By: ryu | Inspirasi | 27 Februari 2010, 14:00:12 | Dibaca: 475 kali
William Colgate lahir pada 25 Januari 1783 di Kent, Inggris. Karena konflik politik, Colgate dan orangtuanya terpaksa meninggalkan Inggris pada Maret 1798 dan menjadi imigran di Amerika Serikat. Mereka menetap di sebuah perkebunan di Harford Co., Maryland. Untuk bertahan hidup, keluarga ini bekerja sama dengan Ralph Maher memulai usaha pembuatan sabun dan lilin. Namun usaha ini tidak bertahan lama dan keadaan pun mulai memburuk bagi keluarga Colgate. Suatu hari, di tengah kegagalan dan krisis, seorang rekan menasihatinya, “Berikan hatimu bagi Kristus. Berilah kepada Kristus apa yang menjadi milik-Nya. Buatlah sabun dengan jujur. Berikan persembahanmu dengan jujur... dan seseorang akan menjadi pembuat sabun ternama di New York. Orang itu mungkin saja kamu.”
Pada 1804, Colgate bekerja sebagai tenaga magang di sebuah perusahaan sabun. Dari situlah ia belajar banyak mengenai liku-liku dunia bisnis. Ia bekerja dengan penuh dedikasi dan selalu belajar dari berbagai sumber, termasuk dari mereka yang gagal (Ams. 24:30-32). Setelah perusahaan itu tutup, Colgate merintis usahanya sendiri. Hanya dalam waktu enam bulan perusahaannya sudah mampu membuat produk-produk baru dengan bahan kanji. Kemudian menyusul sabun tangan, sabun toilet, dan sabun cukur.
Meski Colgate sangat sibuk dalam mengelola usahanya, ia tidak melupakan Tuhan. Kesuksesan Colgate dicapai karena ia mengikuti prinsip-prinsip Alkitab. Seperti Yakub yang berjanji memberi persembahan sulung kepada Tuhan, maka Colgate juga membuat janji yang sama. Sepuluh persen dari keuntungannya selalu diberikan kepada Tuhan. Tuhan pun memberkatinya dalam berbagai hal. Bisnisnya berkembang dengan cepat dan Colgate pun menjadi salah satu pengusaha ternama di New York. Bahkan pernikahannya dengan Mary Gilbert pada 1811 disebut sebagai “Persekutuan yang indah dengan seorang yang menyenangkan.” Tuhan tidak menganggap sepi pengabdian yang dilakukan dengan sepenuh hati.
Selagi bisnisnya terus berkembang dan diberkati Tuhan, ia memerintahkan akuntannya untuk meningkatkan jumlah persembahannya, dari 20 persen menjadi 30 persen. Ketika ia terus berkomitmen untuk memberi, perusahaannya menjadi semakin diberkati Tuhan. Kini perusahaan Colgate menjadi salah satu perusahaan tertua dan terbesar di Amerika Serikat dengan 221 cabang di dunia.
Kisah Kasih di Wonogiri Jejak-jejak Kesembuhan di Hari Jadi Wonogiri ke-269
Langit di Kabupaten Wonogiri sedang tak bersahabat. Mendung, hujan, ... Selengkapnya
Remaja & Pacaran Wajarkah jika remaja Anda mulai melirik lawan jenisnya? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Sebagian orangtua ... Selengkapnya
•
Mempersulit Tuhan? “Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan ... Selengkapnya
•
Jangan Terperdaya Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya (Ams. 12:5)
Seorang teman dengan penuh semangat ... Selengkapnya
•
Menghargai Kemampuan Diri Orang yang puas dengan dirinya akan menghargai kapasitasnya. Dia membangun motivasi internal untuk mendisiplin diri, ... Selengkapnya
Berjalan dalam Waktu Tuhan Ester Setiawan (43), adalah seorang staf administrasi keuangan di salah satu perusahan kontraktor di Jakarta. ... Selengkapnya
Kristen Popeye Mazmur 119:97-105Popeye The Sailor Man adalah nama serial kartun yang cukup terkenal di kalangan anak-anak. ... Selengkapnya
•
Bejana yang Diremukkan Yeremia 18:1-7Setelah berkhotbah di hadapan ratusan orang, Hokkie diminta berkhotbah di hadapan tidak lebih dari ... Selengkapnya
•
Awasilah Pikiranmu Bacaan: Filipi 4:2-9 Sebuah sistem elektronik baru untuk fungsi sensor bernama ClearPlay kini mulai diterapkan ... Selengkapnya
•
Dua Kunci Sukses Bacaan: Amsal 24:1-7Hoka-Hoka Bento, J.CO Donuts & Coffe, Lea, dan Byon adalah beberapa merk asli ... Selengkapnya
•
Everything Is Possible Bacaan: Matius 19:16-26Percayakah Anda bahwa suatu saat kelak manusia akan dapat terbang? Inilah pertanyaan yang ... Selengkapnya
•
Menghadapi Jalan Buntu Bacaan: Mazmur 25:14-22Sewaktu kecil saya sering bersepeda mengelilingi kompleks tempat tinggal saya. Meski terkadang melelahkan, ... Selengkapnya
•
Adakah Tuhan? Bacaan: Keluaran 17:1-7Sebuah situs radio internasional menyebutkan, menurut hasil penelitian yang melibatkan Vrije Universiteit di ... Selengkapnya
•
Gagal Itu Biasa Bacaan: Hakim-hakim 16:23-31Berbicara mengenai kegagalan, kita pasti tidak mau mengalaminya, tetapi harus mengalaminya jika ingin ... Selengkapnya
Ateisme Masih Menjadi Masalah Jakarta, BahanaAteisme masih merupakan masalah. Sebagai cabang aliran ini masih terus bertumbuh dan mengambangkan sayap. ... Selengkapnya
•
Yulia dan Kawan-kawannya Jakarta, Bahana
“Di akhir 2009, saya sedang mendengarkan lagu-lagu rohani. Saat itulah muncul kerinduan saya untuk ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
>Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke:
5454 (Telkomsel),
7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN