By: Eko Endarto, RFA | Konseling | 02 Juli 2010, 14:05:29 | Dibaca: 726 kali
Pak Eko, saya berencana untuk membeli rumah sebagai salah satu kebutuhan kami keluarga baru. Lebih lagi karena saya baru saja dianugerahi seorang puteri. Namun saya tidak memiliki dana cukup untuk membeli rumah secara tunai. Apakah bijaksana bila saya membeli rumah dengan utang? Apa saja yang sebaiknya saya perhatikan? (Rahmad–Solo)
Halo Rahmad, selamat dengan kehadiran dan kepercayaan yang Tuhan sudah berikan kepada Anda. Semoga kehadiran putri tersebut melengkapi kebahagiaan keluarga Anda.
Saat ini memang memiliki harta bisa dilakukan dengan beragam cara. Salah satunya dengan utang. Kemudahan dan fasilitas yang ada saat ini memungkinkan kita untuk dapat melakukan itu. Saya masih teringat alangkah susahnya orangtua saya dahulu berhubungan dengan pihak bank karena jumlahnya yang sangat terbatas. Namun saat ini hal itu sudah tidak menjadi kendala lagi.
Saya sudah sangat sering mengatakan di media ini, kalau kita berhutang, sebaiknya memiliki alasan yang kuat. Pada dasarnya orang boleh berutang dengan alasan sebagai berikut :
1.Barang yang dibeli dibutuhkan atau saat yang mendesak. Bila Anda berutang untuk mendapatkan barang yang sedang sangat dibutuhkan atau saat mendesak tidak ada salahnya berutang. Misalnya saat tiba-tiba ada anggota keluarga sakit dan harus membutuhkan pertolongan segera, maka Anda harus berutang. Lakukan saja hal itu sepanjang bisa menyelesaikan masalah.
2.Mendapatkan barang yang produktif Anda bisa berutang bila digunakan untuk mendapatkan barang yang produktif, artinya barang tersebut adalah barang yang bisa memberikan hasil. Dengan demikian barang yang diperoleh secara utang tadi bisa membiayai sebagian atau seluruh beban bunga yang menjadi beban Anda. Misalnya membeli motor yang kemudian diberdayakan untuk kegiatan ojek. Hasil dari ojek bisa digunakan untuk mengurangi beban bunga yang harus dibayar.
3.Mendapatkan barang yang meningkat nilainya
Selain dua alasan di atas, Anda minimal boleh berutang untuk alasan ketiga yaitu mendapatkan barang yang meningkat nilainya. Walaupun barang atau aset ini tidak langsung memberikan hasil seperti barang yang kedua, namun alasan ketiga ini masih di izinkan karena kita akan mendapatkan peningkatan nilai atas barang yang telah kita miliki. Jadi tidak sia-sia barang ini kita miliki. Misalnya property seperti tanah, harganya selalu meningkat jadi tidak masalah membelinya.
Karena tujuan Anda adalah membeli rumah maka menurut saya bijak saja membelinya dengan berutang. Selain Anda butuh karena sudah harus memiliki tempat tinggal tetap, juga barang yang dibeli tadi meningkat nilainya.
Nah, kalau sudah begini apa yang harus diperhatikan dalam berutang?
1.Perhatikan keuangan. Angka ideal dalam berutang, cicilan tiap bulan yang harus menjadi beban Anda tidak boleh lebih besar dari 30% penghasilan. Kalaupun lebih, saran saya jangan lebih dari 35%.
2.Perhatikan tempat berutang Sebaiknya Anda juga tahu dengan pasti tempat berutang yang dipilih. Perbankan yang menjadi pilihan harus nyaman sebab Anda akan berhubungan dengan pihak pemberi utang untuk waktu yang cukup lama.
3.Perhatikan perjanjiannya Karena ini adalah perjanjian utang piutang, Anda sebaiknya memperhatikan dengan benar hak dan kewajiban yang akan dijalani. Jangan hanya menandatangai sesuatu yang Anda tidak mengerti dengan detil. Lakukan cross check dan minta pendapat banyak pihak tentang hal ini.
Semoga dengan panduan di atas Anda bisa mantap untuk mengambil utang. Namun pastinya, jangan lupa untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan karena semuanya berasal dan akan kembali kepada-Nya..
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)