08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HIDUP TANPA SAMPAHBy: Imanuel Kristo | Vitamin | 15 Juni 2010, 16:02:26 | Dibaca: 1287 kali Di suatu siang di tengah terik matahari yang tampak tidak bersahabat, saya menikmati perjalanan menggunakan taksi. Panas di luar tampak begitu kuat sehingga badan saya tetap berkeringat, sekalipun pendingin kendaraan sudah dinyalakan. Ketika kami memasuki jalanan yang sedikit lenggang maka pengemudi taksi memacu laju kendaraannya sehingga berjalan lebih kencang dari sebelumnya. Namun secara tiba-tiba dari sebelah kiri jalan muncul sebuah mobil model city car yang dikemudikan seorang anak muda. Kemunculannya yang tiba-tiba itu membuat pengemudi taksi yang saya tumpangi harus menginjak pedal rem dalam-dalam dan menghasilkan denyit keras di aspal jalanan yang kami lalui. Dan taksi yang saya tumpangi berhenti tepat beberapa centimeter dari kendaraan anak muda tersebut. Secara tidak di duga anak muda itu membuka kaca jendela mobilnya......saya berfikir dia akan melambaikan tangan untuk minta maaf karena sikap sembrononya, namun ternyata perkiraan saya meleset.....dia berteriak keras-keras, memaki pengemudi taksi dengan tatapan yang tidak bersahabat dan tangan teracung sambil mengepal. Menyaksikan kejadian itu, saya jadi bingung.....bukankah dia yang salah, kok dia yang marah-marah.....Namun yang membuat saya kagum adalah, pengemudi taksi yang saya tumpangi tidak membalasnya dengan sikap yang sama: dia melambaikan tangannya sambil tersenyum ramah dan mempersilahkan anak muda beserta mobilnya itu untuk melintas lebih dahulu. Lalu dengan kalimat yang datar pengemudi taksi itu berkata: “Kasihan dia, mungkin lagi banyak masalah.” Pilihan sikap yang diambil pengemudi taksi yang bijak itu adalah sikap yang benar. Dalam kehidupan yang kita jalani ada begitu banyak pribadi yang selalu membawa sampah kehidupan. Seharusnya sampah itu dibuang itu kemanapun mereka pergi dan dalam setiap aktivitas yang mereka jalani. Sampah kehidupan yang mengambil bentuk: kemarahan, kekesalan, kekecewaan yang kemudian ditumpahkan kepada siapa saja yang mau menanggapi dan menerimanya. Jika kita dengan sengaja diposisikan sebagai penerima oleh mereka,.....jangan turuti, jangan biarkan dia membagi sampah itu. Kemarahan dan kekesalan yang sama lalu kita ungkapkan pada perilaku seperti itu hanya akan membuat sampah kehidupan yang seharusnya dibuang itu berpindah ke diri kita. Sikap-sikap kasar dan prilaku yang tidak simpatik, yang acapkali kita anggap sebagai perimbangan dan pembalasan adalah pintu masuk bagi sampah kehidupan itu untuk berpindah. Dan jika hal itu kita teruskan maka dapat dipastikan kita akan kehilangan kebahagiaan yang seharusnya dapat kita nikmati dan mengisinya dengan ketidakbahagiaan yang seharusnya kita hindari dan jauhi. Sikap bijak dengan senyum dan keramahan bukan hanya akan membuat sampah kehidupan itu kita tangkal tetapi sekaligus juga membuat diri kita tetap menjaga dan memelihara kebahagiaan yang menjadi bagian hidup kita. Oleh karena itu, perhatikanlah sekeliling kita, jika ada pribadi-pribadi yang karena keterbatasannya tetap membawa sampah kehidupan dan berusaha menumpahkannya – jangan pernah membalasnya dengan cara yang sama. Biarkanlah dia sedikit lega dengan cara yang dipilihnya, tapi jangan pernah biarkan kita ikut terbawa dengan membalasnya lewat tumpahan yang sama. Pengorbanan kita untuk membuat dirinya sedikit lega jangan pernah diikuti dengan keterbukaan kita untuk mengambil alih sampah kehidupan itu dengan memindahkannya masuk dalam kehidupan kita. Tularkanlah semua yang baik, yang berguna dan yang bermakna – dan sampah kehidupan bukanlah pilihannya. Jalanilah hidup tanpa harus membawa sampah kehidupan, sehingga banyak orang merasa nyaman saat berada dekat kita. Sumber: Majalah Bahana, Juni 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||