29 Juli 2010, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kepedulian, Resep Menghindari Bunuh DiriBy: Dianovita | Hot News | 25 Februari 2010, 13:37:51 | Dibaca: 408 kali Beberapa bulan lalu, masyarakat Jakarta digemparkan oleh peristiwa bunuh diri di area publik dalam waktu berdekatan. Banyak faktor yang bisa memicu seseorang bunuh diri. Apa sajakah itu? Bagaimana menghindarinya? Pengertian bunuh diri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tindakan mematikan diri sendiri. Menurut dosen psikologi dari Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Ester Lianawati, keputusan bunuh diri bersifat situsional. Artinya, ada pengalaman yang memicu seseorang untuk kemudian bunuh diri. Misalnya, tiba-tiba kehilangan pekerjaan, atau kehilangan seseorang yang dicintai. Menurut penelitian, kata Ester, pada dasarnya niat bunuh diri bukan keputusan yang tiba-tiba. Orang yang memiliki niat bunuh diri sudah memikirkannya terlebih dahulu. Pengalaman situsional yang terasa tidak mengenakkan hanya sebagai pemicu atau puncak gunung es akumulasi pengalaman pahit sebelum-sebelumnya. Dalam psikologi, terdapat tiga pandangan yang menjadi penyebab seseorang bunuh diri. Pertama, pandangan tentang gangguan kejiwaan dalam bentuk depresi. Saat mengalami permasalahan dan merasa tertekan, ia merasa tidak ada pilihan lain selain bunuh diri. Kedua, pandangan kognitif atau cara berpikir. Seperti distorsi kognitif , berpikir secara dikotomis, dan over generalis. “Contohnya, pikiran bahwa hidup dengan pacar kita pasti bahagia, sedangkan hidup tanpa pacar, hidup adalah sia-sia dan menderita,” jelas Ester. Pandangan yang ketiga, lanjut Ester, adalah pandangan psikoanalisis. eseorang mempunyai kecenderungan bunuh diri karena mempunyai sifat dependen atau melekatkan diri pada orang atau objek tertentu. Masyarakat Berperan Menurut Johannes, faktor ikatan sosial sangat berpengaruh terhadap pilihan bunuh diri. Beberapa penelitian mengatakan ikatan sosial yang kuat membuat niat bunuh diri rendah, sebaliknya jika ikatan itu renggang maka niat bunuh diri tinggi. Itulah mengapa bunuh diri paling banyak terjadi di perkotaan yang cenderung ikatan kekerabatannya lebih renggang. Namun, dalam masyarakat yang ikatan sosialnya terlalu kuat dapat juga mendorong seseorang bunuh diri. Ketika seseorang melakukan kesalahan, ia seakan-akan mempunyai kewajiban untuk bunuh diri, karena kalau tidak, sistem masyarakat dimana ia hidup akan rusak. Banyak Dilakukan Remaja Untuk itu, lanjut Ester, orang tua harus memperhatikan pola pengasuhan anak. “Libatkan anak-anak dan keluarga dalam pembentukan nilai-nilai, jangan memanjakan anak secara berlebihan, perkenalkan anak dengan dunia luar, seperti dengan mengunjungi panti asuhan. Tidak overprotective tapi juga tidak cuek, jalinlah keterbukaan antara orangtua dan anak,” jelas perempuan kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1978 ini. Orangtua hendaknya jangan memposisikan diri menjadi figur pemegang otoritas yang sulit ditembus. Sehingga jika anak memiliki masalah, anak-anak bisa menceritakannya kepada orangtua. Ester juga memandang perlunya pendampingan psikologi untuk anak-anak di sekolah. Setidaknya mereka bisa saling sharing sebulan sekali tentang diri mereka. Motor Penggerak Alkitab juga mencatat beberapa pelaku bunuh diri, yaitu Saul, Ahitofel, Zimri, dan Yudas. ”Yudas memilih atau memutuskan bagi diri sendiri untuk tidak diselamatkan oleh Allah,” ujar Jerry. Bunuh diri atau membunuh manusia lain, sambung Jerry, dikarenakan dalam diri manusia terdapat kehendak bebas, untuk melakukan apa saja dengan pertimbangan serta keputusan manusia itu sendiri untuk memilih mana yang baik maupun jahat. Motor penggerak kehendak bebas manusia inilah yang merupakan awal kejatuhan manusia ke dalam dosa. Kepedulian dan Kepekaan Biasanya, orang yang berniat bunuh diri mengalami perubahan drastis. Jika sebelumnya dia anak yang ceria, lalu tiba-tiba menjadi pendiam dan menutup diri, ini perlu dicurigai. Bagi orang yang memiliki permasalahan berat, Ester menganjurkan untuk bercerita kepada orang lain yang dianggap berkompeten. Saat ini juga tersedia hotline yang bisa dijadikan wadah untuk sharing. Jangan terlalu tergantung pada seseorang atau objek tertentu. Manusia mempunyai banyak aspek dan peran dalam hidup. Jadi remaja tidak melulu pacaran, tapi juga harus memikirkan hal lain, seperti berpikir bagaimana berprestasi. Selain itu, penting juga menyediakan banyak wadah kegiatan untuk para remaja agar mereka mengerjakan sesuatu yang positif. Membaca dan menghayati kisah-kisah dalam Alkitab. Kisah-kisah tersebut dapat menjadi inspirasi dalam menjalani hidup. Manusia harus berusaha dalam setiap masalah, tapi hendaknya juga melibatkan Tuhan karena daya manusia terbatas. “Libatkan Tuhan dalam setiap persoalan hidup,” pungkas Jerry. Sumber: Majalah Bahana, Februari 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
![]() Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: 5454 (Telkomsel), 7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Online Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2010 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||