08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Perjalanan KemenanganBy: win | Kesaksian | 26 Juni 2010, 13:30:06 | Dibaca: 818 kali Mengalami kemenangan dari hari ke hari. Itulah kerinduan Tuhan atas setiap anak-anak-Nya. Melalui kesaksian ini, saya ingin menceritakan bagaimana Tuhan membawa saya mengalami kemenangan dalam hal pekerjaan dan penggenapan visi yang Dia berikan. Semoga dapat menjadi berkat! Semuanya bermula dari komunikasi yang saya jalin dengan pemimpin dan anggota komsel dari gereja tempat saya berjemaat selama kuliah. Sekitar bulan Mei 2008, saya lulus dan pergi ke Jakarta, tetapi saya tetap mengikuti apa yang sedang dilakukan rekan-rekan sepelayanan di gereja tersebut. Apalagi saat mendengar banyak di antara mereka mengalami berbagai terobosan dalam hidup, saya merasa rindu untuk mengalami hal yang sama. Saya ingat dengan visi pribadi yang Tuhan berikan di akhir kuliah, tepatnya dari Yesaya 42:6-7, yang berkata: “Aku ini, Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dalam rumah penjara.” Sejujurnya, waktu itu saya berpikir bahwa visi tersebut terlalu besar bagi saya, walau sebenarnya ada kerinduan untuk melayani anak-anak muda yang dalam kondisi “ekstrim” seperti anak jalanan, korban penyalahgunaan narkoba, anak-anak broken home, kaum homo atau lesbian, termasuk anak-anak tahanan. Singkat cerita, waktu terus bergulir dan seolah tidak ada jawaban. Sampai akhirnya saya mendapat informasi bahwa World Vision Indonesia (WVI), sebuah NGO (Non Governmental Organization) kristiani sedang membuka lowongan. Saya merasa dengan kuat bahwa Tuhan ingin saya masuk dan melayani di situ, namun karena orangtua saya melarang, saya pun mundur di wawancara awal. Orangtua lebih menginginkan saya menjadi PNS, bekerja di BUMN, atau perusahaan swasta. Alhasil, saya hanya bisa berseru kepada Tuhan memohon pertolongan dan campur tangan-Nya. Selama menjalani masa magang kerinduan untuk bergabung di pelayanan WVI tetap kuat. Tiga bulan kemudian, WVI membuka lowongan lagi dan saya berdoa agar Tuhan melembutkan hati orangtua saya sebagai tanda untuk saya melangkah dengan mantap. Puji Tuhan, orangtua saya yang sebelumnya menentang keras kini malah menyatakan setuju. Tanpa menunggu lama, saya segera mengajukan lamaran dan akhirnya diterima bekerja di bagian Program Monitoring & Evaluation (Monev) sejak September 2009. Proses pengujian akan ketaatan pun sempat saya alami, setidaknya dua kali. Pertama, penempatan di bagian Monev sebenarnya bukan pilihan saya. Awalnya saya memilih posisi Community Development (Comdev), dan Monev cenderung dihindari orang karena tugasnya lebih sulit. Kedua, ketika saya ditugaskan di Desa Sanggau, Kalbar. Padahal saya lebih suka penempatan di Sumba atau Kupang. Atasan saya memberi alasan bahwa saya orang yang tepat untuk posisi dan penempatan tersebut. Setelah semuanya terjadi, saya pun merenung dan coba mengingat semua yang telah saya alami. Ternyata, saya sedang dibawa Tuhan mengalami perjalanan kemenangan. Pertama, WVI adalah lahan yang Tuhan beri untuk menggenapi visi yang Dia berikan. Kedua, posisi Monev adalah promosi dari Tuhan. Dia sedang menunjukkan bahwa anak-Nya harus menjadi kepala dan bukan ekor. Ketiga, lokasi saya di Kalimantan ternyata merupakan jawaban doa yang senantiasa saya naikkan semasa masih terlibat di pelayanan komsel anak muda gereja. Waktu itu, ketika diadakan doa bersama untuk Indonesia, saya dipercaya memimpin doa untuk Pulau Kalimantan. Ternyata, Tuhan mencatat dan mengingat peristiwa itu. Peneguhan pun Tuhan berikan melalui nubuatan seorang hamba Tuhan, yakni bahwa saya akan diutus ke suatu daerah untuk melayani sesuai bidang studi kuliah saya. Semua yang saya alami bukan kebetulan, melainkan pekerjaan Tuhan. Oleh karena itu, saya mengajak sahabat ReMa untuk tetap taat dan setia dalam proses, dalam studi, pekerjaan, pelayanan, atau apa pun yang Tuhan percayakan. Bertanyalah dengan serius mengenai visi Tuhan dalam hidup kita, dengarlah apa kerinduan-Nya dan apa yang telah disediakan-Nya untuk kita. Saya rindu akan banyak jiwa yang dimenangkan di Desa Sanggau, karena saya percaya setiap tempat yang diinjak telapak kaki saya akan menjadi milik pusaka saya. Mari dukung dan doakan pelayanan di Desa Sanggau. Tuhan Yesus memberkati. Sumber: Renungan Malam, Juni 2010 [Kembali] By: rahel kimbal | 23 Juli 2010 | 08:53:07 saya memiliki banyak kesaksian hidup dan saya rindu bisa dibagikan kepada saudara-saudara seiman. bagaimana saya bisa mengirim testimoni saya (alamat dan caranya) terima kasih Tuhan Yesus Memberkati. salam Rahel Kimbal Malang By: Moderator Klo ingin ditanyangkan di situs ini eBahana.com, kirim aja ke info@ebahana.com. Tp, syaratnya: artikel tersebut belum pernah dimuat di mana pun dan tidak boleh dimuat lagi di mana pun. Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||