08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mempersulit Tuhan?By: Benny Santosa, S.T., M.Com., CFP® | Tips | 03 Mei 2010, 16:34:07 | Dibaca: 1455 kali “Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan kaki, namun Engkau berfirman: Daging akan Kuberikan kepada mereka, dan genap sebulan lamanya mereka akan memakannya! Dapatkah sekian banyak kambing domba dan lembu sapi disembelih bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup? Atau dapatkah ditangkap segala ikan di laut bagi mereka, sehingga mereka mendapat cukup?” Tetapi TUHAN menjawab Musa: “Masakan kuasa TUHAN akan kurang untuk melakukan itu? Sekarang engkau akan melihat apakah firman-Ku terjadi kepadamu atau tidak!” (Bil. 11:21-23) Seorang teman bertanya kepada saya, “Manakah yang lebih menyulitkan Tuhan, kita meminta untuk diberkati seratus ribu rupiah atau seratus miliar rupiah?” Setelah berdiam diri sejenak, saya menjawab, “Bagi Tuhan sama mudahnya memberikan seratus ribu rupiah, seratus miliar rupiah, atau berapapun jumlahnya.” Jika pertanyaan ini ditujukan kepada manusia, tentu memberi seratus miliar rupiah jauh lebih sulit dibanding memberi seratus ribu rupiah. Tidak peduli berapapun kekayaan yang dimiliki, memberi seratus miliar rupiah pasti lebih sulit untuk dilakukan. Mengapa demikian? Orang paling kaya di dunia sekalipun memiliki jumlah kekayaan yang ada batasnya. Ketika seseorang memberi uang kepada orang lain, kekayaannya menjadi berkurang. Semakin besar jumlah yang diberikan, semakin banyak kekayaannya berkurang. Seringkali kita berpikir bahwa Tuhan juga akan mengalami kesulitan ketika kita minta sesuatu dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, kita hanya meminta dalam jumlah yang menurut kita tidak akan menyulitkan Tuhan. Dengan melakukan hal ini, sebenarnya tanpa sadar kita sudah membatasi kemampuan Tuhan. Kita menganggap kemampuan Tuhan sama dengan kemampuan yang dimiliki oleh manusia. Kita memberikan batasan kepada kemampuan Tuhan yang tidak terbatas. Padahal, Dia bisa menciptakan segala sesuatu hanya dengan mengucapkan Firman. Ketika Tuhan memberi sesuatu kepada anak-anak-Nya, kekayaan-Nya sama sekali tidak berkurang. Ini yang membedakan Tuhan dengan manusia. Oleh karena itu, di mata Tuhan tidak ada bedanya ketika anak-Nya meminta uang sebesar seratus ribu rupiah ataupun seratus miliar rupiah. Di mata Tuhan, jumlah sama sekali tidak berpengaruh. Berapapun jumlah yang kita minta, Tuhan tidak akan mengalami kesulitan. Musa juga terjebak untuk berusaha membatasi kemampuan Tuhan. Ketika bangsa Israel (yang waktu itu berjumlah enam ratus ribu orang laki-laki atau sekitar dua juta orang ditambah perempuan dan anak-anak) minta daging. Tuhan berjanji akan memberi daging selama satu minggu. Pada waktu itu, Musa meragukan Tuhan. Musa melihat jumlah bangsa Israel yang harus diberi makan sedemikian besar. Bagi Musa, memberi makan satu orang jauh lebih mudah daripada memberi makan dua juta orang. Sebaliknya, bagi Tuhan, memberi makan dua juta orang sama mudahnya dengan memberi makan satu orang. Kuasa Tuhan sanggup mengerjakan sesuatu yang tidak sanggup dikerjakan oleh kekuatan manusia. Apa dampak dari kebenaran ini? Semua masalah yang kita hadapi tidak ada yang sulit di mata Tuhan. Ketika kita memiliki masalah keuangan dalam jumlah berapapun, Tuhan pasti bisa menolong. Kita harus percaya bahwa Tuhan sanggup menolong bagaimanapun keadaan kita. Jika memang demikian, mengapa Tuhan tidak memberkati kita secara melimpah? Tuhan sangat ingin memberkati kita. Bahkan keinginan- Nya untuk memberkati kita jauh lebih besar dari keinginan kita untuk diberkati. Namun, Dia menunggu kita siap untuk menerima berkat melimpah ini. Jika kita tidak siap, maka keadaan kita akan menjadi lebih buruk ketika kita mendapatkan berkat melimpah dari-Nya. Tidak ada yang menyulitkan Dia ketika anak-anak-Nya membutuhkan sesuatu dari Dia. Satu-satunya yang membuat Dia sulit adalah menahan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi kita namun kita belum siap menerimanya. Oleh karena itu, kita harus membebaskan Tuhan untuk memberkati kita secara melimpah dengan cara mempersiapkan diri sebaik mungkin. Amin! . [Kembali] By: emil | 19 Mei 2010 | 19:50:57 Tuhan kita memang dahsyat Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||