08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Susahnya “Menjadi Pendengar yang Baik!”By: Aryat | Artikel | 06 Mei 2010, 16:18:38 | Dibaca: 1637 kali Betapa sukarnya kita ini menjadi pendengar yang baik. Bukankah, kita lebih suka didengar daripada mendengarkan? Seringkali, kita merasa seperti orang bodoh karena terlalu banyak mendengar, sedangkan sebenarnya kita sudah tahu atau bahkan lebih banyak tahu dari apa yang dibicarakan oleh lawan bicara kita. Lalu, kita berusaha memotong pembicaraan dan akhirnya perdebatan pun terjadi. Ya, satu hal yang patut kita sadari adalah bahwa sifat dasar setiap manusia adalah ingin dihargai, ingin didengar, dst. Jadi betapa arif’nya apabila kita yang merasa sudah banyak tahu, mencoba untuk merendahkan diri dengan memberikan orang lain kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, tanpa harus buru-buru memotong pembicaraan. Pembelajaran ini sangat penting supaya kita dapat ‘menjadi pendengar yang baik,’ karena begitu banyak hal positif yang kita dapat dari ‘menjadi pendengar yang baik.’ Seperti contoh: kita dapat mendapat informasi yang jelas, kita dapat menghindari konflik perdebatan dengan orang lain, dan terlebih lagi kita dapat melatih kesabaran, fokus dan ketenangan kita. Nah..., karena menjadi pendengar yang baik diperlukannya kesabaran, fokus dan ketenangan, bagi kita yang “Pandai Bicara” sudah pastinya susah untuk menjadi pendengar yang baik karena memerlukan usaha ekstra keras untuk sejenak menahan nafsu bicara kita. Oleh sebab itu berbahagialah orang tidak pandai tapi cenderung mau mendengarkan, karena memang tendensi orang yang sudah pandai biasanya tak suka ditegur dan lebih suka didengarkan. Tapi saya yakin, orang yang hidup benar-benar dalam Tuhan pasti akan berubah, sebab sepintar apapun kalau kita tidak memiliki humility (kerendahan hati) dan kasih semuanya itu, sia-sia!! Ada beberapa hal yang patut kita pahami untuk menjadi pendengar yang baik, karena orang yang sekedar mendengar, dengan orang yang benar-benar mau mendengar hasilnya bebeda. Seperti kata Wilson Mizner, “Seorang pendengar yang baik tidak hanya disukai orang di mana-mana, tapi ia juga lebih banyak tahu dari orang lain.” Apakah Anda mau menjadi pendengar yang baik? Berikut ada 6 ketrampilan untuk menjadi pendengar yang baik:
Semoga refleksi singkat ini dapat mempermalukan keburukan karakter yang Anda dan saya simpan selama ini. [Kembali] By: pdt.dickson simanungkalit | 07 Mei 2010 | 12:38:37 semoga tetap maju dan sukses buat majalah bahana. syalom...maranatha Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||