06 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
BLAME GAMEBy: Prof. Roy Sembel | Vitamin | 12 Juni 2010, 14:12:48 | Dibaca: 1274 kali ”Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yohanes 8:7b). Bukan saya yang salah, tetapi dia!” Demikian kalimat yang sering kita dengar saat anak-anak dimarahi orangtuanya, atau murid ditegur gurunya. Menyalahkan orang lain untuk membuat diri kita seolah menjadi terlihat lebih baik tampaknya sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Bukan hanya anak-anak yang melakukan itu. Orang dewasa pun demikian. Hebohnya kasus Bank Century, makelar kasus pajak, kerusuhan di Tanjung Priok dan Batam, penuh dengan intrik saling menyalahkan. Banyak pihak saling menyalahkan saat tingkat kelulusan UAN menurun. Bahkan oleh beberapa rekan diskusi saya di internet, ilmu ekonomi pun dijadikan kambing hitam dari banyak persoalan yang dihadapi manusia saat ini. Di luar negeri, demonstran kaus merah menyalahkan pemerintah Thailand dan demikian juga sebaliknya. Di AS, saat artikel ini ditulis sedang ramai kasus Goldman Sachs dengan banyak pihak saling menyalahkan. Pendeknya Blame Game! Permainan saling menyalahkan sudah ada sejak awal sejarah umat manusia. Adam menyalahkan Hawa yang menawarinya buah terlarang. Hawa menyalahkan si ular yang menipu Hawa. Kain menyalahkan Habel atas persembahan Kain yang tidak diterima Tuhan. Lebih parah lagi, orang sering mencari-cari kesalahan atau bahkan sengaja menjebak orang lain agar melakukan kesalahan. Orang Farisi sengaja membawa ke hadapan Tuhan Yesus seorang perempuan yang tertangkap basah berzinah. Tujuannya untuk menjebak Tuhan Yesus dengan pertanyaan jebakan. Bila Tuhan menyetujui agar si perempuan dirajam sesuai hukum Musa, maka ajaran kasih-Nya akan menjadi mentah. Bila tidak mengakui dan mengikuti hukum Musa, maka rasa hormat orang banyak terhadap Tuhan Yesus akan hilang. Tentu saja Tuhan kita tidak bisa dijebak. Tuhan justru menggunakan momen tersebut untuk memberi pelajaran yang luar biasa kepada kita semua. Tuhan Yesus menganjurkan kita untuk memeriksa diri kita sendiri sebelum menyalahkan orang lain. “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yohanes 8:7b). Orang Farisi yang tinggi hati dan merasa suci pun sadar bahwa mereka penuh dosa. Berbeda dengan manusia yang suka bermain Blame Game, Tuhan justru memberikan teladan kasih, mengampuni, dan berkorban. Ia menyediakan diri-Nya menjadi korban ganti kita atas segala dosa dan kesalahan kita. “...Tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian ...” (Yesaya 53: 6b-7a) Melalui pengorbanan dan Kasih Tuhan, kita semua diampuni dan mendapat hak untuk beroleh hidup kekal. Mari kita tinggalkan hobi Blame Game dan ikuti teladan Tuhan untuk saling mengasihi, mengampuni, dan berkorban. Salam WISDOM!
Sumber: Majalah Bahana, Juni 2010 [Kembali] By: sofie wianta lbn.gaol | 08 Juli 2010 | 15:11:57 Renungan di atas..sangat menghentakku..TQ Jesus sudah mengingatkankku untuk koreksi diri dan tidak menghakimi orang lain..Tuhan kita memang dahsyat..Praise the Lord Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||