06 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
KoruptorBy: ray | Artikel | 03 Juli 2010, 09:04:26 | Dibaca: 464 kali Koruptor adalah kolektor rupiah kantor (plesetan). Pelaku korupsi adalah orang biasa, birokrat, aparat keamanan. Setidaknya ada dua faktor para koruptor berani korupsi, yaitu gaya hidup mewah dan aji mumpung. Kalau begitu, apakah korupsi itu? Menurut H. A. Brasz korupsi adalah penyalahgunaan secara tersembunyi terhadap wewenang dan kekuasaan. Maksudnya, teknik dan akibat korupsi ditutup-tutupi. Meski demikian, kekuasaan yang korup, jika berlangsung lama, lambat laun akibatnya pun akan terkuak juga. Dengan kata lain, orang yang membongkar korupsi adalah koruptor itu sendiri. Sementara “Hukum ke-5” dari “Ten Commandment” Noordin Sopiee, presiden Lembaga Studi Strategi Malaysia, adalah ringkus dan bunuhlah korupsi sebelum korupsi meringkus dan membunuhmu. Telah lama Salomo menyatakan, “Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN daripada banyak harta dengan disertai kecemasan” (Ams. 15:16). Sebenarnya, firman Tuhan telah membawa kita menjadi antikorupsi. Perhatikan beberapa kutipan dari firman Tuhan berikut ini: Daripada banyak harta tetapi cemas, lebih baik barangnya sedikit tetapi cara mendapatkannya disertai takut Tuhan (Ams. 15:16). Upah orang fasik membawa kepada dosa, sedangkan upah orang benar membawa kepada kehidupan (Ams. 10:16). Banyak orang menyimpang dari imannya dan menyiksa dirinya dengan berbagai duka karena memburu uang (1 Tim. 6:10). Dari semua ayat itu, dapat disimpulkan bahwa koruptor adalah orang fasik yang mempunyai banyak harta tetapi telah menyimpang dari imannya sehingga dirundung kecemasan, duka dan dosa. Semua akibat negatif itu telah menjerat para koruptor dan mencegah banyak orang agar tidak korupsi. Namun, orang benar adalah mereka yang barangnya sedikit tetapi hidupnya terus berkelimpahan karena takut akan Tuhan dan tidak cinta uang. Akibat positif inilah yang hendaknya membuat para koruptor bertobat dan membuat orang benar terus berbuat benar ketika hendak mencari kekayaan. Sumber: Renungan Siang, Juli 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||