07 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tuhan Tidak DiamBy: fen | Kesaksian | 16 Mei 2010, 00:40:32 | Dibaca: 1009 kali Saya adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Dari kecil saya adalah anak yang paling tidak percaya diri dan selalu merasa tidak mempunyai kemampuan apa-apa jika dibandingkan dengan kakak-kakak saya. Setelah lulus kuliah, saya bekerja sekitar dua tahun lalu mengundurkan diri karena penghasilan yang diperoleh kurang memadai. Untuk sementara, sambil menuggu pekerjaan baru, saya membantu usaha kakak kedua saya di toko sepatu. Setelah beberapa waktu kakak menyarankan saya untuk belajar membuat sepatu. “Usul yang bagus,” pikir saya. Selama beberapa waktu kakak mengajari saya membuat sepatu. Setelah dirasa cukup, dengan modal pinjaman saya mulai mencoba membuat sepatu untuk dijual. Walaupun kecil-kecilan saya berusaha menekuni usaha baru tersebut. Sementara kakak selalu setia mendampingi sehingga saya mempunyai penghasilan yang cukup lumayan. Pada tahun 2007, kakak kedua saya tersebut dipanggil Tuhan melalui sebuah kecelakaan. Kejadian ini tak ayal sangat mengguncang seluruh keluarga, termasuk saya sendiri. Kami sekeluarga pun bingung siapa yang akan mengelola keempat toko kakak saya. Setelah dibicarakan didalam keluarga, akhirnya mereka menunjuk saya untuk mengelola dengan anggapan saya paling mengerti bidang kerja tersebut dibandingkan kakak-kakak yang lain. Walau tepat, tetapi keputusan itu sempat membuat tertekan. Ada perasaan tidak mampu yang menyeruak di hati ini. Saya hanya berdoa, “Tuhan, saya tidak mampu menjalankan semuanya ini. Kau tahu saya tidak memiliki cukup kemampuan untuk itu. Sekarang saya harus bagaimana? Tolong saya, Tuhan.” Saya hanya bisa menangis dan menangis. Dan saya pun marah mengapa Tuhan ambil kakak yang begitu baik, yang sangat mencintai saya, sehingga saya harus memikul beban sebesar ini. Walau penuh keraguan akhirnya saya menerima kepercayaan tersebut. Dengan dukungan dari keluarga, saya berusaha menjalankan usaha warisan kakak saya. Setiap hari tak lupa saya berdoa agar Tuhan memberi kekuatan dan hikmat untuk dapat menangani semuanya. Tuhan tidak tinggal diam. Hari demi hari mukjizat-Nya nyata dalam pekerjaan saya sehingga toko terus berkembang. Beberapa orang memuji saya, tetapi saya tahu bahwa Tuhanlah yang bekerja di balik semua ini. Dia benar-benar memampukan saya, bahkan di tengah segala kesibukan saya masih bisa menjalankan usaha produksi yang saya rintis dulu. Apa yang sebelumnya saya pikir tidak mungkin bisa saya lakukan, Tuhan nyatakan lain dari yang saya pikirkan. Saya pun melihat bahwa Tuhan sangat bertanggung jawab akan apa yang sudah Dia lakukan. Memang, Tuhan sudah memanggil pulang kakak saya, namun lewat peristiwa ini, Tuhan juga menyatakan banyak hal, antara lain dengan memulihkan hubungan saya dengan papa. Dari dulu hubungan kami memang kurang baik. Kami sering bertengkar walaupun karena hal-hal sepele. Kebencian pada papa kerap menggoda saya untuk pergi dari rumah dan hidup jauh darinya. Namun setelah kakak saya tiada, kebencian itu sirna. Malah saya sangat mencintainya dan sangat bersyukur karena Tuhan telah memberikan orangtua yang sangat baik. Sekarang, hubungan kami sekeluarga sangat harmonis. Kami lebih menghargai kebersamaan yang Tuhan masih anugerahkan kepada kami. Kalau dulu saya egois dan hanya memikirkan diri saya sendiri, sekarang saya hidup dan bekerja untuk keluarga saya yang sangat saya cintai. Saya ingin hidup berarti untuk orang lain. Itu yang selalu diajarkan oleh kakak kedua saya. Walaupun sampai sekarang saya sangat sedih dan sangat merasa kehilangan dengan kepergian kakak kedua saya, tapi saya bersyukur karena dapat melihat rencana Tuhan yang indah di dalam hidup saya. Saya percaya, ketika kita menyerahkan segalanya ke dalam tangan Tuhan, Dia akan menyatakan kuasa-Nya dalam hidup kita. Apapun yang terjadi didalam hidup kita, walaupun itu sangat menyakitkan, tapi Tuhan punya rencana sendiri untuk kebaikan kita. Walaupun banyak rintangan dan halangan menghadang ditengah jalan, tapi saya melihat secara nyata kalau Tuhan terus menerus menolong saya melewati semuanya itu. Kita tidak pernah mengerti apa rencana Tuhan dalam hidup kita, tapi kita hanya dapat melihat pada akhirnya kalau Tuhan sudah merencanakan kebaikan bagi kita. Terpujilah Nama Tuhan Yesus, Allah kita.
Sumber: Renungan Malam, Mei 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||