08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mey Chan: Aku Sangat Tidak Takut MiskinBy: Ret/Okta | Inspirasi | 01 Juli 2010, 11:32:39 | Dibaca: 1482 kali “Kata orang karakter vokalku unik,” ujar Mey Chan. Karakter vokal Mey Chan sengau dan seperti anak kecil, itulah sebabnya Maia Estianty memilih Mey Chan sebagai teman duetnya. Awalnya Mey Chan tak sengaja ikut audisi Maia. Suatu hari di tahun 2007, ia melihat sebuah message di internet yang dikirim oleh salah seorang sepupu Maia. Isi pesannya, Ratu sedang mencari seorang penyanyi. Sontak Mey Chan yang punya cita-cita jadi penyanyi pun langsung merespon pesan tersebut. Ia mengirim demo lagu dan mengikuti tahapan audisi. Setelah melewati rangkaian audisi yang ketat, terpilihlah ia sebagai teman duet Maia. Karakter vokal Mey Chan memang tak jauh beda dengan mantan partner Maia sebelumnya, Pinkan Mambo dan Mulan Jameela. “Aku tahu, Bunda Maia senang dengan karakter vokal seperti itu,” kata pemilik nama lengkap Dita Anggraeni. Meski tahu karakter suara seperti apa yang disukai Maia, Mey Chan sama sekali tak menyangka dirinya bakal menjadi orang yang dipilih Maia sebagai teman duetnya. Bahkan ia merasa ngeri dipilih Maia. Bergabung di Duo Maia merupakan anugerah buat Mey Chan. Walau nama Mey Chan tak diikutsertakan dalam nama kelompok duetnya, Duo Maia, itu sama sekali tak menjadi persoalan. Ia juga tak menganggap dirinya dinomorduakan oleh Maia. “Selama ini Bunda pun nggak pernah menomorduakanku. Kami selalu solid.” Bagi Mey Chan, Duo Maia itu Mey Chan dan Maia, tak bisa dipisahkan. Kedekatan Mey Chan dengan Maia tidak sekadar rekan kerja. Mereka sudah seperti ibu dan anak. Mey Chan pun menyapa Maia dengan sebutan Bunda. “Bunda bilang ke orangtuaku kalau dia yang akan menjadi orangtuaku di Jakarta,” cerita cewek yang piawai bermain beberapa alat musik, seperti keyboard, gitar, dan juga drum ini. Keluarga Musisi Darah seni orangtua rupanya mengalir ke dalam diri Mey Chan. Untunglah orangtua Mey Chan yang juga memiliki hobi musik bisa memahami keinginan anaknya. Mereka mendukung Mey Chan untuk total terjun ke dunia musik. “Orangtuaku suka musik. Jadi ketika tahu anaknya menyukai musik melebihi orang normal, mereka tahu rasanya seperti apa.” Begitu menginjak kelas 2 SMP, Mey Chan punya grup band. “Waktu itu sih aku masih pegang alat, belum nyanyi,” ucap cewek kelahiran Malang, 14 Mei 1986. Bersama grup band-nya ia sering manggung sana sini. Sejak itu pula, ia tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. “Karena sering manggung, aku sudah nggak lagi menerima uang saku dari orangtua dan jadi terbiasa jauh dari orangtua,” kata anak kedua dari dua bersaudara ini. Suatu hari, saat Mey Chan duduk di bangku SMA, ia mendatangi sebuah klub. Ia melihat seorang penyanyi yang sedang menyanyi. “Di situlah muncul ketertarikan dalam diriku untuk menjadi seorang penyanyi. Aku punya obsesi untuk menyanyi di klub itu,” tutur pemain film XXL-Double Extra Large. Damai Sejahtera Padahal aku itu orangnya sangat balance tentang agama. Aku sangat menyayangi Tuhanku,” katanya tanpa bermaksud menyombongkan diri. Walau mengaku dekat dengan Tuhan, Mey Chan tak berani meminta