29 Juli 2010, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
GUNUNG SINAI - Perjalanan Melihat KeajaibanBy: Abednego/ Ln/ BW/ MS/dbs | Inspirasi | 17 Februari 2010, 12:54:57 | Dibaca: 959 kali Bagi yang pernah pergi ke Mesir, rasanya belum lengkap kalau tidak mendaki Gunung Sinai. Gunung terjal itu menjadi saksi bisu diturunkan-Nya dua loh batu berisi hukum taurat kepada Musa. Dalam rubrik Musafir edisi Februari 2010 ini, Bahana menuliskan kisah perjalanan ke Mesir. Di Negara tersebut, tersimpan banyak jejak-jejak orang-orang suci dalam Alkitab, selain bangunan-bangunan kuno seperti Pyramid, patung Spinx, dan gereja-gereja setempat. Namun, satu dari ikon wisata di kota itu, yang paling berkesan adalah Gunung Sinai. BERJALAN DENGAN IMAN Kami berangkat ke Gunung Sinai dari pukul satu dini hari waktu setempat dengan naik onta. Semua peserta holyland waktu itu diwajibkan membawa lampu senter. Dan begitulah, kami mengikuti salah satu pemandu untuk berjalan menuju gunung yang tercatat dalam Perjanjian Lama tersebut. Ketika jam menunjukkan angka lima waktu setempat, ketika matahari begitu nampak terbit. Lukisan ilahi yang tak tertandingi kami saksikan dengan penuh ucapan syukur. Perasaan takjub juga kami alami ketika kami berada di puncak. Kami takjub akan kebesaran Tuhan. Kami juga baru tahu bahwa perjalanan yang kami tempuh dari kaki gunung sengaja harus dimulai jam satu dini hari supaya keberangkatan itu tidak terlihat. Ternyata kami harus melampaui bukit-bukit terjal, dan tinggi. Baru saya sadari pula, ketika kami melihat ke bawah, waahhhh cukup mengerikan. Penuh jurang-jurang curam, yang bisa jadi membuat orang yang melihatnya bergidik. Jika saja orang yang naik ke sana phobia terhadap ketinggian. Apa jadinya? Bisa jadi malah tidak jadi naik, atau terkencing-kencing di celana? Namun secara rohani, saya menangkap, bahwa perjalanan hidup kita harus beriman kepada setiap janji Tuhan, ujar salah satu anggota sidang gembala GBI KA Solo, Pdt. Matius Sutikno. Hidup itu dijalani dengan iman dan percaya, bukan dengan melihat. Kalau kita melihat banyak masalah, persoalan, dan banyak yang menakutkan, kita bisa takut. Apalagi jika mendengar kabar-kabar bencana alam dan berbagai persoalan yang melanda dunia akhir-akhir ini. Namun, kalau kita berpegang teguh dengan janji Tuhan, kita bisa menghadapinya dengan langkah yang pasti, melihat keajaiban Tuhan. JEJAK MUSA Musa menerima doa loh batu berisi sepuluh perintah Allah tersebut. Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah. (Kel 31 : 18) Sementara Musa berada bersama Tuhan di gunung itu, orang-orang Israel malah melakukan sesuatu yang mengerikan. Mereka meminta Harun, kakak Musa untuk membuatkan sebuah anak lembu emas. Mereka pun menyembahnya sebagai pengganti Tuhan. Melihat patung lembu emas dan orang menari-nari, Musa sangat marah. Dia banting dua loh batu itu ke tanah. Lantas, Musa merusak patung emas itu dan membunuh orang-orang jahat yang menyembah patung emas itu. NASI GORENG MINYAK ZAITUN Selain ke Gunung Sinai, kami juga sempat mengunjungi gereja-gereja kuno di Mesir, Sumur Musa, Pyramid, Spinx, Sungai Nil. Sutikno bercerita, ia makan bersama peserta dan sejumlah pejabat di Indonesia di dalam sebuah kapal pesiar diiringi tarian perut dan irama musik khas Mesir sembari mengelilingi Sungai Nil, tempat dialirkannya bayi Musa. Selama dua jam mengelilingi sungai tersebut, pengunjung harus mengeluarkan kocek senilai 200 ribu rupiah, atau 20 dolar. Ini tentu saja berbeda dengan Pastur Gereja San lnigo, Romo Budi Wihandono Pr yang tidak menjadikan sungai Nil sebagai tujuan wisata rohaninya. Baginya tempat tersebut kurang tepat untuk berziarah lantaran sudah terlalu gemerlap dengan hiburan-hiburan yang kurang mendukung kerohanian. MENEMBUS GURUN Sumber: Majalah Bahana, Februari 2010 [Kembali] By: alis rahayu | 10 Maret 2010 | 13:24:01 Gunung Sinai bagi saya adalah gunung dimana saya meletakkan segalanya ditangan Tuhan. Pasrah Total.Saya ikut tours dari tgl 22 Feb s/d 5 maret 2010 ( Intinya Aq baru datang neh )Cairo, Holyland + Istanbul.Malam itu saya hanya istirahat 2 jam kami naik jam 1 malam. Naik onta pengalaman yang tak terlupakan habis BAU sekali...... Waktu naik jalan kaki saya ngerasa betul gak kuat dada sesak, narik napas berebut sama ingus yang keluar. Saya kelelahan sekali disitu saya berujar TUHAN jika saya sampai kepuncak maka saya yakin segala permohonan saya selama ini terjawab.Saya betul2 gak kuat.Tenaga saya habis total!!! Terakhir kali aq sudah gak sanggup lagi, sekali lagi aq berujar " Tuhan Yesus aq hanya mampu 2 menit aja lagi " Tau apa yang terjadi ?? Aq langkahkan kaki dengan gemetar, Ternyata setelah langkah ke 3 aq liat tembok dan sampai Puncak. Aq nangis gak bisa berhenti. Yesusku memang dasyat. Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
![]() Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: 5454 (Telkomsel), 7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Online Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2010 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||