08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
MASIHKAH KAU MENCINTAIKU?By: Jaclyn Litaay | Artikel | 15 Februari 2010, 11:30:24 | Dibaca: 1831 kali Kemiskinan terbesar manusia bukanlah soal harta, tapi karena diabaikan oleh sekelilingnya. (Mother Theresa) Beberapa bulan belakangan, media massa dipenuhi beragam berita tentang bunuh diri. Pernahkah saudara menonton sebuah acara reality show dengan judul yang sama dengan tulisan ini? Pasangan suami istri saling membeberkan perasaan, harapan, dan ketikdakpuasan di ruangan publik. Seluruh orang di Indonesia menontonnya. Benang merah yang bisa saya tarik dari maraknya kasus bunuh diri dan makin banyaknya orang membeberkan masalah keluarga di muka umum yakni banyak orang diabaikan oleh orang-orang di sekelilingnya. Theresa muda bukanlah orang yang kekurangan kasih sayang dalam keluarga. Namun, ketika ia keluar dari kenyamanan itu, ia menyaksikan banyak pengemis dan gelandangan yang hidup di jalan-jalan Calcutta, India. Mereka kekurangan perhatian dari orang-orang yang semestinya memberikannya. Berbekal kasih dari keluarga dan kasih kepada dan dari Tuhan, Theresa rela meninggalkan zona nyaman demi membagikan kasihnya kepada mereka. MENGASIHI DIRI VS MENGASIHANI DIRI Misalnya begini. Kita ingin makan enak yang berkolesterol tinggi padahal tubuh kita sudah terlalu banyak asupan kolesterol dan dokter menyarankan untuk mengatur pola makan atau diet kolesterol. Bahkan dalam kadar tertentu kita sama sekali tak boleh menyentuh makanan berkolesterol tinggi. Jika kita tidak bisa menahan diri untuk menyenangkan lidah dan memuaskan keinginan untuk makan enak, maka kita tidak sayang pada diri sendiri. Sebaliknya karena sayang pada diri sendiri, kita perlu menahan diri terhadap hal-hal enak yang menyenangkan tapi hanya sementara. Jika kita tidak memikirkan akibat yang mungkin terjadi, artinya kita bukan hanya narsis (yang negatif) tapi juga bodoh. Itu hanya contoh sepele bagaimana kita perlu mengasihi diri sendiri–dan bukannya mengasihani diri sendiri–sebelum kita mengasihi orang lain. Ukuran mengasihi diri sendiri sebagaimana tertulis dalam Matius 22:39 di atas kiranya dapat dipahami dengan benar. Seseorang tidak mungkin berkata, “Ayam goreng asam manis itu enak lo..” kalau ia belum pernah makan ayam goreng asam manis yang enak. Begitupun mengasihi. Orang tidak akan mungkin bisa memberi perhatian yang tulus dan tanpa mengharapkan balasan jika sebelumnya ia tidak pernah merasakan perhatian yang luar biasa melalui orang lain. Kobaran kasih dalam diri kitalah yang akan menggerakkan hati kita untuk membagikannya kepada yang lain. Ini sesuatu yang umum. Jika orang penuh cinta ia tidak akan menahan diri untuk menunjukkannya melalui kata-kata dan perbuatan. MODUS BUNUH DIRI Di kota besar, padat, dan ramai seperti Jakarta banyak orang yang merasakan kesepian. Jangankan di Jakarta, di pucuk gunung di Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta sana juga banyak kasus bunuh diri terjadi. Itu bukti kalau banyak orang diabaikan oleh orang-orang sekelilingnya sehingga keputusan bunuh diri itu diambil. Tentu tidak serta-merta orang sekali tidak diperhatikan langsung bunuh diri, bukan? Pastilah sudah beberapa kali mereka membutuhkan perhatian baik itu SMS, telepon, kunjungan, surat, email atau apapun bentuknya. Karena sudah bertumpuk rasa diabaikan itu, maka terjadilah. *** Ada yang menerjemahkan kalimat inspirasional Ibu Theresa di atas sebagai berikut : Perasaan kesepian, diabaikan, dan tidak diinginkan adalah kemiskinan yang paling parah. Coba lihat sekeliling kita, siapa yang sering kita abaikan? Lihat daftar buku telepon di handphone Anda atau lihat daftar nama orang-orang di akun email Anda. Siapa yang sudah lama tidak mendapat kabar dari Anda? Sudah berapa lama kita sibuk mengurusi hidup kita sendiri dan mengabaikan orang-orang di sekeliling kita? Jangan terlambat. Sumber: Majalah Bahana, Februari 2010 [Kembali] By: Henny | 15 Februari 2010 | 14:02:34 Ya memang bener sih sering kali qta gakmemperhatikan dan tdk hanya tidak memperhatikan bahkan qta juga gak sadar, bahwa qta hidup di dunia ini gak sendirian. Ada sesama qta yg tdk hanya hidup berkecukupan, tp juga ada sesama qta yg butuh kasih Tuhan n uluran tangan qta, sampai ada lagu yg liriknya seperti ini" O betapa indahnya hidup qta jalani, tiada wkt terlewat tanpa bahagia. By: uli | 18 Februari 2010 | 12:20:40 saya senang bangat membaca artikel ini, mengingatkan saya supaya tidak cuek terhadap orang di sekitar saya.dan peduli terhadap keluarga, teman, orang lain.thax bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai. Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||