07 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Januar Riswandi (25) - Si Bola PingpongBy: Niken | Kesaksian | 22 Juni 2010, 09:22:24 | Dibaca: 1302 kali Kembali ke Jakarta teringat keputusanku mengikut Kristus. Saat itu usiaku 17 tahun. Aku masih sangat bocah, kelas 3 SD, tinggal terpisah dari orangtua. Bapakku menikah lagi ketika ibuku sedang mengalami goncangan jiwa. Lantas oleh bapak, aku dititipkan pada paman, begitu juga adikku, dititipkan pada paman lain lagi. Pamanku ogah berlama-lama ngurusi aku. Menurutnya bapak asal saja menitipkan anak. Tanpa ada pembicaraan yang jelas mengenai biaya dan segala kebutuhanku. Akupun dioper ke saudara yang lain beberapa kali. Hidupku seperti bola pingpong. Dilempar ke sana ke mari. Aku sangat terluka dengan sikap cuek beibeh bapak apalagi setelah mamah meninggal 1993. Menelan narkoba menjadi pelarianku. Dari Bandung aku ke Jakarta, 1999. Tema hidupku masih sama, numpang sana sini. Aku sangat kaget melihat tante Tini rajin pergi ke gereja, menjadi seorang Kristen yang sungguh-sungguh. Karena penasaran, aku bertanya alasannya menerima Yesus? Kepada teman gereja tante Tini, aku juga tak malu bertanya apa saja yang terlintas di pikiranku tentang kekristenan. Pil Setan Singkat cerita, beberapa bulan di Jakarta, aku menerima Yesus. Bibiku, tante Tini yang lebih dahulu menjadi orang percaya mengenalkanku pada sahabat sejati itu. Aku salah tebak, kupikir tante Tini menjadi Kristen karena pernikahan dengan om Edo. Namun ternyata karena perjumpaan pribadi dengan sang Juru Selamat. Sejak itu dari hari ke hari hatiku diliputi sukacita tiada tara. Ada kedamaian bersemayam pada jiwaku yang gelisah. Berdoa, memuji Tuhan dan beribadah bersama adalah hal-hal yang sangat menyenangkan. Supaya lebih mengenal Tuhan, aku tinggal bersama dengan beberapa pekerja gereja. Aku belajar Alkitab dan dibimbing oleh mereka. Namun sering berontak manakala mereka mendidik hidupku dengan keras. Menasihatiku ini itu. Padahal sejujurnya kutahu, mereka menyayangiku. Berharap hidupku berubah. Aku sering kabur, pergi sesuka hati tanpa pamit terus balik lagi. Sampai akhirnya aku benar-benar pergi meninggalkan Jakarta pulang ke Bandung lantas bekerja di Bali. Dan aku telah meninggalkan Yesus. Tahun lalu aku balik Jakarta. Situasi berubah. Beberapa orang telah dipanggil Tuhan, termasuk Tante Tini dan Om Edo yang pernah menampungku. Bertemu dengan teman-teman dan pembimbingku yang telah mengajarku. Mungkin sebagian ada yang menganggap sepi kedatanganku. Si anak yang labil, tak punya pendirian, susah dididik, semau gue, dll. Namun tak sedikit yang tetap bersikap baik, penuh perhatian dan tak kapok-kapok membimbing. Mentor Kalem Aku semakin mengenalnya ketika membantu menjemput sekolah kedua anaknya. “Januar, kamu harus punya ketetapan hati. Jangan terombang –ambing, jaga pergaulan,” harapnya. Tahu tentang kelemahanku, kak Catur menasihatiku, “Satu hal yang sangat penting dalam menjaga kehidupan, kita harus berada di komunitas yang positif.” Ya, aku sangat setuju. Siapa yang bisa menjaga hidup kita? Sungguh akan menjadi kesaksian luar biasa bila ‘Si bola pingpong’ itu berubah. Menjadi murid Tuhan Yesus yang sungguh-sungguh. Nggak nakal lagi… Sumber: Majalah Bahana, Juni 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||