08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Marketing dengan “Menyembur-nyemburkan” KebohonganBy: Benny Santosa, S.T., M.Com., CFP® | Tips | 03 Maret 2010, 15:24:06 | Dibaca: 1259 kali “Saksi yang setia tidak berbohong, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan, adalah saksi dusta; Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.” Amsal 14:5; 19:5 Baru-baru ini seorang teman menelpon saya dan dengan antusias mengabari bahwa ada tawaran menarik untuk pembelian TV LCD 32 inch di sebuah toko elektronik terkenal. Diskon yang diberikan di toko tersebut lebih besar dari 50% persen. Ketika teman saya bercerita dengan bersemangat, saya justru tidak menanggapinya dengan antusias. Mengapa demikian? Saya merasa curiga pada barang yang dijual dengan harga murah seperti ini. Pasti ada yang salah, pikir saya. Kemudian, teman saya berusaha menelpon toko tersebut untuk mencari informasi. Tetapi, toko tersebut tidak mau memberikan informasi apapun melalui telepon dan mengharapkan teman saya untuk datang langsung ke toko. Teman saya sebenarnya sudah mulai curiga, tetapi karena keinginan yang besar untuk mendapatkan barang murah, dia tetap berangkat ke toko tersebut. Ketika sampai, penjualnya menjelaskan bahwa diskon yang diberikan berdasarkan undian. Para pembeli diberi kesempatan untuk mengambil satu nomor undian, diskon yang bisa didapatkan antara 5% sampai 50%. Jadi, hanya orang-orang beruntung saja yang bisa mendapatkan diskon sebesar 50%. Mendengar penjelasan yang seperti ini, teman saya merasa tertipu. Kemudian, dia mengajukan komplain. Namun, pihak toko menjelaskan bahwa tidak ada yang salah dengan iklan yang dibuat. Memang, iklan tersebut menyatakan bahwa diskon yang diberikan tidak 50% tetapi “up to 50%”. Kesalahan terjadi bukan pada iklannya tetapi pada yang membaca iklan tersebut. Teman saya terdiam dan memutuskan untuk pulang. Tawaran yang terlihat “tidak bisa dilewatkan” seringkali harus kita lewatkan. Ingat, para ahli pemasaran berusaha membuat sebanyak mungkin orang tertarik pada produk yang diiklankan. Namun, apakah cara pemasaran yang mempunyai tujuan untuk “mengaburkan” berita supaya ada orang yang kebetulan tidak teliti menjadi salah tafsir bisa dibenarkan? Dua ayat dari Amsal di atas mengingatkan kita bahwa siapapun yang “menyembur-nyemburkan” kebohongan disebut saksi dusta dan tidak akan pernah luput dari hukuman. Dengan demikian, setiap pemasar seharusnya menyadari bahwa ada rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar ketika mereka memasarkan sebuah produk. Untuk para calon pembeli, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Beberapa cara pemasaran yang “menjebak” calon pembeli adalah: 1.Ada kata-kata “up to” atau “sampai” pada diskon. Ketika membaca diskon yang seperti ini, kita tidak boleh menganggap bahwa kita pasti akan mendapat diskon yang terbesar. 2.Informasi hanya diberikan ketika pelanggan datang ke toko. Ketika calon pembeli menanyakan informasi yang menurut akal sehat bisa diberikan melalui telepon tetapi mengharuskan mereka untuk datang langsung ke toko, maka pasti ada sesuatu yang tidak beres. Jika menemukan barang dengan harga yang tidak wajar murahnya, kita seharusnya langsung berpikir bahwa memang ada sesuatu yang tidak wajar di belakangnya. Cari informasi untuk mendukung anggapan kita. Seandainya kecurigaan kita tidak terbukti, kita memang bisa mendapatkan barang murah. Sebaliknya, kita tidak akan kehilangan terlalu banyak waktu bila kecurigaan kita ternyata memang benar. Ketika ada barang dengan harga yang tidak wajar, yang seharusnya keluar dari pikiran kita bukannya “ini kesempatan yang baik” tetapi “mengapa mereka bisa memberikan diskon sampai sebesar ini?” Pandangan yang seperti ini akan membuat kita tidak membuang banyak waktu untuk mengejar sesuatu yang tidak pasti. Jangan sampai Anda kehilangan banyak waktu karena disesatkan oleh iklan yang tidak benar. Amin! Sumber: Majalah Bahana, Maret 2010 [Kembali] By: doo | 08 April 2010 | 21:16:09 yoyoi Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||