08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Berjalan dalam Waktu TuhanBy: gro | Kesaksian | 14 Mei 2010, 09:36:12 | Dibaca: 1838 kali Ester Setiawan (43), adalah seorang staf administrasi keuangan di salah satu perusahan kontraktor di Jakarta. Rekanan PLN. Pilihan hidup sebagai karyawan sebuah perusahan sebenarnya bukan keinginan hatinya, karena ia lebih suka terlibat dalam pelayanan-pelayanan kejemaatan di gereja. Namun kenyataan hidup berkata lain. Semenjak suaminya terkena pemutusan hubungan kerja, kondisi keuangan keluarga mengalami krisis. Keuntungan dari usaha sampingan berjualan minyak tanah eceran jelas tidak dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Pekerjaan ini awalnya datang untuk suami saya. Namun ia menolak dengan alasan bukan bidangnya, dan sayalah yang akhirnya ditawari pekerjaan ini. Tawaran itu datang berkat kejujuran yang sudah saya tanamkan dalam pelayanan saya selama ini. Semula saya pun merasa enggan menerimanya, karena lebih suka terlibat dalam pelayanan kejemaatan di gereja yang telah saya tekuni selama 24 tahun ini. Namun mengingat keadaan keluarga, saya akhirnya menerimanya,” kata ibu dari dua anak ini. Sebenarnya bidang pekerjaan ini bukanlah sesuatu yang asing baginya, terlebih jika mengingat latar belakang pendidikannya adalah SMEA jurusan pembukuan. Namun selama ini ia tidak pernah mempraktekkan apa yang pernah didapatnya di bangku sekolah dalam perusahaan. Ilmu itu hanya dipraktekkan dalam palayanannya di Gereja Allah Baik, Cempaka Putih, guna mengurusi pembukuan gereja. Ester mulai bekerja di bulan Januari tahun 2009 dan langsung ditempatkan dalam proyek PLN di Kelapa Gading. Awalnya pekerjaannya berjalan dengan lancar. Sampai suatu hari ia mendapati adanya selisih jumlah uang keluar pada laporan pembukuan sebesar Rp 6,5 juta. Usahanya untuk mencari dengan memeriksa ulang setiap laporan pun tak berhasil membuatnya menemukan uang itu. “Gara-gara kejadian itu saya sampai kehilangan nafsu makan, dan akhirnya jatuh sakit. Saat itu ibu saya mengatakan bahwa uang itu tidak hilang. Pasti akan ditemukan. Kita hanya harus menunggu waktu-Nya saja,” ujarnya mengenang. Nasihat itu diterima dan diamini Ester. Namun sebagai bentuk pertanggungjawaban, ia memutuskan untuk mengganti uang yang hilang tersebut dengan cara mencicil. Setiap hari ia harus menyisihkan uang makannya sebesar Rp25 ribu untuk itu. “Sewaktu proyek akan selesai, saya meluangkan waktu untuk menyortir kertas file. Rencananya kertas-kertas file yang tidak terpakai akan dibuang. Ketika itulah saya menemukan tiga kertas bukti kasbon milik seorang mandor sebesar Rp5 juta dan dua karyawan sebesar Rp 1 juta dan Rp500 ribu. Setelah saya periksa, ternyata itulah uang yang selama ini saya cari-cari. Dengan sukacita saya melaporkan penemuan hal ini ke perusahaan. Setelah melalui proses audit, ternyata jumlahnya memang benar. Akhirnya sejumlah uang yang sudah sempat aku cicil dikembalikan. Sebagai wujud syukur, aku memberikan perpuluhan dan sebagian aku gunakan untuk mengajak temanteman makan. Sebab merekalah yang selama ini turut membantu untuk mencicil,” paparnya. Setelah itu Ester sempat bertanya-tanya apakah kejadian tersebut merupakan peringatan Tuhan karena ia telah meninggalkan pelayanan untuk bekerja. “Saya mengakui bahwa telah melanggar komitmen untuk hanya bekerja melayani Tuhan. Saat ini kalaupun saya masih melayani, waktunya terbatas hanya pada hari Minggu. Cukup atau tidaknya, hanya Tuhan yang menilai. Sampai sekarang aku masih menunggu tanda dari Tuhan. Kalau sampai sekarang saya masih bekerja, itu kehendak Tuhan. Dan kalau Tuhan kasih tanda saya untuk berhenti bekerja, saya akan berhenti bekerja. Walaupun aku harus bekerja 6 hari dalam seminggu. Akau akan tetap melayani Tuhan pada hari yang ke tujuh dengan semangat dan suka cita,” tegas Ester. Kehidupan berumah-tangga memang penuh dengan permasalahan. Namun kesadaran untuk tetap melakukan setiap hal yang Tuhan berikan, apa pun itu, dengan tujuan memuliakan nama Tuhan harus selalu diutamakan. Inilah yang dirasakan oleh Ester. Sumber: Renungan Pagi, Mei 2010 [Kembali] By: diana suak | 03 Juli 2010 | 07:28:18 Betul..semua yg kita hadapi pasti Tuhan yg mengatUr semuanya.. Kesaksian ini memberi dorongan untuk saya,supaya menpercayakan segalanya hanya kepada Tuhan. God Bless.. Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||