08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kenakanlah KesabaranBy: Pdt. Paulus Lie, M.Min | Vitamin | 05 Juni 2010, 09:04:17 | Dibaca: 1511 kali Kesabaran adalah salah satu ciri orang Kristen yang hidupnya sudah dibarui oleh Kristus. Memang, untuk bersabar dengan kekuatan diri sendiri sukar dilakukan. Namun, kedalaman hubungan kita dengan Kristuslah yang memungkinkannya. Apabila kita berbicara tentang mengenakan kesabaran, yang dimaksudkan bukan sekadar “baju”, bukan pula suatu pilihan. Istilah mengenakan berhubungan erat dengan masalah identitas. Ya, identitas seorang yang percaya. Salah satu identitas orang pilihan Allah adalah mengenakan kesabaran. Identitas, tentu tidak mungkin dinilai oleh diri sendiri. Pastinya, identitas itu dinilai oleh orang lain. Kalau diri sendiri yang menilai, nilainya pasti bagus. Namun, bila orang lain yang melakukannya, pasti akan memberi penilaian yang fair. Artinya, menilai apa adanya. Kalau begitu, bila orang Kristen telah mengenakan kesabaran sebagai identitas, cirinya adalah sabar terhadap orang lain. Istilah sabar terhadap orang lain ini dalam bahasa Inggris memakai istilah longsuffering. Longsuffering berarti tahan menderita (dalam waktu yang lama). Berdasarkan Kolose 3:12-17, ada beberapa hal yang akan kita perhatikan bersama. Semoga menjadi bahan perenungan yang menumbuhkan iman kita. TIGA HAL TENTANG KESABARAN Pertama, sabar adalah mengampuni perbuatan buruk orang jahat, sama seperti Tuhan yang telah mengampuni kita. Seperti Tuhan yang telah memberi pengampunan kepada kita demikian hendaknya kita mengampuni orang lain. Pertanyaannya, mungkinkah mengampuni orang lain dengan kekuatan sendiri? Jujur, sangat tidak mungkin. Namun, bila kita hidup di dalam Tuhan, Tuhanlah yang memampukan kita. Kalau demikian, berarti kesabaran bukanlah hasil diri. Kesabaran terjadi karena proses bersama Tuhan. Akibatnya, orang yang sabar itu kasihnya melampaui emosi. “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan” (Kolose 3:14). Semakin jelaslah bagi kita, dasar utama untuk bersabar adalah kasih. Hal ini sama dengan yang Kristus lakukan. Kasih-Nya yang besar, itulah yang membuat-Nya mengampuni segala dosa dan kesalahan manusia. Kedua, sabar itu terletak pada hubungan kita dengan Kristus. Mari memerhatikan Kolose 3:15. “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.” Berdasarkan ayat ini, dapat dikatakan seberapa besar kesabaran seseorang, tergantung pada kedalaman hubungannya dengan Kristus. Semakin baik hubungan seseorang dengan Kristus, semakin sabarlah Dia. Saudara, apabila Kolose 3:15 ini mewarnai kehidupan kita, maka sesuatu yang luar biasa akan terjadi. Dampaknya adalah “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” (ay. 16). Ketiga, sabar menderita VS pergumulan/masalah. Seorang hamba Tuhan, seorang anak Tuhan, dituntut tahan menderita. Saat kegagalan datang, ia memiliki sikap iman yang benar. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (ay. 23). Akhirnya, marilah mengenakan kesabaran dalam hidup sehari-hari. Kiranya kita sabar menghadapi kenyataan hidup yang sukar sekalipun. Tuhan menolong kita. *) Bahan ini diadaptasi Manati I. Zega dari khotbahnya di CV. Andi Offset Yogyakarta beberapa bulan lalu.
Sumber: Majalah Bahana, Juni 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||