08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menabur Kasih di Tanah Rencong - Pelayanan Masyarakat Pasca Bencana TsunamiBy: Gro | Inspirasi | 19 Juni 2010, 14:47:36 | Dibaca: 1015 kali Bencana Tsunami tahun 2004 memporak-porandakan Aceh. Banyak pihak yang kemudian terlibat memulihkan kondisi Aceh. Salah satunya Samuel Lukito (56). Ia memilih terjun langsung ke lokasi bencana. Tsunami membuat Aceh luluh lantak. Gedung serta rumah hancur, lahan pertanian rusak parah. Korban jiwa mencapai ratusan ribu orang. Masyarakat dunia terpana melihat fenomena alam yang sangat dahsyat. Bantuan sebagai wujud kepedulian pun mengalir. Tidak sedikit negara dan lembaga donor mengalokasikan tenaga dan dana untuk pemulihan Aceh. Samuel Lukito (56) warga Medan, Sumatra Utara, dan pemimpin lembaga donor untuk Aceh ini terpanggil terjun langsung ke lokasi bencana. Untuk memutuskan hijrah ke Aceh tahun 2005, tidaklah mudah. Ia harus bergumul selama setahun. Selain tidak didukung oleh istri, pertimbangan dana menjadi beban pikirannya. Akhirnya ia memantabkan niat menuju Aceh dan tinggal di Banda Aceh. Namun, daerah yang menjadi pusat pelayanannya lebih difokuskan di Aceh Besar dan Bireuen, dua daerah yang berhadapan langsung dengan pantai dan mengalami kerusakan paling berat. Bahasa Inggris “Dari pendidikan, saya merasa anak-anak Aceh cukup diberkati dengan bahasa Inggris yang kami ajarkan. Sekarang mereka sudah bisa berinteraksi dengan kami dengan menggunakan bahasa Inggis. Begitu juga kalau para pendonor datang, mereka bisa menyambut dengan menggunakan bahasa Inggris,” ujar Lukito. Setelah itu mereka menjangkau ibu-ibu dengan menyediakan satu mesin jahit untuk setiap orang. Kemudian dibentuklah kelompok yang terdiri dari 12 orang. Selain menjahit baju dan kerudung, mereka juga mencari order ke Banda Aceh dan daerah sekitarnya. Dengan penjualan per potong, mereka bisa mendapatkan keuntungan kurang lebih Rp.10 ribu. Hasil yang lumayan untuk membantu kebutuhan rumah tangga mereka. Bagi laki-laki, kepada mereka diajarkan untuk menanam cabe dan beternak kambing. “Semua modal untuk bibit cabe dan ternak dari kantong kami,” tandasnya. Masyarakat Mandiri Modal yang diberikannya pun sudah dapat dikembalikan. Dari pengembalian itu, dana kembali disalurkan ke daerah lain. Tidak hanya sampai disitu, Lukito mulai memiliki gagasan supaya masyarakat binaannya bisa mandiri. Mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk itu ia pun segera menyusun program baru. Warga desa ditawarinya konsep bagi hasil. Dengan konsep ini warga diyakini akan lebih cepat mandiri. Karena mereka sadar untuk memperoleh hasil yang besar harus dibarengi dengan kerja keras dari diri sendiri. Bagi Lukito konsep ini menguntungkan. Karena ia bisa menambah jangkauan pelayanannya. Modal yang sudah disalurkan, cepat kembali dan cepat pula disalurkan untuk daerah lain. Sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat Aceh yang dapat merasakan dampaknya. “Jadi sekarang kami terapkan dana bergulir. Kalau kami berikan Rp.10 juta, ya akan kembali juga Rp.10 juta dari masyarakat. Sehingga donor yang memberikan dana tahu bahwa bantuannya tidak habis percuma,” paparnya. Meski mendapat banyak kendala, Lukito tetap setia melayani masyarakat Aceh. Ia kini mendapati dirinya begitu mencintai masyarakat dan tanah Aceh. Apalagi kini ia mendapat sambutan baik. Apa resepnya? “Karena saya memberikan kasih yang tulus kepada mereka,” katanya haru dengan nada bergetar. Sumber: Majalah Bahana, Juni 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||