22 Mei 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Verlita Evelyn - Maya adalah Maya dan Saya adalah VerlitaBy: n@tbet/Okta | Inspirasi | 03 Mei 2010, 16:07:20 | Dibaca: 2227 kali Konsisten berperan di Cinta Fitri yang kini memasuki jilid 5, menunjukkan kelugasan Verlita Evelyn dalam dunia peran. Dengan totalitas yang begitu menonjol, rasanya hambar menonton sinetron yang begitu digemari khalayak itu tanpa kehadirannya. Sore hari langit Cinere, Jakarta Selatan, begitu bersahabat. Hujan yang kerap menyambangi ibu kota, hari ini berhenti. Seolah memberikan kesempatan kepada Bahana, untuk lurus-lancar menuju lokasi syuting sinetron Cinta Fitri. Kesibukan para crew sinetron yang berlalu lalang, menyiapkan peralatan syuting, mendaratkan Bahana untuk fokus memberikan sajian menarik, akan figur di balik sukses sinetron yang sudah memasuki jilid ke-5. Sudah 2 hari ini, kami harus bolak-balik memburu Verlita Evelyn . Si cantik dengan guratan dewasa pada wajahnya yang manis. Pemeran Maya yang begitu mempesona ini, menjelang malam akhirnya menampakkan diri. Berbusana motif kota-kotak hitam berpadu merah dengan dasar putih, ia memamerkan senyumnya yang menawan. Celana jeans biru yang dikenakannya seolah mengesankan bahwa sang pemakai bisa diajak akrab-ramah. “Sore, dari majalah Bahana ya? Maaf ya menunggu lama,” katanya sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman. Setelah itu, ia pun memanggil salah satu crew sinetron, guna menghidangkan minuman untuk kami. Selama menunggu minuman, tak henti-hentinya istri Ivan Saba ini memohon maaf atas tertundanya proses wawancara. Tak ada kesan sombong darinya. Bahkan sebaliknya, dari tubuhnya memancar aura kesederhanaan, cantik, ramah dan hangat. Berpadu dengan Kenzo Flower, yang membuatnya menjadi harum, wangi, semerbak. Sukses Sebagai Maya Menurut artis penyuka warna putih ini, kunci keberhasilan dalam memerankan Maya, selain didukung oleh pengalaman dalam dunia seni peran, totalitas dalam berakting menjadi hal yang utama. Contohnya, saat adegan menangis yang harus dilakukannya, artis berdarah Manado-China ini tidak menggunakan obat tetes mata. “Saya selalu berusaha untuk menangis senatural mungkin,” katanya. Supaya natural, ia selalu menjiwai adegan yang harus dilakoninya. Karena itu peraih Cover Girl Aneka 2001 ini selalu menolak jika adegan tersebut diminta mendadak oleh para crew. “Saya selalu ingin memberikan yang terbaik,” kata Verlita memberikan alasan. Sosok Maya yang karakternya begitu diidamkan mengaburkan batasnya dengan Verlita. Tak sedikit orang yang mengidentikkan artis kelahiran Surabaya 1 Desember 1983 ini dengan sosok Maya dalam kehidupan nyata. “Maya adalah Maya dan saya adalah Verlita,” katanya dengan jelas dan tegas sembari menguraikan perbedaan keduanya. Toleransi Tinggi Maka tak ada istilah takut apalagi khawatir dengan kondisi tersebut. Verlita justru merasa bahagia bisa bekerjasama dengan saudara yang berbeda keyakinan. Alasannya, selain ia ingin menjadi terang, karena pekerjaannya tersebut dianggap sebagai ladang pelayanan untuk memenangkan jiwa. Caranya? “Saya selalu berusaha untuk bersukacita dalam keadaan apapun juga, termasuk pada saat bosan, kesal dan capek,” ujarnya semangat. Diakuinya juga bahwa perbedaan keyakinan yang terjadi tidak menghambat kreativitas dalam bekerja. Justru dengan rasa toleransi yang tinggi dan saling menghargai antara satu sama lain, membuat mereka semakin solid bagaikan sebuah keluarga. Bukti nyatanya ketika rombongan Cinta Fitri menyambangi pernikahannya di sebuah gereja di Surabaya. “Mereka semua datang ke acara pernikahanku,” katanya terharu. Bukti lain dari kekompakan dan rasa persaudaraan itu bisa dilihat dari raihan drama favorit versi Panasonic Award untuk kesekian kalinya oleh Cinta Fitri 5. Hidup Baru Perubahan status yang dialaminya itu otomatis berdampak pula pada pekerjaan yang dijalaninya. Lewat pengakuannya, Verlita merasa kedodoran dalam mengatur waktu antara bekerja dan mengurus rumah tangganya. “Jujur, saya juga bingung karena presiden saja tidak sesibuk saya,” katanya tertawa. Beruntungnya, jemaat GKI ini memiliki suami yang mau mengerti akan kesibukannya. “Sejak kami pacaran, Ivan sudah tahu dan mengerti,” tuturnya. Kendati dijejali aneka aktivitas yang membutuhkan keseriusan, pasangan selebrities muda ini selalu menyempatkan waktu pagi dan malam hari, untuk membangun mezbah doa bersama. Aktivitas lain yang dilakukan bersama, dalam bidang rohani adalah mengikuti komunitas persekutuan di Kota Kembang, Bandung. Motivasinya selain ingin bertumbuh dan saling menguatkan dengan saudara seiman, jalinan kedekatannya dengan Tuhan demi menjaga keutuhan rumah tangga yang baru dibinanya. Apalagi di tengah kehidupan selebrities yang rawan perceraian. “Kami berdua sadar betul akan perlunya kehadiran Tuhan di tengah rumah tangga kami,” katanya serius. Anggota Dewan Ada obsesi lain? Dengan raut wajah tersipu pengagum designer Aderaji ini mengungkapkan bahwa ia ingin menjadi politisi. Keseriusan ditunjukkannya dengan rencananya untuk kuliah di jurusan Komunikasi Politik. Tentunya di jenjang S2. Saat disinggung siapa yang menginspirasi keinginanya untuk berpolitik, pemilik ayat emas 1 Korintus 13:3 dengan lugas menjawab: “Ikut mama, yang sekarang jadi anggota dewan dari PDIP Perjuangan.” Mau jadi anggota dewan? “Saya tidak mau menjadi anggota dewan yang cuma datang, duduk, dan terima duit,” jawabnya sembari tertawa lepas.
Sumber: Majalah Bahana, Mei 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||