29 Juli 2010, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pengakuan Pelaku Bunuh Diri "Tiba-tiba Aku Merasa Kesepian…"By: Niken Maria | Hot News | 27 Februari 2010, 13:35:39 | Dibaca: 348 kali Tina, bukan nama sebenarnya, pelaku bunuh diri yang selamat. Ia memiliki latar belakang yang mengagumkan. Murid teladan dan penerima beasiswa. Ia juga aktif sebagai pelayanan gereja di gerejanya di kawasan Bekasi. (Red) Seperti biasa, pagi itu mama sibuk masak. Aku membersihkan seluruh rumah. Dari pelataran sampai dapur. Menyapu dan mengepel. Tak perlu waktu lama, setengah jam, beres. Maklum, rumah kontrakan yang kami tempati hampir 11 tahun memang mungil, rumah petak. Delapan belas tahun, umurku. Seumur itulah mama berpisah dengan papa yang memilih hidup bersama wanita lain. Syukurlah, mama punya keahlian memijat bayi, atau wanita yang sakit. Kadang mama juga dipanggil memijat orang yang kecelakaan. Membetulkan letak tulang yang bergeser. Aku empat bersaudara. Dua abangku telah berkeluarga. Jadi, di rumah itu kami bertiga, mama, kakakku Metty (bukan nama sebenarnya) yang lebih tua 4 tahun dariku, dan aku si bungsu. Mengantar Makanan Kuakui mama memang wanita pejuang. Bekerja keras agar semua anak-anaknya sekolah. “Metty…cepet makan. Sarapan dulu sebelum pergi,” kata mama. Tak kudengar jawaban Kak Metty. Hanya kulihat ia sibuk menyisir rambutnya terburu-buru. “Ma, gak sempet…udah, ya, Ma. Metty berangkat, ntar telat. Berangkat ya, Dik…,” kata kak Metty pamitan, setengah berlari. “Hei…Metty!” teriak Mama. Kakak tak terlihat punggungnya. Hari itu, seingatku 12 September, aku libur. Rencananya, Andre, pacarku akan datang. Kami mau ngobrol-ngobrol saja di rumah. Benar, tak lama Andre datang. Kami ngobrol bertiga. Mama masih uring-uringan soal kakak. “Tina…antar makan untuk kakakmu,” kata mama. Ah, mama berlebihan banget pikirku. Bukannya kakak memang sengaja gak makan. Kenapa juga maksain? Aku protes, “Dianterin, Ma? Lah sebentar lagi juga makan siang, Kakak bisa jajan,kan?” protesku. Mendengar suaraku yang agak tinggi, mama makin kesal. “Tin…antar sekarang, kantor kakak deket ini. Cepet, sebelum kakakmu jajan. Kasihan belum sarapan,” kata mama. Aku kesal, tapi tak bisa menolak ketika mama mengulurkan kantong plastik hitam berisi makanan. Aku diam menahan kekesalan, mengajak Andre. Membonceng motornya. Mama tidak adil! Andre menunggu di luar, aku masuk mengantarkan makanan. Kubilang pada kakak, lain kali sarapan, biar mama nggak uring-uringan. Sikapku tak ramah. Aku segera pamit, kakak cemberut. Apalagi tahu Andre tak menemuinya. Putus Pacar Tak tega aku melihat Andre. Kenapa dia kena sasaran? Sampai di rumah, mama sudah pergi memijat. Siang itu, aku dan Andre mengambil keputusan, putus! Kami tak akan bertemu lagi setelah setahun pacaran. Andre pamit. Rasa Sepi Setelah siuman, baru kutahu apa yang terjadi. Andre balik lagi karena perasaan tak enak. Ia mendapati aku duduk bersandar dengan mata terpejam, ujung bibirku berbusa. Ia langsung telpon Kak Metty. Andre membonceng aku dan kakak ke klinik 24 jam. Mereka tak sanggup menangani. Akhirnya, kami ke Rumah Sakit Budi Lestari, Bekasi, cairan disedot dari hidung. Mama terus menangis didampingi beberapa pengurus gereja. Syukur, aku masih bisa diselamatkan… [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
![]() Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: 5454 (Telkomsel), 7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Online Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2010 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||