By: ryu | Renungan | 18 Februari 2010, 14:55:51 | Dibaca: 354 kali
Bacaan: Yohanes 4:4-27 Jika Anda mengunjungi kota Berlin di Jerman, jangan lupa mengunjungi Gerbang Brandenburg. Bangunan tersebut merupakan simbol reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur yang sebelumnya sempat dibatasi sebuah tembok beton sepanjang 155 kilometer yang mengelilingi Berlin Barat, yang dikenal sebagai Tembok Berlin. Tembok ini dibangun oleh pemerintah komunis Jerman Timur guna mencegah orang Jerman Timur melarikan diri ke daerah Jerman Barat yang menjanjikan tingkat kehidupan lebih baik. Sejarah mencatat ada lebih dari 100 orang diyakini telah terbunuh di sekitar dinding ketika mencoba melarikan diri. Kendati demikian, dinding itu secara tak terduga dibuka pada 9 November 1989, setelah para demonstran melakukan aksi protes prodemokrasi selama beberapa pekan. Angela Markel, Kanselir Jerman yang dibesarkan di Jerman Timur, mengatakan bahwa hari runtuhnya Tembok Berlin merupakan hari paling membahagiakan rakyat dalam sejarah Jerman.
Percakapan Tuhan Yesus dengan seorang perempuan Samaria di Sumur Yakub merupakan sesuatu yang tidak lazim dilakukan orang Yahudi pada masa itu. Pasalnya orang Yahudi menganggap orang Samaria sebagai orang kafir, padahal sebenarnya mereka masih bersaudara. Dengan percakapan itu Tuhan Yesus menegaskan bahwa Dia tidak datang bagi orang-orang Yahudi saja, tetapi bagi setiap orang yang memerlukan-Nya. Bagi-Nya, kasih tidak dapat dihalangi oleh apapun. Namun sayangnya, dewasa ini kita banyak melihat orang-orang percaya hidup ekslusif di balik tembok-tembok penghalang yang dibangung atas dasar dendam, iri hati, luka masa lalu, perbedaan status sosial, termasuk perbedaan denominasi.
Siapa pun dan bagaimanapun keadaan kita saat ini, ingatlah bahwa kita tidak ditempatkan Tuhan di tengah lingkungan dan komunitas untuk menjadi orang-orang ekslusif. Sebaliknya, kita harus menjadi berkat bagi setiap orang di sekeliling kita. Karena itu sebelum memulai segala pekerjaan dan aktivitas di sepanjang hari ini, mari ambil komitmen untuk menjadi berkat bagi setiap orang. Sadarilah bahwa kehidupan kita harus menjadi garam dan terang dunia yang ditempatkan Tuhan untuk mewarnai kehidupan ini agar menjadi lebih baik di hadapan-Nya.
sama kaya grj sy, cma beda pakaian aja ujung2nya pertengkaran. Grj sy tingkat 2, utk pelayan kolekte d larang pake celana,padahal ada balkonnya. sebetulnya boleh ngga sih petugas kolektan pake celana? maaf jk komentarnya ga nyambung.,curhat dikit.
Kisah Kasih di Wonogiri Jejak-jejak Kesembuhan di Hari Jadi Wonogiri ke-269
Langit di Kabupaten Wonogiri sedang tak bersahabat. Mendung, hujan, ... Selengkapnya
Remaja & Pacaran Wajarkah jika remaja Anda mulai melirik lawan jenisnya? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Sebagian orangtua ... Selengkapnya
•
Mempersulit Tuhan? “Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan ... Selengkapnya
•
Jangan Terperdaya Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya (Ams. 12:5)
Seorang teman dengan penuh semangat ... Selengkapnya
•
Menghargai Kemampuan Diri Orang yang puas dengan dirinya akan menghargai kapasitasnya. Dia membangun motivasi internal untuk mendisiplin diri, ... Selengkapnya
Berjalan dalam Waktu Tuhan Ester Setiawan (43), adalah seorang staf administrasi keuangan di salah satu perusahan kontraktor di Jakarta. ... Selengkapnya
Kristen Popeye Mazmur 119:97-105Popeye The Sailor Man adalah nama serial kartun yang cukup terkenal di kalangan anak-anak. ... Selengkapnya
•
Bejana yang Diremukkan Yeremia 18:1-7Setelah berkhotbah di hadapan ratusan orang, Hokkie diminta berkhotbah di hadapan tidak lebih dari ... Selengkapnya
•
Awasilah Pikiranmu Bacaan: Filipi 4:2-9 Sebuah sistem elektronik baru untuk fungsi sensor bernama ClearPlay kini mulai diterapkan ... Selengkapnya
•
Dua Kunci Sukses Bacaan: Amsal 24:1-7Hoka-Hoka Bento, J.CO Donuts & Coffe, Lea, dan Byon adalah beberapa merk asli ... Selengkapnya
•
Everything Is Possible Bacaan: Matius 19:16-26Percayakah Anda bahwa suatu saat kelak manusia akan dapat terbang? Inilah pertanyaan yang ... Selengkapnya
•
Menghadapi Jalan Buntu Bacaan: Mazmur 25:14-22Sewaktu kecil saya sering bersepeda mengelilingi kompleks tempat tinggal saya. Meski terkadang melelahkan, ... Selengkapnya
•
Adakah Tuhan? Bacaan: Keluaran 17:1-7Sebuah situs radio internasional menyebutkan, menurut hasil penelitian yang melibatkan Vrije Universiteit di ... Selengkapnya
•
Gagal Itu Biasa Bacaan: Hakim-hakim 16:23-31Berbicara mengenai kegagalan, kita pasti tidak mau mengalaminya, tetapi harus mengalaminya jika ingin ... Selengkapnya
Ateisme Masih Menjadi Masalah Jakarta, BahanaAteisme masih merupakan masalah. Sebagai cabang aliran ini masih terus bertumbuh dan mengambangkan sayap. ... Selengkapnya
•
Yulia dan Kawan-kawannya Jakarta, Bahana
“Di akhir 2009, saya sedang mendengarkan lagu-lagu rohani. Saat itulah muncul kerinduan saya untuk ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
>Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke:
5454 (Telkomsel),
7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN