Hermin Rambakila, Ketika Cinta Bersemi di Komering
By: yan | Misi Gereja | 17 Maret 2010, 13:57:47 | Dibaca: 942 kali
“Kita baru saja mulai akrab, mulai dekat, tapi sekarang Bu guru malah pergi meninggalkan kami..,” berlinang air mata ibu-ibu desa melepas kepergian seorang guru Taman Kanak-kanak.
Ibu guru sudah berdiri di depan pintu menanti anak-anak dengan senyum merekah, “Selamat pagi, Tuhan memberkatimu.” Anak-anak pun dengan segera membalas dengan kalimat yang sama.
TK Anugerah berdiri di Ogan Komering, Sumatera Selatan, di satu desa yang dihuni oleh orang asli Komering dan para pendatang dari Jawa. Desa ini sangat terpencil dan sulit untuk diakses. Tak kurang dari 30 kilometer jalan tanah liat yang lengket dan di antara kesunyian perkebunan sawit dan karet. Hampir seluruh penduduknya adalah petani.
TK Anugerah adalah satu-satunya TK yang berdiri di sini sejak tahun 1999. Dari luar penampilannya tak lebih dari gubuk reyot yang sedikit didandani dengan sapuan warna-warni cat. Tahun ajaran ini tak kurang dari 21 anak belajar di sini saban hari.
Pejuang Tangguh Perjalanan TK Anugerah melintasi waktu sungguh penuh perjuangan. Berjalan terseok melawan riak-riak stereotyping akibat keterlanjuran labelisasi, yang menghasilkan sikap curiga terhadap kebudayaan lain di luar kelompok masyarakat desa ini. Kecurigaan terhadap seorang Hermin Rambakila (33) sang guru, dan kebudayaan (baca: pendidikan) yang dibawanya, mengawali satu kisah perjalanan hidup seorang pelayan pendidikan di desa terpencil.
Tak kenal maka tak sayang. Pepatah kita mengatakan. Bertolak dari situ Ibu Guru Hermin, berusaha untuk dikenal secara pribadi oleh tiap-tiap orang di desa. Ia beradaptasi dengan berbagai cara, berempati, menolong, menjadi kabar baik bagi orang desa, selalu berusaha bersahabat meski status keterterimaannya berjalan amat lamban.
Memasuki tahun keempat ia di sana, 20 anak mendaftar ke TK-nya. Lonjakan yang luar biasa, dari 8 dan 10 anak di tahun-tahun ajaran sebelumnya. “Ini semua adalah kekuatan doa,” ucapnya merendah. “Aku sering bersepeda keliling desa sambil berdoa, mendoakan supaya Tuhan memberkati desa ini,” lanjutnya, dan sepeda ontel miliknya adalah juga buah dari pergumulan doanya.
Hermin adalah lulusan diploma pendidikan guru TK ketika pada tahun 2004 ia datang ke sini. Perjuangan gigihnya mendidik anak-anak, akhirnya berbuah pengakuan masyarakat dan lembaga pendidikan di atasnya. Lulusan TK Anugerah selalu berkarakter baik dan kerap menjadi juara kelas, ungkap guru-guru SD di sana. Kini, semua orang desa selalu tersenyum hangat padanya.
Kaya Ide Hermin yang lajang ini pun melanjutkan kisahnya, satu masalah terpecahkan masalah lain menanti. Bayaran sekolah bulanan cuma Rp. 13.000,- per anak, meski demikian masih ada orang tua yang nunggak bahkan tidak mau bayaran. “Sebagian ortu masih kurang perhatian terhadap pendidikan pra-sekolah, sementara beberapa berpikir TK harus gratis seperti SD negeri,” keluh Hermin. Uang bayaran ia pakai untuk biaya operasional TK, seperti pengadaan buku, alat tulis, serta beragam alat bantu mengajar dan permainan. Mustahil memang untuk bisa mencukupi itu. Kreativitasnya bangkit, ia dan Hasnah rekan guru lainnya menggunakan biji karet dan batu kerikil untuk mengajar berhitung serta daun pisang yang digunting-gunting untuk mengajar berbagai bentuk pada anak TK.
Akhir yang Manis Ada pertemuan ada pula perpisahan, Tuhan selalu bekerja dengan waktu, dan kairos itu tiba tepat di tahun kelima perjuangan Hermin untuk membangun generasi yang berpendidikan di Komering. Anak-anak tahu kalau hari itu adalah saat terakhir Bu Hermin berdiri di depan kelas dan bernyanyi bersama mereka, “Ibu jangan pergi yaa..,” anak-anak merajuk. Di halaman sudah menanti ibu-ibu, mereka satu per satu merangkul bu guru sambil berlinang air mata. Hermin Rambakila, pejuang pendidikan, mengakhiri pengabdiannya di Komering dengan manis.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)