 25 Desember 1963 tersenyum. AGUSTUS 2008, DAN SETERUSNYA Guillain Barre Syndrome secara umum disebabkan mekanisme immune/ proses respons antibody terhadap virus atau bakteri yang menimbulkan kerusakan syaraf hingga terjadi kelumpuhan. “Waktu denger itu aku panik banget. Apalagi beberapa orang bilang itu penyakit mematikan. Aku rasanya mau mati, nggak tahan lihat Nikos. Aku menjerit nangis sama Tuhan. Tolong!! Aku mohon pada-Mu, sembuhkan Nikos,” ujarnya. MuKjizat Datang Kedekatan Sasya dan Nikos sungguh unik. Hubungan ibu dan anak yang juga terikat pada kesamaan talenta. Pengembaraan batin, jiwa, ungkapan rasa dan impian yang tertuang pada kanvas. Beberapa kali mereka pameran bersama bertajuk My Son and I. Pameran kolaborasi yang mengundang kekaguman dan perhatian media dalam dan luar negeri. Nikos kelahiran Den Haag, 10 Desember 1994 adalah siswa Sekolah Pelita Harapan kelas 9 yang sebentar lagi naik ke kelas 10. Ia menerima beasiswa karena melukis itu. ”Makanya waktu dia sakit, wah… sedihnya…ya habisnya ke mana-mana bareng, sama-sama,” tutur wanita yang kerap beribadah di GBI Rock, Jakarta City Blessing yang saat ini bekerja di Ristra, perusahaan orangtuanya. Layanan medis dalam perawatan dan kesehatan kulit itu. Sasya, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan dr. Suharto Tranggono dan dr. Retno I.S Tranggono. Bakat dan ketertarikan Nikos pada lukisan tentu tak dapat dipisahkan dari Sasya yang setiap hari bersamanya. “Umur 2,5 tahun dia mengikuti semua yang aku lakukan. Termasuk melukis. Mulanya sih corat-coret tembok,” katanya. Nikos pernah pameran tunggal dalam talent show di Gereja JKI Injil Kerajaan, Semarang Di setiap sudut kehidupan Sasya bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Begitu pula dalam mendidik Nikos. Ia selalu mencoba membawa Nikos kepada lingkungan yang berbeda. Supaya mengenal beragam sisi-sisi kehidupan. Salah satunya mengunjungi rumah singgah bagi anak-anak kurang mampu. Nikos pun rela menyumbangkan hasil penjualan lukisannya untuk anak-anak penyandang cacat ganda. Sumber: Majalah Bahana, Juli 2010 [Kembali] By: nini | 07 Juli 2010 | 19:06:07 Kesaksian Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||