08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kala Bayang-Bayang TibaBy: Abednego Afriadi | Apresiasi | 27 Mei 2010, 16:09:29 | Dibaca: 1343 kali Kesenian memang sarat makna. Tak terkecuali seni wayang. Namun, tak semua masyarakat sanggup menerima bahasa-bahasa tutur dalam pewayangan. Wayang Sandosa mencoba menggiring masyarakat awam wayang dapat memahami esensi kisah yang disajikan. Seperti kisah-kisah alkitabiah dalam Wayang Sabda yang juga aktif digelarnya. Sekitar tahun 1982, saat masih kuliah, Yohanes Sujani Sabdolaksono berpikir mementaskan wayang dengan bahasa Indonesia. “Saya ingin dialog pewayangan itu didaratkan supaya bisa diterima masyarakat yang awam akan bahasa pewayangan maupun bahasa Jawa,” kisahnya. Namun, seiring dengan perkembangannya dalang kelahiran Lamongan, 19 Agustus 1945 ini mengalami banyak kendala. “Tidak semua bahasa Jawa bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, pasti akan bermakna lain. Bahasa Jawa itu lebih kaya,” lanjutnya. Warga Perumahan RC Jaten Karanganyar, Jawa Tengah ini mulai mencoba eksplorasi tersebut dengan lakon Bangsa Lena, kemudian Bisma Gugur dalam bentuk fragmen. Lantas, muncul lagi kegelisahan dalam pikiran kreatifnya. “Saya punya keinginan untuk memenuhi layar dengan dua orang dalang. Keinginan terus mengalir dengan cara dalang berdiri ketika memainkan wayangnya. Kemudian agak disangga dengan meja,” ujarnya. Eksperimen itu digelarnya ketika menggarap lakon Wibisono Tundhung. Dalam pagelaran itu, Jani melibatkan banyak dalang sabet (yang menggerakkan wayang_red) dari balik layar. Sebutan Sandosa sebagai penyederhanaan dari wayang bahasa Indonesia ini dimulai oleh Hajar Satoto. Seiring perjalanan, wayang ini menjadi salah satu genre wayang. Bedanya dengan wayang kulit, narasi atau janturan dalam naskahnya diperpendek, namun tetap berpijak dari tradisi yang ada. DEBORA DAN EFEK SILUET Dari balik bayang-bayang tokoh-tokoh tersebut, mantan pegawai Taman Budaya Jawa Tengah tersebut mengharapkan efek permenungan dari penonton. “Karena penampakan bayang tersebut justru lebih membangun suasana. Belum tentu pertunjukan yang disajikan secara visual utuh bisa menimbulkan efek psikologis seperti itu,” jelasnya. “Seperti ketika adegan perang besar, dan pengangkatan Debora sebagai pemimpin.” Maka tak heran jika sejumlah bentuk garapannya sebagai sutradara dan penulis lakon, disajikan dalam nuansa religius. Seperti saat proses bersama Kelompok Drama Wayang Sabda Gereja St Maria, Paroki Palur, Karanganyar, Jawa Tengah. Bahkan juga saat mengadaptasi lakon Nyanyian Angsa karya W.S Rendra almarhum di Paroki Banyumanik, Semarang tahun 2006. Sumber: Majalah Bahana, Mei 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||