08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pdt. Charles Simamora, S.Th.,MA. - Fokus Lurus, Pelayanan TulusBy: Manati I. Zega | Inspirasi | 08 Juni 2010, 15:39:07 | Dibaca: 1057 kali Pendeta juga manusia. Sebagai manusia, pasti punya keinginan-keinginan tertentu. Menyadari hal itu, Pdt. Charles Simamora, S.Th., MA. (60) dan istri, Pdt. Intan Br. Sitepu, BA. (60) selalu mengingatkan diri betapa berbahayanya keinginan manusiawi. “Jangan sampai terjebak pada keinginan-keinginan yang tidak memuliakan Tuhan,” kata Pdt. Intan. “Kami melayani dengan fokus yang lurus,” imbuhnya. Saya mengawali panggilan pelayanan dengan menempuh pendidikan di Sekolah Alkitab Purbasari, Pematang Siantar, Sumatera Utara. Oleh anugerah Tuhan, tahun 1970 saya menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut. Pada tahun yang sama, ditahbiskan sebagai pendeta. Setelah ditahbis, saya menggembalakan di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Padang Bulan Ujung, Medan. Berarti, tahun 2010 ini saya sudah melayani pekerjaan-Nya full-time selama empat puluh tahun. Bila menengok ke belakang, saya hanya bisa bersyukur, semua anugerah-Nya. SENJATA AMPUH Sejenak, kesannya perjalanan pelayanan mulus-mulus saja. Namun, sebenarnya tidaklah demikian. Banyak tantangan yang harus dilalui. Pergumulan hidup tiada henti, terkadang enggan meninggalkan perjalanan iman kami. Sebagai contoh, ketika membeli gedung gereja di Kedung cowek. Sesungguhnya, kami tak punya modal yang cukup. Kami hanya punya tujuh juta rupiah. Sementara yang dibutuhkan di atas jumlah tersebut. Lalu, langkah apa yang saya lakukan? Langkah awal adalah memulai bersama Tuhan. Doa adalah senjata yang paling ampuh. Kami terus bergumul sungguh-sungguh di hadapan- Nya. Oleh perkenan-Nya, gedung tersebut berhasil dibeli. BERSAHABAT DENGAN LINGKUNGAN Menyatu dengan lingkungan sangatlah penting. Bila lingkungan tidak mendukung, eksistensi gereja bisa terancam. Sejak awal kami menyadari hal ini. Karena itu, kami membuka diri terhadap lingkungan. Demikian sebaliknya. Lingkungan juga terbuka, tanpa mencurigai keberadaan gereja. Mereka tahu betul bahwa kami hanyalah melayani. Persahabatan dengan lingkungan ini berbuah manis. Ketika gedung gereja pertama yang dikisahkan di atas kurang kondusif, kami meminta kepada Tuhan gedung yang baru. Harapannya agar jemaat nyaman beribadah. Oleh anugerah-Nya, kami diberi tempat yang baru, tak jauh dari gereja pertama. Jaraknya kurang lebih 200 meter saja. Tuhan kembali berkarya. Pada 27 September 2002, jemaat berhasil membeli tanah seluas 601,12 meter di Jalan Gading II/12-16, Surabaya. Kami bergumul dalam doa dan puasa. Masih segar diingatan saya, bersama hamba-hamba Tuhan dari Bojonegoro kami berdoa dan berpuasa. Tiga hari tiga malam lamanya. Waktu itu, panitia hanya memiliki tujuh juta rupiah saat memulai pembangunan. Lagi-lagi oleh pimpinan Tuhan, GPdI Cornelius diresmikan pada 7 Juli 2007. Kalau ditanya, bagaimana hal ini dapat terjadi? Ya, semua karena anugerah-Nya. Hal yang indah, ketika gedung kedua ini dibangun, tidak ada penolakan dari lingkungan. Walau banyak non-Kristen, namun mereka ikut membangun bersama kami. Tidak ada usaha menghalang-halangi pembangunan itu. Lingkungan sangat mendukung pelayanan yang kami lakukan. Maka, saya berpendapat menyatu dengan lingkungan itulah kunci dukungan terhadap eksistensi gereja. Tidak bermaksud membandingkan atau meremehkan gereja di tempat lain. Bukankah banyak gereja yang keberadaannya ditolak warga? Mengapa terjadi demikian? Sekadar mengingatkan, jangan-jangan kita kurang bersahabat dengan lingkungan. Jangan-jangan warga jemaat mengabaikan lingkungan tempatnya berbakti. Oleh anugerah Tuhan, kami mengalami dukungan lingkungan yang luar biasa. Mereka ikut bergotong royong bersama. MENGHASILKAN HAMBA TUHAN Terkadang kanan-kiri kami mendengar rekan-rekan hamba Tuhan bersaksi. Umumnya mereka menyaksikan berkat Tuhan dalam pelayanan mereka. Mereka berkata dapat ini dan itu. Hal-hal material mereka dapatkan dalam pelayanan. Kami sih tidak iri. Masing-masing hamba Tuhan punya berkat tersendiri. Akan tetapi, kami memuji Tuhan karena dapat melihat gereja ini telah menghasilkan hamba-hamba Tuhan. Ada orang berkata pabrik sepatu harus menghasilkan sepatu. Gereja pun kiranya demikian. Gereja harus menghasilkan hamba Tuhan. Kami belajar melakukan itu. Kalau kami dapat berkat, kami tidak gunakan untuk mengumpulkan harta. Semua kami kembalikan untuk kemajuan pekerjaan Tuhan. Uang yang kami peroleh dari pelayanan, kami kembalikan untuk pelayanan pula. Bukan untuk kepentingan diri, apalagi bersenang-senang. TEKANAN PENGAJARAN Tidak secara kebetulan, gedung GPdI Cornelius yang baru diresmikan pada 7 Juli 2007. Bahkan kalau ditarik ke belakang sedikit, mulai membangun gereja ini dengan modal tujuh juta. Kami tidak merekayasa semua itu, namun nyatanya demikian. Memang kita belum sempurna, namun kita harus berusaha menuju kesempurnaan itu. Alkitab katakan, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Matius 5:48). Untuk alasan inilah, saya selalu mengkhotbahkan tujuh hal tersebut. Harapannya, jemaat diingatkan untuk berusaha sempurna seperti yang Tuhan kehendaki. Kiranya, bukan hanya kerinduan saya, namun menjadi kerinduan kita bersama, termasuk Anda. Sumber: Majalah Bahana, Juni 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||