hal duniawi kepada Tuhan. “Aku adalah seseorang yang nggak bisa minta sesuatu yang duniawi, seperti rejeki atau karier.” Biasanya yang Mey Chan minta sama Tuhan adalah perbaikan diri. “Aku minta kesabaran. Dan kalau ada yang jahat sama aku, aku minta Tuhan maafin dia. Karena dia nggak tahu yang dia perbuat,” ujar cewek yang mengaku tak pernah pasang tarif saat manggung untuk pelayanan. Uniknya lagi, di saat Mey Chan memiliki masalah, ia tak bisa curhat dengan Tuhan. Yang ada ia malah menangis karena merasakan damai sejahtera yang sudah Tuhan berikan. “Damai sejahtera yang kurasakan membuatku tak bisa berucap. Buatku itu lebih dari segalanya.” Damai sejahtera merupakan hal yang paling utama bagi Mey Chan. Asalkan damai sejahtera selalu hadir dalam dirinya, ia tak gentar menghadapi masa depan. Bahkan ia sama sekali tak takut bila suatu saat nanti menjadi miskin. “Aku sangat tidak takut miskin. Damai sejahtera nomor satu buatku. Kalau hal duniawi nomor seribulah,” ucapnya tegas. Bagi Mey Chan memulai dan menutup hari dengan baik disertai iman, bisa memberinya ketenangan dan kebahagiaan yang luar biasa.“Aku nggak mau cari yang lebih dari itu. Bagiku, keartisan, obsesi, rejeki, dan lainnya sudah diatur Tuhan,” kata jemaat GTI Balai Sarbini, Jakarta Selatan ini dengan tenang. Harus Punya Iman Untuk kegiatan doa, Mey Chan biasa melakukannya saat pagi dan malam hari. “Sebelum tidur, penting untuk berdoa. Karena saat aku sudah capek, aku menceritakan kegiatanku seharian sama Tuhan dan itu indah.” Bila aktivitas doa jarang dilakukan, Mey Chan merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan di dalam dirinya. “Rasanya tidak ada ketenangan, mudah temperamen. Jadi aku usahain kalau bisa menghidupkan Roh Kudus dalam diriku. Kalau sudah begitu, aku bisa ngerasain hidup yang super tenang.” Dengan menjaga keseimbangan rohani, Mey Chan tak gentar menghadapi kehidupan keartisan yang dikenal bebas. “Buatku nggak perlu membentengi diri. Kuncinya ya aku harus punya iman. Dengan iman nggak akan terseret meski melihat sesuatu yang gemerlap,” ungkap cewek yang mengaku tak pernah mengikuti gaya hidup selebritis yang akrab dengan kebebasan. Kelahiran: Malang, 14 Mei 1986 Sumber: Majalah Bahana, Juli 2010 [Kembali] By: linceria | 07 Juli 2010 | 08:54:39 aku sgt setuju kesaksian anda , FIRMAN TUHAN sadarlah dan berjaga2lah lawanmu si iblis,berjalan keliling sama seperti singa mengaum-aum dan mencari orang yg dpt ditelannya God Bless u By: ria | 10 Juli 2010 | 16:48:21 Puji Tuhan masih ada artis-artis yang selalu mendekatkan diri pada Tuhan, dan thanks bagt krn baru ini aku tahu kalau Mey chan itu adalah Kristen, senang bangat dengan apa yang dia sampaikan. God Bless By: Santoso | 08 Agustus 2010 | 04:27:34 buat Mey Chan pernyataan bahwa dia tidak takut miskin adalah buat kami karena dia masih muda dan belum berumah tangga, belum merasakan bgmn rasanya sehari makan nasi 1X besoknya ga bisa makan lagi,atau merasakan makan nasi aking. jadi maksud kami janganlah bikin pernyataan yang mengesankan anda ini sangat ' sombong rohani' ini bisa berbahaya sekali buat masa depan anda sendiri Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||