08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Cinta Agama Secara ButaBy: Andar Ismail, M.Th, Ph.D. | Vitamin | 16 Juni 2010, 15:51:15 | Dibaca: 1040 kali Hadirinnya sama, tempatnya sama, waktunya sama dan pengkhotbahnya sama. Namun hadirin yang sama itu mendadak berubah dari senang menjadi marah, bahkan mereka nyaris melempar pengkhotbah itu dari tebing. Mengapa? Karena pengkhotbah itu mengulas tentang kemajemukan masyarakat. Peristiwa itu terjadi ketika Yesus berkhotbah di Nazaret yang merupakan kampung halaman-Nya. Kisahnya tercatat dalam Lukas 4-16:30. Pada bagian pertama khotbah-Nya Yesus membacakan sebagian nubuat Yesaya 61. Kata Yesus, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Luk. 4:18-19) Siapa yang dimaksud dengan “orang-orang miskin, orang-orang tawanan, orang-orang buta dan orang-orang tertindas” itu? Mereka adalah umat Israel yang sedang dibuang ke Babel pada abad ke-6 s.M. Lalu Yesus menilai bahwa meskipun pembuangan itu sudah lama usai, namun umat-Nya masih berada dalam kondisi miskin, tertawan, buta, dan tertindas. Yesus berkesimpulan, “Pada hari ini genaplah nats itu sewaktu kamu mendengarnya” (ay. 21). Hadirin menganggukkan kepala. Mereka senang mendengar bahwa Allah bersimpati pada mereka. Mereka merasa makin yakin bahwa Allah berada di pihak bangsa dan agama mereka. Tertulis, “Dan semua orang itu membenarkan Dia…” (ay. 22a). Setelah itu Yesus memulai khotbah-Nya bagian kedua. Kata-Nya, “Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon” (ay. 25-26). Hadirin tersentak. Janda Sarfat itu bangsa kafir dan beragama kafir. Mengapa Allah tidak menolong orang kita melainkan orang kafir? Hadirin menjadi lebih marah ketika Yesus melanjutkan dengan kasus berikutnya. Kata Yesus, “Dan pada zaman Nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari Naaman, orang Siria itu” (ay.27). Keterangan Yesus itu membuat hadirin betul-betul tersinggung. Mengapa Allah tidak menyembuhkan orang Israel melainkan Naaman yaitu panglima tentara Siria yang kafir? Hadirin marah. Tertulis, “Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu” (ay.28). Mereka mengusir Yesus dan nyaris “melempar Dia dari tebing itu” (ay. 29). Umat di Nazaret itu senang mendengar bahwa Allah bersimpati pada mereka, namun jengkel ketika mendengar bahwa Allah bersimpati pada bangsa dan agama lain. Pemeluk agama mana pun cenderung beranggapan bahwa Allah ada di pihak mereka dan mengklaim Allah sebagai Allah mereka saja. Orang bersikap posesif dan merasa bahwa Allah adalah milik mereka. Mereka merasa bahwa agama mereka identik dengan Allah. Pola pikir itu merupakan chauvinisme religius, artinya cinta buta terhadap agama. Orang yang cinta buta terhadap negara disebut chauvinis. Demikian juga orang yang fanatik dan ekstrim dalam agama disebut chauvinis religius. Chauvinisme religius bisa terdapat pada pemeluk agama mana pun. Sikapnya adalah, “Allah merestui agamaku, bukan agamamu! Agamaku benar, agamamu salah! Agamaku berhak ada, agamamu tidak!” Umat di Nazaret juga berpikir chauvinis religius seperti itu. Lalu Yesus berkhotbah justru untuk menolong mereka keluar dari pikiran sempit dan kerdil itu. Penduduk Nazaret memang hanya terdiri dari satu bangsa dan agama. Tetapi bumi tidak selebar daun kelor. Tidak jauh dari situ ada desa dan wilayah bangsa lain yang beragama lain, seperti bangsa Abilena, Rafana, Rafia, Selusia dan Medeba. Kehidupan ini bersifat heterogen dan plural. Allah juga ada di bangsa lain dan agama lain. Maka Yesus menceritakan kasus janda bangsa Sarfat dan kasus panglima Siria. Khotbah Yesus di Nazaret merupakan pendidikan hidup majemuk dengan tujuan agar umat belajar keluar dari tempurung chauvinisme religius. Tetapi umat merasa lebih nyaman berada di bahwa tempurung. Oleh sebab itu mereka tersinggung lalu marah. Itulah susahnya pendidikan majemuk. Pengkhotbah yang memberi pendidikan hidup majemuk dimaki sebagai “teolog liberal” atau “teolog kelabu”. Tetapi itu masih lumayan ketimbang dilempar dari tebing seperti yang nyaris terjadi di Nazaret. Sumber: Majalah Bahana, Juni 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||