29 Juli 2010, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Integritas itu "Blaka Suta"By: Manati I. Zega/Daniel/Narasumber | Hot News | 09 Maret 2010, 15:48:21 | Dibaca: 259 kali Membawa integritas ke dalam kehidupan nyata berarti mengilustrasikan sikap Kristus melalui kata dan perbuatan. Kata dan perbuatan menyatu. Problem sekarang, mungkinkah melakukannya di zaman ini? Bagaimana caranya? Integritas? Ah... sebuah kata yang gampang diucapkan, namun sukar dilakukan. Tak perlu membicarakannya. Tak relevan di zaman ini. Tengoklah! Bukankah sebagian besar orang melakukan tindakan yang tak berintegritas. Mana mungkin bisa melakukannya sendirian? Bukankah kebanyakan orang mengabaikannya? Awas, stempel “aneh” telah tersedia bagi yang menjalani hidup penuh integritas. Tanggapan di atas merupakan reaksi atas integritas. Integritas dianggap kuno oleh sebagian orang. Pasalnya, hidup tak berintegritas telah jadi budaya. Berkata bohong telah menjadi kebiasaan sehari-hari. Menyangkal fakta telah menjadi keahlian yang dipunyai banyak orang. Kini, contoh-contoh itu gampang ditemui di tengah-tengah masyarakat kita. Tidak heran bila orang berintegritas justru dianggap tak normal kalau tak mau disebut “aneh”. SELALU SAMA
Integritas tidak langsung turun dari langit. Integritas perlu diperjuangkan sekuat tenaga. Sama juga dengan keterbukaan. Tidak terjadi secara tiba-tiba. Butuh latihan. Butuh proses. Mengenai keterbukaan ini, Daniel Alexander menjelaskan segala sesuatu yang terbuka, tidak ada kotoran di situ. “Itulah integritas,” kata penginjil yang dikenal sebagai pendidik—pembidik tersebut.
PERTAHANKAN
Tentu, godaan terhadap integritas begitu kompleks. Di antaranya, menurut Pdt. Dr. Anna Nenoharan adalah uang dan jabatan. Demi uang orang bisa menjadi licik. Demi jabatan orang menghalalkan berbagai cara untuk meraihnya. Namun, bagi Ev. Daniel Alexander, godaan utama terhadap integritas adalah uang. “Setan akan bekerja dalam diri manusia yang doyan uang,” kata hamba Tuhan yang basis pelayanannya di Nabire Papua tersebut. Terus bagaimana dong mengatasinya? Bak seorang dokter, dua resep meluncur dari hamba Tuhan ini. Pertama, belanjakan yang Anda perlukan saja. Kedua, terbukalah kepada orang di sekeliling Anda soal keuangan Anda. Mungkin istri, suami, atau staf Anda. Dengan tepat, Daniel mengatakan simpanlah uang di dompet bukan di hati. INGATKAN Akan tetapi mengingatkan saja tidaklah cukup. Ada saatnya manusia jenuh mengingatkan terus-menerus. Paling utama menurut Ev. Daniel Alexander adalah takutlah akan Tuhan. Hidup takut akan Tuhan ini membentengi kita dari segala hal yang melukai hati Tuhan. Yusuf diajak berselingkuh oleh istri Potifar. Istri pejabat yang berkuasa di Mesir. Skenario telah diatur oleh sang Nyonya. Yusuf tetap setia memegang teguh integritasnya. Ia memutuskan tak mau berselingkuh. “Syukurlah Yusuf itu bukan orang Indonesia,” kata Daniel tersenyum. “Kalau orang Indonesia, pasti aji mumpung. Istri pejabat. Kesempatan untuk memperbaiki status. Sikat aja,” lagi-lagi jelas suami Louise Alexander ini. Serupa tapi tak sama. Daniel di Alkitab juga mengalami ujian integritas. Posisinya di pemerintahan gawat. Ia berjuang seorang diri. Namun Daniel teguh pada pendiriannya. Ia tak mau menyembah kepada pribadi lain kecuali kepada Allah Israel. KATA SAKTI Dalam Alkitab disebutkan seorang yang bernama Samuel. Ada tertulis Allah tidak membiarkan firman-Nya gugur dari mulut Samuel. Bagaimana hal itu terjadi? Samuel punya sikap transparan (blaka suta, Jawa). Kiranya hal yang sama ikut mewarnai hidup kita sehari-hari. Bebaskan diri dari segala kemunafikan dan kepura-puraan.
Sumber: Majalah Bahana, Maret 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
![]() Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: 5454 (Telkomsel), 7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Online Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2010 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||