08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
The Individual Life HistoryBy: ray | Artikel | 08 Februari 2010, 09:27:24 | Dibaca: 1600 kali Jika individual life history yang ditulis dalam biografi berdasarkan commemorative biography (biografi yang mengagungkan seseorang) atau victorian biography (biografi yang mengungkapkan kebaikan seseorang), pikiran kita mundur ke abad 18-19. Saat itu, Inggris yang diperintah Ratu Victoria mencapai puncak kejayaan. Karena itu, keagungan dan kebaikan seseorang hanya boleh diungkap dalam penulisan biografi. Metode ini selain tidak manusiawi juga tidak realistis. Mengapa? Saat itu dosa sudah merasuki setiap orang, termasuk mereka yang ditulis dalam sebuah biografi. Metode ini hanya tepat diterapkan sebelum kejatuhan manusia. Karena itu, jika hanya keagungan dan kebaikan yang ditulis, generasi selanjutnya tidak pernah mempelajari kekurangan, kelemahan, dan kegagalannya. Kelak, kita tidak pernah tahu apakah ada seseorang yang sudi menulis biografi tentang kita. Jika tidak, tidak masalah karena ada Kitab Kehidupan (KK) yang berisi hitam-putih kehidupan kita selama hidup di dunia. Kitab ini ditulis Tuhan sendiri. Jika biografi atau KK ditulis, ada efek berbeda yang muncul. Secara sosiologis, biografi berdampak bagi orang lain karena efek yang dimunculkan adalah kekaguman dan ketidaksetujuan banyak orang terhadap seseorang. Secara soteriologis, KK berdampak bagi diri sendiri karena efek yang dimunculkan adalah kehidupan dan kematian kekal. Untuk itu, ada dua hikmat yang harus diperhatikan. Miguel de Unamuno, filsuf, berpendapat, “Kesadaran akan kematian membuat manusia matang secara spiritual.” Sementara Salomo berpendapat, “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya” (Pkh. 7:2). Jadi, selama hidup di dunia kematian harus kita sadari dan perhatikan supaya tidak menyia-nyiakan hidup dan berdampak positif bagi orang lain dan keselamatan kita sendiri. Sumber: Renungan Siang, Februari 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||