29 Juli 2010, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pdt. Silas Marsis Handoko, S.Th: Merindukan Tempat Pendidikan Bagi Anak-anak Berkebutuhan KhususBy: Manati I. Zega | Inspirasi | 16 Februari 2010, 11:05:20 | Dibaca: 367 kali Dekade terakhir ini, persentasi anak-anak berkebutuhan khusus meningkat tajam. Jumlahnya makin banyak. Namun, terkesan kurang diperhatikan. Padahal, anak-anak itu dikasihi oleh Tuhan. Yesus mati untuk menebus dosa-dosa manusia, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Pergumulan untuk melayani anak-anak berkebutuhan khusus melekat kuat dalam diri Pdt. Silas Marsis Handoko, S.Th (43). Beban yang sama dirasakan pula istrinya Pdt. Ani Sri Suryanti, S.Th (41). Kedua hamba Tuhan ini kerap meneteskan airmata tatkala menyaksikan banyaknya anak-anak berkebutuhan khusus. Sebenarnya, kami bukan tidak ada kesibukan. Sebagai gembala jemaat Gereja Utusan Pentakosta di Indonesia jemaat Kwarasan—Sukoharjo, kami disibukkan dengan jadwal pelayanan yang padat. Namun, Tuhan titipkan di keluarga kami seorang anak berkebutuhan khusus ADHD. Namanya Gloria Kidung Laras Palupi Valhani (7). Pada usia tiga tahun dokter mendiagnosa mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Awalnya, kami tidak tahu apakah ADHD itu? Karena itu kami berusaha mencari tahu. Selain itu, tempat terapis yang dapat menolong Gloria kami cari tahu. Sudah banyak tempat yang kami kunjungi untuk mendapatkan pertolongan. Bahkan ikut seminar segala. Istri saya, Pdt. Ani telah mengikuti beberapa seminar terkait dengan tema anak berkebutuhan khusus. Dalam pertemuan-pertemuan itu, kami bertemu pula banyak orangtua anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka merintih dan gelisah karena anak mereka mengalami gangguan perilaku itu. Di atas telah saya katakan bahwa kami bukan tidak punya kesibukan. Sebagai gembala jemaat dari sebuah gereja yang sedang berkembang, kesibukan kami cukup padat. Baik saya maupun istri sedang berjuang mengembangkan pekerjaan Tuhan yang dipercayakan dalam penggembalaan kami. Namun, kami bersyukur dipercayakan seorang anak dengan kondisi tersebut. Terkadang kami terkendala dalam pelayanan. Kami harus memberi perhatian ekstra untuk Gloria. Sungguh menyita energi. Kelelahan fisik dan psikis dalam membantu anak seperti ini berat bagi kami. Emosinya yang tidak stabil sering menguji kesabaran kami. Ya, sebagai hamba Tuhan yang dapat kami lakukan hanyalah bersyukur. Selain itu, kami berusaha mencari tempat terapis yang dapat membantu. OBJEK KASIH TUHAN Bila kami tidak memiliki dasar di atas, mungkin kami tidak kuat untuk menghadapi anak kami sendiri. Namun, karena kasih Kristus dan penerimaan yang tulus telah membuat kami teguh melayani jemaat dan Gloria yang Tuhan titipkan dalam keluarga kami. Persoalan yang kerap kami temukan, banyak orangtua yang tidak mampu menerima kenyataan ini. Bahkan anak berkebutuhan khusus sering dianggap aib. Orangtuanya merasa malu dengan kondisi anak yang demikian. Sering pula ada orang yang mengatakan kena hukum karma. Bagi kami, pandangan-pandangan seperti itu kurang tepat. Yang pasti, Tuhan Yesus mengasihi anak-anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Karena itulah orangtua dan gereja kiranya memikirkan pelayanan bagi mereka. Ke depan, anak-anak yang mengalami gangguan perilaku makin banyak. Kondisi lingkungan yang tidak kondusif bisa menjadi penyebabnya. Karena itu, gereja perlu mempersiapkan pelayanan untuk mereka. SULIT CARI SEKOLAH Di tempat lain, memang ada sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, masalahnya adalah tekanannya hanya pada terapi medis. Tentu ini tidak salah. Medis memang diperlukan. Namun, kami merasa tetap ada yang kurang. Semestinya ada pula terapi rohani. Kedua sisi itu harus diperhatikan. Penanganannya haruslah berimbang. Kami berkeyakinan kuasa Tuhan tetap berlaku sepanjang masa, termasuk pada masa kini. Mengandalkan terapi medis nampaknya kurang. Harus ada penanganan secara rohani. SEBUAH MIMPI Lalu, bagaimana menindaklanjuti pergumulan pelayanan ini? Secara pribadi, kami sudah menyediakan tempat yang bisa dipakai untuk memulai pelayanan ini. Tempat itu kami sediakan di kompleks gereja. Namun tidak menutup kemungkinan bila Tuhan membuka jalan lain, bisa juga di tempat yang lebih baik. Kami sediakan tempat di sini sebagai bentuk komitmen kami terhadap pelayanan ini. Kami percaya Tuhan kiranya berkenan atas rencana pelayanan ini. Bahkan bila memungkinkan, tahun 2010 ini dapat dimulai. Keyakinan kami bukan tanpa dasar. Kami telah lama mendoakannya. Kami juga sharing kepada rekan-rekan pelayanan. Beban ini pernah kami diskusikan dengan keluarga hamba- Nya, Pak Zega. Rupanya, keluarga ini punya beban yang kuat dalam pelayanan ini. Setidaknya dukungan itu meneguhkan langkah kami dalam memulai pelayanan tersebut. Bahkan sempat pula mengadakan diskusi untuk langkah awal yang diperlukan. Kami merasa lega karena ada teman berbagi. Sharing beban ini penting kami lakukan. Terus terang kami tidak mampu melakukannya seorang diri. Namun, sebagai hamba kami hanya berharap dan terus berharap Tuhan menolong kami untuk memulai pelayanan ini. Juga, mengajak sebanyak mungkin anak-anak Tuhan yang terbeban dalam pekerjaan Tuhan ini. Kita perlu mempersiapkan diri untuk masa depan anak-anak kita. Bila tidak dipersiapkan sekarang, kasihan masa depan anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Mereka bukan yang terbuang. Mereka dikasihi oleh Tuhan. Bila Tuhan mengasihi mereka, orang-orang Kristen dan gereja kiranya mengambil bagian dalam pelayanan ini. Sumber: Majalah Bahana, Februari 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
![]() Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: 5454 (Telkomsel), 7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Online Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2010 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||