By: Manati I. Zega | Hot News | 08 Februari 2010, 10:15:08 | Dibaca: 216 kali
Menjalani hidup yang kudus bukan perkara mudah. Diperlukan pengorbanan, ketaatan, dan kesetiaan. Mungkinkah menjalani hidup yang kudus itu?
Tidak berlebihan bila harus diakui bahwa hidup dalam kekudusan bukan hal mudah. Pasalnya Allah yang kudus itu tidak terlihat. Bandingkan dengan godaan yang kasatmata. Berada di depan mata dan amat menggiurkan. Akibatnya, banyak orang yang akhirnya menyerah. Tak kuasa menghadapi terpaan godaan yang menggoyang sendi-sendi kehidupan. Saking beratnya godaan itu, tiga area berbahaya sering menggulung kehidupan orang Kristen.
Kerap terdengar kabar bahwa si-A jatuh ke pelukan seorang wanita. Padahal ia figur yang amat dihormati. Akibat perbuatannya istri, anak, pelayanan, karier, dan rumah tangga hancur berantakan. Demikian pula si-B yang notabene aktivis pelayanan dipenjarakan karena terbukti korupsi. Tidak jarang pula tersiar berita bahwa si-C bertengkar dengan sahabatnya karena rebutan kedudukan. Masih banyak lagi kasus lain yang menjatuhkan anak-anak Tuhan.
AWAS JEBOL! Secara umum, kejatuhan itu dapat disebabkan oleh tanggul pertahanan yang jebol. Bukan hanya tanggul Situ Gintung yang pernah jebol. Namun tanggul pertahanan iman pun bisa hancur. Bila tanggul iman hancur berarti ketidakkudusan masuk dalam hidup seseorang. Siapa pun bisa mengalaminya. Bukanlah jaminan bahwa seseorang yang sudah melayani pasti terhindar dari beragam godaan. Pengalaman itu pernah dialami oleh John Wesley.
Sebenarnya berbicara masalah kekudusan tidak dapat dipisahkan dari tokoh yang satu ini. Namanya John Wesley. John Wesley dilahirkan di tengah-tengah keluarga hamba Tuhan. Ayahnya adalah Pdt. Samuel Wesley— pendeta gereja Anglikan.
Ketika kembali ke Inggris dari pelayanan misinya di Georgia, USA, ia melanjutkan pelayanannya di gereja Anglikan. Dalam suatu kesempatan ia bertemu dengan kelompok Moravian yang sedang bersekutu dan membaca surat Roma, menurut tafsiran Luther. Peristiwa ini sungguh mempengaruhi hidupnya. John merasa ada sesuatu yang perlu dibarui dalam dirinya. Bagaimana caranya? Tidak ada cara lain kecuali hidup dalam kekudusan. Ajaran kekudusan ia dengungkan. “Gereja Metodis dan Nazarene adalah penerus moto kekudusan yang pernah diajarkannya,” cetus Pdt. Dr. Johannis Siahaya (47).
DOSA WARISAN VS DOSA PERBUATAN Menurut Pdt. Dr. Johannis Siahaya ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dosa perbuatan telah dibereskan. Namun, masih ada dosa warisan (akar dosa, yang diturunkan dari Adam, bukan karena perbuatan kita). Dosa ini yang selalu membuat seseorang punya kecenderungan berbuat dosa. Kondisi inilah yang menyebabkan manusia harus bergumul setiap hari karena jatuh bangun dalam dosa dan keduniawian. Nah, untuk itulah manusia perlu membereskan dosa warisan atau akar dosa. Caranya dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah. Roh Kudus akan memimpin hidup seseorang menjalani hidup kudus.
BERSAMA ALLAH SETIAP HARI Ketua Sekolah Tinggi Teologi Nazarene Indonesia (STTNI) Yogyakarta ini mengatakan agar konsisten hidup dalam kekudusan diperlukan langkah awal. Langkah awal yang mendasar adalah hidup dengan Allah setiap hari. Maksudnya bergaullah dengan-Nya melalui pembacaan Alkitab dan berdoa. Pula memelihara ketaatan kepada-Nya. Hidup bersama Allah inilah yang akan memproteksi hidup seseorang. Kita tidak mungkin memproteksi hidup dengan cara lain. Hanya firman dan doa yang mampu memagari dari segala ketidakkudusan.
