06 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Jemaat KristusBy: kin | Artikel | 11 Mei 2010, 09:00:49 | Dibaca: 783 kali Ada pola yang sama yang ditulis Paulus dan Petrus tentang cara hidup suami istri. Polanya adalah perintah diberikan lebih dulu kepada istri. (Ef. 5:22; Kol. 3:18; 1 Pet. 3:1). Tidak kebetulan kalau bisa demikian. Tentu ada landasan yang mendasari. Kalau begitu, mengapa bisa? Secara kronologis, pendosa pertama adalah Hawa, istri Adam. Indikasinya adalah larangan Allah agar jangan makan buah pengetahuan baik dan jahat (Kej. 2:17) dilanggar. Ia makan buah itu. “... mengambil ... dimakannya dan diberikannya ...” (Kej. 3:6). Saat itu, jika hanya ada dua orang, Hawalah yang pertama kali melanggar sehingga ia disebut pendosa pertama. Karena pelang-garannya, pola itu terbentuk. Jadi tidak kebetulan. Jika sebelumnya, larangan diberikan kepada Adam, suami Hawa, di Taman Eden. Sekarang, di dalam keluarga, perintah diberikan lebih dulu kepada istri. Dengan penempatan lebih dulu, hendaknya para istri memperhatikan dengan saksama tentang bahaya dosa. Apalagi, perintah itu diberikan saat manusia sudah berdosa. Selain kesamaan pola, perintah itu diulang hingga tiga kali karena Paulus dan Petrus berupaya menanggulangi kekuatan dosa. Dengan pengulangan itu, perintah itu penting dan jangan diabaikan. Sekali lagi, penempatan lebih dulu dan pengulangan menunjukkan bahwa perintah harus diperhatikan karena kejatuhan manusia dimulai dari pelanggaran istri. Sebenarnya, uraian di atas merupakan simbol. Paulus mengungkapkan makna simbolik. Istri merupakan simbol jemaat. Suami merupakan simbol Kristus (Ef. 5:32). Karena simbol itu, perintah yang diberikan kepada suami dan istri harus didasari pada semangat ketaatan kepada Kristus. Jika istri tunduk kepada suami, ia melakukan untuk Tuhan. Jika suami mengasihi istri, ia melakukan untuk Tuhan. Namun, terkadang perintah itu diabaikan karena mereka hanya melihat pasangannya, bukan Tuhan. Namun, dengan simbolisasi itu, jika jemaat disimbolkan dengan istri, jemaat harus tunduk kepada Kristus yang telah lebih dulu mengasihi jemaat. Karena itu juga, jika Iblis menggoda Hawa sehingga ia berdosa, Iblis pun menggoda jemaat agar memberontak di hadapan Allah. Kita harus mewaspadai jebakannya. Inilah hikmah dari pola dan simbol tersebut. Sumber: Renungan Malam, Mei 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||