08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Membangun Keluarga Tanpa KekerasanBy: Julianto Simanjuntak dan Roswitha Ndraha | Tips | 01 Juni 2010, 15:47:40 | Dibaca: 1926 kali Dunia tempat anak-anak kita tumbuh dewasa ini sangat dekat dengan kekerasan, bahkan di rumah sekalipun. Mungkin orangtua tidak menyadari. Namun bentuk pengabaian anak sejak lahir sebenarnya merupakan kekerasan terhadap anak. Jika itu berlangsung terus dapat menjadi predisposisi bagi sang anak untuk melakukan hal yang sama kepada orang lain. Jenis Kekerasan menghargai dan membeda-bedakan anak, dsb. Kekerasan fisik lebih mudah ditandai dengan luka memar dan sebagainya. Tidak demikian dengan kekerasan psikis. Pengaruhnya tidak jelas terlihat oleh mata, tapi dampak yang diakibatkannya sangat lama dan jauh lebih panjang. Penanganannya membutuhkan konseling oleh psikolog dan konselor, bahkan kadangkala psikiater. Beberapa contoh kekerasan psikis yang kami dengar di ruang konseling Pelikan antara lain: ketika anak membutuhkan pelukan dan penghiburan dari orangtua tetapi mereka tidak mendapatkannya. Ketika anak menangis malah ia dibentak dan dipaksa diam. Bahkan sampai ada orangtua yang tega mengurung anaknya di kamar mandi. Beberapa dari mereka dianiaya sambil mendengar caci maki dari orangtua mereka. Tidak jarang kekerasan itu mereka alami lewat melihat sang Ayah melakukan kekerasan pada Ibu kandung mereka. Ini dapat membuat mereka hidup seperti di bawah bayang-bayang teror, yang sangat menakutkan. Tentulah ini akan mempengaruhi sikap batin dan perilaku mereka di masa dewasa kelak. Akibat Kekerasan Orang dewasa yang diabaikan ketika kecil atau mengalami kekerasan psikis dan orang-orang yang berarti dalam hidupnya, cenderung mengalami masa-masa sulit bersama pasangan dan anak-anaknya sendiri. Dia akan sulit memberikan kasih sayang karena dia sendiri tidak memiliki “stok kasih” dalam dirinya. Bahkan mungkin saja ia akan melakukan kekerasan yang sama pada orang di sekelilingnya. Kekerasan psikis yang dilakukan ayah atau ibu terhadap anak yang berbeda jenis kelamin dengannya (misalnya ayah terhadap anak perempuan atau ibu terhadap anak laki-laki), khususnya ketika anak kecil, dapat mengaburkan peran kelaki-lakian atau kewanitaan dalam diri anak-anaknya. Setelah remaja, anak pria bisa membenci ibunya dan menyukai teman sejenis. Demikian pula remaja putri. Di sisi lain, jika kekerasan itu dilakukan ayah terhadap anak prianya atau ibu kepada putrinya, remaja pria itu dapat demikian membenci ayahnya, atau anak perempuan sangat tidak menyukai ibunya. Kebingungan ini dapat membuat anak pria jadi keperempuanan dan sebaliknya. Perasaan yang bertentangan dengan norma sosial dan agama yang dihadapi para remaja ini kian menyuburkan ketidaknyamanan dalam dirinya. Bahayanya adalah jika disalurkan secara negatif seperti yang terjadi dalam bentuk kekerasan yang dilakukan anak-anak (misalnya tawuran, bullying, dan sebagainya), seks bebas, atau penggunaan obat-obatan terlarang. Jalan Pemulihan Jika ada masalah serius akibat kekerasan yang pernah kita lakukan kepada anak ada beberapa hal yang kita harus lakukan: pertama, meminta maaf kepada anak. Kedua, memulihkan hati anak dengan menjadi orangtua yang lebih baik bagi mereka. Ketiga, membangun dan memperkuat hubungan dengan pasangan. Keempat, jika ada dampak serius yang tak tertangani, carilah bantuan konselor profesional. Jalan pemulihan ini bisa dibaca di buku kami berjudul Mengubah Pasangan Tanpa Perkataan. Pada akhirnya, mari membangun keluarga yang tanpa kekerasan. Upayakan menabur didikan didasarkan kasih sayang pada anak. Sebab pola disiplin ini akan mereka warisi dan teruskan hingga ke cucu dan cicit kita kelak. Sumber: Majalah Bahana, Juni 2010 [Kembali] By: delfiyanti | 07 Juni 2010 | 09:39:18 sebenarnya seorang bapak menjadi panutan bagi anak2nya,bukan menjadi musuh wat anak2nya,tapi kalau bapknya trs mnrs yang menyiksa anaknya lbh baik bapaknya aja yg di bantai..... By: AGUS LADO | 20 Agustus 2010 | 18:19:54 rumah tangga adalah cerminan keluarga Kerajaan Sorga.karena itu dalam keluarga harus ada kasih yang merupakan ciri khas kerajaan sorga. kenapa saat ini begitu banyak yang menjadi gay dan lesbi? karena mereka tidak mendapat figur yang tepat dalam rumah tangga. Mari mengubah rencana iblis yang mau menciptakan sebanyak-banyaknya kaum homoseksual dengan rencana Allah yang memuliakan rumah tangga sebagai sarana menyalurkan Kasih sejati. By: Revo Piri | 22 September 2010 | 13:27:10 Kiranya menjadi berkat By: fachmi idris | 06 Desember 2010 | 12:18:18 saya termasuk diantara siksaan seorang ayah terhadap saya melalui psikis,saya hanya bisa menangis dan berdoa kpada allah,kata2 kasar yg terlontarkan ayah terhadap saya,membuat saya menjadi trauma dan saya menjadi benci dngan ayah saya,anak binatang lah yg terlontarkan di mulut nya terhadap saya,daya hanya bisa berdoa saja,dan saya selalu menjaga diri saya selalu mendekatkan diri kpada allah,dan sayamemutuskan untuk pergi dari rumah ,dan berusaha membiayai sekolah saya,walau saya tertekan saya selalu ingin mempunyai cita2 yg tinggi dan saya mencoba bisa memaafkan,tapi lama rasa nya itu....saya tdk mau kejadian 2 saya di alami anak2 remaja indonesia...bagi saya ayah itu tidak ada dalam kehidupan saya?hanya ibu yg selalu memberi saya motivasi Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||