06 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tiang GaramBy: aya | Bible World | 05 Mei 2010, 16:00:07 | Dibaca: 2368 kali Sumber Kitab Kejadian 19:15-25. Saat fajar menyingsing, dua malaikat mendesak Lot supaya membawa istri dan dua anak perempuan. Karena berlambat-lambat, dua malaikat itu memegang tangan mereka supaya segera pergi. Desakan mereka merupakan upaya penyelamatan karena Allah mengasihi Lot. Jika tidak diselamatkan, mereka akan mati karena Sodom-Gomora akan dimusnahkan dengan hujan belerang dan api. Kemudian, ketika matahari terbit, pemusnahan pun terjadi. Namun, di antara para kurban itu, ada tiga orang dekat Lot. Mereka adalah dua calon menantunya. Seorang lagi adalah istri Lot. Ketiga kurban itu hanya menambah daftar kurban. Hanya saja, kematian mereka dibedakan lokasi. Dua calon menantu Lot meninggal di Sodom. Memang, istri Lot selamat tetapi tidak sampai ke tempat aman. Ketidakselamatan mereka disebabkan oleh alasan berbeda. Dua calon menantu Lot menanggapi kabar pemusnahan hanyalah olok-olok atau isapan jempol belaka. Andaikan, mereka mempercayai perkataan Lot tentu mereka selamat. Istri Lot menjadi garam karena menoleh ke belakang. Padahal, malaikat sudah melarangnya. Mengapa melanggar? Ia ingin menyelamatkan nyawanya dengan cara ingin menyelamatkan harta bendanya. Namun, ia justru kehilangan nyawanya (Luk. 17:31-33). Secara kronologis, andaikan ia sabar tentu ia tetap hidup. Mengapa? Jarak antara fajar menyingsing dengan matahari terbit hanya sebentar. Memang, harta benda dikaruniakan Tuhan kepada manusia untuk diterima dan digunakan. Namun, menjadi berbahaya jika harta benda diutamakan. Tolehan istri Lot justru menunjukkan bahwa harta, yang sudah dikumpulkan dengan bekerja, lebih diutamakan daripada keselamatan. Ia juga tidak mau miskin karena kehilangan harta benda. Karena desakan malaikat dan harus terburu-buru pergi, barangkali mereka membawa sedikit harta benda, bahkan tidak membawanya sama sekali. Jika ia ingat bahwa kabar pemusnahan dikabarkan kepada keluarganya saja demi keselamatannya, tidak mungkin, Allah membuatnya sebatang kara. Kalau keselamatan saja dianugerahkan, pasti harta benda akan dikaruniakan juga. Pasti Allah akan memelihara hidupnya. Mustahil jika tidak! Sumber: Renungan Malam, Mei 2010 [Kembali] By: iman larope | 09 Maret 2011 | 13:47:37 Memang manusia dulu dan sekarang hanya memandang harta sebagai pegangan utamanya...mungkin saya sendiri juga....tapi mempelajari hal tentang Sodom dan Gemora...wah...ternyata harta tak ada apa2nya di banding Keselamatan dari Dia.... Allah sudah menyiapkan segala sesuatunya buat kita...dan mahkota kemenganan buat kita yang betul2 setia padaNya. AMin By: Hanzel | 20 November 2011 | 19:09:48 Aku Suka Mobil Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||