Selain itu, masih menurut Pdt. Johannis, gereja dan pemimpin-pemimpin rohani harus bertanggung jawab. Bertanggung jawab untuk mengajarkan tentang kekudusan. Suara kekudusan kiranya terus digemakan. Metode pengajaran pun perlu dipikirkan agar relevan dan menarik. Hidup bergaul dengan Allah setiap hari menghindarkan kita dari tindakan tak kudus. Selamat mempraktikkan!
Mengatasi Stres Pada Anak Suatu ketika Moze pulang sekolah dengan mengeluh, “Stres aku,” katanya melempar tas sekolahnya, “Mengapa sih ... Selengkapnya
•
Be Positive…..!!! Betapa seringnya dalam hidup ini kita merasakan adanya suatu dinamika diri yang tidak kita sadari ... Selengkapnya
•
Tolong, Maaf, Terima Kasih Dalam sebuah acara Parenting yang saya pimpin, saya menganjurkan orangtua untuk membiasakan berbicara baik pada ... Selengkapnya
•
Say No to Shyness Banyak orang berpendapat bahwa rasa malu merupakan suatu hal yang wajar. Pandangan ini muncul karena ... Selengkapnya
•
Uang Mudah Mengapa uang yang mudah diperoleh biasanya (baca: selalu) akan cepat habis? Seorang teman menanyakan ini ... Selengkapnya
Pentingnya Pelayanan Anak Melayani anak-anak berdampak bagi Kerajaan Allah. Gereja kiranya menggarapnya dengan serius. Bagaimana dengan gereja Anda?
Bagi ... Selengkapnya
Emet, Aletheia! Selalu akan terjadi dan terjadi lagi fenomena hukum berupa tergugahnya “perasaan keadilan masyarakat” saat menyaksikan ... Selengkapnya
•
300 “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: ‘Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: ... Selengkapnya
Tuhan Atas Hidupku Bacaan: Lukas 11:24-26Belum lama ini seorang ibu meminta saya berdoa untuk rumahnya. Pasalnya, selama beberapa ... Selengkapnya
•
Bagaimana Akhirnya? Bacaan: Kejadian 7:1-16Konferensi mengenai perubahan iklim bernama Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Juni 2009 ... Selengkapnya
•
Belajar Mempercayai Bacaan: Yesaya 55:6-13Suatu hari seekor keledai jatuh terperosok ke dalam sebuah sumur tua. Mengetahui hal ... Selengkapnya
•
Tembok Penghalang Bacaan: Yohanes 4:4-27Jika Anda mengunjungi kota Berlin di Jerman, jangan lupa mengunjungi Gerbang Brandenburg. Bangunan ... Selengkapnya
•
Apa Menu Siang Ini? Bacaan: Filipi 3:17-21Ada 12 jenis makanan yang diyakini oleh para ahli gizi sebagai makanan paling ... Selengkapnya
•
Ungkapan Kasih Bacaan: 1 Korintus 13:1-13Dalam perjalanan pelayanannya, tidak jarang wanita ini ditolak dan diusir. Dihina dan ... Selengkapnya
•
Kasih dan Setia Bacaan: Amsal 3:1-8Berita perceraian yang menimpa salah satu diva terkenal di Indonesia menandakan semakin sulitnya ... Selengkapnya
•
Inspeksi Mendadak Bacaan: Markus 13:33-37Belum genap seminggu menjabat sebagai Menteri Perhubungan Indonesia periode 2009-2014, Freddy Numberi langsung ... Selengkapnya
Hai Manusia, Kenali Musuhmu Menjaga kekudusan hidup bukan perkara mudah. Apalagi di zaman ini. Tetapi, akankah kita menyerah?
Dalam bukunya ... Selengkapnya
Mendukung Doa untuk Palestina Jakarta, BahanaDi kota kelahiran Kristus, Betlehem, pemerintah Palestina memutuskan bahwa walikotanya harus Kristiani, meski mayoritas ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
>Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke:
5454 (Telkomsel),
7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN