08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
IMLEK DAN VALENTINE, PERLUKAH ITU?By: tbt | Artikel | 19 Februari 2010, 15:16:47 | Dibaca: 1873 kali Pada tahun 2010 ini, hari raya tahun baru Cina (Imlek) dan Valentine jatuh pada tanggal yang sama. Perayaan Imlek atau Sin Cia sebenarnya adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh para petani di Cina yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama di awal tahun baru. Perayaan ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi. Perayaan ini dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama penanggalan Cina. Tujuan ini adalah mengucap syukur untuk seluruh berkat yang telah diterima, memohon berkat untuk tahun yang baru, dan mempererat hubungan antar anggota keluarga dan masyarakat sekitar. Sementara itu asal-usal perayaan Valentine tidak begitu jelas. Beberapa orang mengatakan bahwa perayaan ini berasal dari hari perayaan Lupercalia. Dahulu pada jaman Romawi kuno, masyarakat Romawi menyembah dewa Lupercus untuk menjaga ternak-ternak mereka. Pada setiap bulan Februari, masyarakat Romawi menyelenggarakan pesta untuk enyembah dewa ini. Salah satu adat yang biasa dijalani adalah dengan menuliskan nama perempuan di selembar kertas dan menempatkannya di dalam sebuah kendi yang besar. Lalu, setiap pemuda akan mengambil satu nama dari kendi tersebut. Para perempuan dan laki-laki yang berpasangan kemudian akan terus bersama sampai perayaan tahun depan. Sementara itu, ada pula orang-orang yang mengaitkan Valentine dengan kisah Valentinus yang meninggal karena melanggar aturan yang melarang seorang serdadu Romawi menikah. Perayaan Valentine diadakan pada bulan Februari karena bulan ini diyakini masyarakat kuno sebagai bulan cinta dan kesuburan. Namun bagi masyarakat modern, hari Valentine hanya dikenal sebagai waktu untuk menyatakan kasih sayang kepada orang lain, terutama pada pasangannya. Tentang boleh atau tidaknya orang percaya merayakan Imlek dan Valentine, ada dua pendapat yang muncul. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Mereka yang setuju merayakan Imlek pada umumnya beralasan bahwa hal itu adalah hari untuk berkumpul (gathering) bersama dengan seluruh keluarga untuk berbagi sukacita. Sedangkan mereka yang tidak setuju mungkin berpendapat bahwa mengapa harus menggunakan Hari Imlek, sedangkan kalau hanya untuk berbagi bisa menggunakan hari lain. Demikian juga dengan perayaan Valentine, mereka yang setuju memiliki alasan yang hampir mirip, yaitu menggunakan hari itu sebagai jembatan untuk menyatakan kasih sayang kepada orang lain. Sedangkan mereka yang tidak setuju, beralasan bahwa kasih sayang seharusnya dinyatakan setiap hari sepanjang tahun dan bukan hanya pada hari tertentu saja. Namun sesungguhnya, apakah Imlek dan Valentine perlu dirayakan oleh orang yang sudah percaya kepada Kristus? Dalam Alkitab, ada kasus yang mirip dengan hal ini, yaitu apakah orang percaya diperbolehkan makan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala? Rasul Paulus telah mengkhususkan satu pasal dari suratnya membahas hal ini (1 Kor. 8). Belajar dari kasus ini, ada dua pertanyaan yang layak diajukan ketika kita akan menentukan untuk merayakan suatu hari tertentu seperti Imlek atau Valentine: Pertama, apakah nama Allah dipermuliakan? Rasul Paulus menyatakan bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Allah yang esa di dunia ini (1 Kor. 8:4). Jadi, dalam segala sesuatu yang kita lakukan, hendaklah itu mempermuliakan Tuhan Allah yang telah kita kenal, Yesus Kristus. Rasul Paulus menyatakan bahwa, Allah yang kita sembah adalah Allah yang superior di atas segala allah yang ada di bumi atau di surga. Ini berarti bahwa tidak ada kuasa yang lebih besar dari kuasa Allah kita. Jadi, segala sesuatu yang kita lakukan seperti makan persembahan berhala atau merayakan Imlek dan Valentine, harus dilakukan dalam nama Tuhan Yesus. Allah harus dipermuliakan “yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup” (1Kor. 8:6) Kedua, adakah hal itu menjadi batu sandungan bagi saudara-saudara kita yang lain? Rasul Paulus mengingatkan saat kita akan makan sesuatu yang masih diragukan atau merayakan hari-hari tertentu, kita seyogyanya tidak menggunakan pendekatan legalistik (kaidah), tetapi sebaliknya hukum kasih sebagai dasarnya, “Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah” (1 Kor. 8:3). Kita dipanggil untuk menjadi bagian dalam Tubuh Kristus maka paradigma kasih kepada anggota Tubuh Kristus harus selalu dikedepankan dalam setiap tindakan iman kita, termasuk merayakan hari-hari tertentu, seperti Imlek dan Valentine. Apakah keputusan kita justru akan menjadi batu sandungan bagi anggota Tubuh Kristusyang masih lemah dan tidak memiliki pengetahuan yang sama dengan kita? Jika kita mengabaikan anggota Tubuh Kristus maka kita, pada “hakekatnya berdosa terhadap Kristus” (1 Kor. 8:12). Jadi, bagaimana dengan Anda? [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||