Novel Matindas: "Bergantung pada pemahaman tentang kebenaran yang diyakini"
By: Robby/Zega/Ret | Inspirasi | 11 Juni 2010, 16:19:25 | Dibaca: 988 kali
Iman yang kokoh menyebabkan jemaat mampu melakukan panggilannya. Kehidupannya yang beriman dapat membawa dampak bagi masyarakat di sekitarnya.
Novel Matindas (30), sarjana Sains Teologi dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (2006) menyebut barometer dampak iman jemaat kepada lingkungan, bisa berupa menurunnya angka kejahatan dan meningkatnya perbuatan baik.
Berikut petikan wawancara dengan peraih Master of Theology dari Protestantse Theologische Universiteit di Belanda (2008):
Apa yang dimaksud dengan iman? Bagaimana mengokohkan iman tersebut? Dalam kekristenan, iman dimengerti sebagai keyakinan seseorang terhadap Tuhan. Keyakinan inilah yang menjadi dasar tindakan dan cara berpikir seseorang terhadap realitas yang ada.
Kalau berbicara soal kokoh atau tidaknya iman, tak lepas dari pribadi orang yang memiliki iman itu. Sebagai contoh: apabila orang itu menganggap yang sebelumnya diyakini benar kemudian ternyata tidak benar, bisa jadi ia tidak lagi “beriman” pada kebenaran yang sebelumnya. Artinya, iman seseorang sangat bergantung pada pemahamannya tentang kebenaran itu sendiri.
Bagaimana iman bisa berfluktuasi? Bagaimana iman bisa kuat dan bisa luntur? Ada ungkapan yang sangat terkenal dari seorang teolog, namanya Santo Anselmus dari Canterbury: “fides quaerens intellectum,” yang artinya “iman mencari pengetahuan”. Ungkapan ini tidak terlepas dari ungkapan lainnya: “credo ut intellegam” yang artinya “aku percaya supaya aku mengerti”. Iman harus mengalami proses pertumbuhan. Ibarat manusia yang bertumbuh, iman pun bertumbuh menuju kedewasaan.
Jika iman tidak lagi bertumbuh, ia pasti akan luntur. Untuk itulah orang beriman tidak boleh berhenti mencari pengetahuan (tentang kebenaran tersebut). Kebenaran yang saya maksud tentu kebenaran di dalam Yesus Kristus (Yoh. 14: 6; 18:37). Hanya dengan terus-menerus mencari kebenaran di dalam Yesus Kristuslah, iman kita bisa bertumbuh dan dikuatkan.
Bagaimana pertobatan bisa terjadi? Pertobatan atau metanoia (Yunani) terjadi ketika seseorang mendapatkan keyakinan baru terhadap sebuah kebenaran yang berbeda atau bertolak belakang dengan keyakinan sebelumnya. Sebagai contoh, seorang ilmuwan sebelumnya yakin bahwa Matahari yang bergerak mengelilingi bumi. Namun kemudian, setelah proses pembelajaran atau penelitian, akhirnya ia tahu bahwa yang bergerak berkeliling adalah bumi, bukan Matahari. Karena itu ia meyakini kebenaran yang baru itu. Itulah pertobatan.
Dalam “bahasa agama”, pertobatan selalu dikaitkan dengan perpindahan dari satu keyakinan ke keyakinan lain. Dalam bahasa kekristenan, pertobatan diasosiakan dengan “dilahirkan kembali” (Yoh. 3:3). Misalnya seseorang yang sebelumnya tidak percaya Tuhan kemudian menjadi percaya.
Mengapa orang yang bertobat menjadi menyala-nyala menyatakan pertobatannya dan aktif bersaksi atau menginjil? Saya pikir perlu dibuat penelitian tentang itu. Tapi, kalau dilihat dari fenomena yang sering terjadi, saya bisa katakan mungkin ini gejala euphoria: sebuah bentuk ekspresi kegembiraan karena menemukan kebenaran baru. Sebagai ilustrasi terhadap hal ini saya ingin mengutip kisah tentang Archimedes. Pada saat itu ia sedang berendam di bak mandi sambil memikirkan bagaimana kesesuaian massa benda yang dimasukkan ke dalam air dan volume air yang tumpah. Ketika ia berhasil menemukan jawabannya, ia spontan berteriak eureka! eureka! dan lari ke luar sambil telanjang. Ia tidak mempedulikan keadaan dirinya yang masih telanjang. Bisa dikatakan ia “menyala-nyala” dalam menyatakan hal tersebut karena ia begitu gembira.
Perlukah deklarasi iman kepada komunitas atau lingkungan di sekitar kita? Penulis surat Yakobus menyatakan, “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (lih. Yak. 2: 17, 22). Maka iman harus dinyatakan lewat perbuatan agar iman itu hidup.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)