08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kejarlah KekudusanBy: Manati I. Zega | Hot News | 03 Februari 2010, 08:38:34 | Dibaca: 2259 kali Tujuan hidup manusia bukanlah kebahagiaan atau kesehatan, melainkan kekudusan. Tuhan bukanlah mesin berkat abadi bagi manusia. Dia tidak datang untuk menyelamatkan manusia karena kasihan. Dia datang untuk menyelamatkan manusia karena Dia menciptakan mereka untuk menjadi kudus. (Oswald Chambers) SEBUAH KISAH Akan tetapi, apa yang terjadi? Di luar dugaan anak remaja ini menolak. Ia berpendapat hidup dalam kekudusan sudah ketinggalan zaman. Di luar sana, banyak temannya melakukan hidup bebas. Mereka melakukan seks bebas, mabuk-mabukan, merampok, dan sebagainya. Bahkan ia beragumentasi bahwa hidup dalam kekudusan sudah tidak relevan di zaman yang sudah modern. Baginya, ciri khas kehidupan modern adalah hidup dalam kebebasan. Bukan hidup dalam kekudusan. Sesungguhnya, hidup tidak kudus telah dipraktikkan banyak orang di sepanjang sejarah. Dari sejarah kita belajar akibat negatif kehidupan yang tidak kudus. Agustinus (354—430) bisa dijadikan contoh. Anak dari pasangan Patricius dan Monika ini, belakangan kita ketahui sebagai teolog andal. Ia juga penulis dan pemikir kristiani yang brilian. Agustinus disegani pula di zamannya. Bahkan hingga kini pemikiran-pemikirannya masih relevan. Perjalanan hidupnya begitu kelam. Walau pernah dididik dalam iman kristiani oleh Monika ibunya, namun pada usia 18 tahun ia memilih jalan hidup sesat. Ia meninggalkan imannya kepada Kristus. Ia menjalani hidup yang tidak kudus secara seksual. Di luar pernikahan yang sah, Agustinus hidup bersama seorang wanita selama 12 tahun. Dari kehidupan bersama itu lahir seorang anak laki-laki bernama Deodatus. Pada saat menjalani hidup di luar Kristus, Agustinus mengalami kehampaan hidup. Akibat dari kehampaan itu, ia menjalani kehidupan yang kacau. Memang benar kata Pascal. Dalam pergulatan imannya Pascal mengatakan dalam hati manusia terdapat titik yang kosong yang tidak dapat diisi oleh apa pun kecuali hanya oleh Penciptanya. Rupanya itulah yang dialami Agustinus. Syukurlah ia menanggapi anugerah dalam Kristus. Ia bertobat dan memulai hidup baru. Ia dikuduskan, menjadi ciptaan baru. KONSEP DASAR Sementara menggembalakan kambing domba, muncullah fenomena alam yang tidak lazim. Ada nyala api yang besar namun semak belukar itu tidak terbakar. Musa pun penasaran. Ia hendak melihat dari dekat apa yang sedang terjadi. Pada saat yang sama, dari dalam semak duri yang menyala-nyala itu terdengarlah suara. “Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” (Kej. 3:3-5). Dalam Perjanjian Lama (PL), kata kudus muncul pertama kali pada ayat di atas. Tentu kita akan bertanya apakah yang membuat tanah itu kudus? Kapan tanah itu dinyatakan kudus? Seandainya tanah tersebut dibawa ke laboratorium dan diperiksa strukturnya, apakah ada perbedaannya dengan tanah yang lain di sekitarnya? Ya, mungkin masih banyak deretan pertanyaan lain yang melintas di benak kita. PEMISAHAN Ketika seorang imam mengkhususkan suatu barang tertentu untuk dipakai di rumah Tuhan, maka barang itu dinyatakan kudus. Apa yang membuatnya kudus? Tentu karena ia dipisahkan atau dikhususkan untuk maksud tertentu. Dalam Alkitab Terjemahan Baru, kata dasar kudus dan semua kata yang berkaitan dengan kata itu diterjemahkan dengan beberapa istilah. Istilah-istilah dimaksud adalah dikhususkan, didedikasikan, dikonsekrasikan, disucikan, dipisahkan, kudus, atau orang kudus. Apa pun konteks kata ini, semuanya berakar dalam konsep pemisahan. SERUAN YANG MENGGEMA Bukan hanya PL yang membicarakan pentingnya kekudusan. Seruan yang sama menggema pula dalam PB. Petrus begitu keras menekankan betapa pentingnya kekudusan itu. “Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1 Ptr. 1:15- 16). Karakter Allah adalah kudus. Karena itu barang siapa yang mengikuti-Nya kiranya hidup dalam kekudusan pula. Mungkinkah hal itu terjadi? Bagaimana caranya? Rasul Paulus menasihati Timotius, anak didik rohaninya. “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni” (2 Tim. 2:22). Ada dua istilah penting yang digunakan dalam ayat itu. Pertama, jauhilah. Kedua, kejarlah. Kata jauhilah mengandung pengertian pisahkan diri Anda dari. Sedangkan kejarlah berarti pisahkan diri Anda kepada. TAK ADA TEMPAT Adalah sikap yang bijaksana jika orang-orang Kristen menuntut hidup dalam kekudusan. Dia memanggil kita untuk hidup kudus, bukan untuk kecemaran. Sumber: Majalah Bahana, Februari 2010 [Kembali] By: rina | 15 September 2010 | 07:11:14 hidup kudus, itu Harus!!!!!! say NO!! to sins. Jesus is everything. rasakn bhwa Tuhan ada kpn & dmna saja..shgga qta ttap brada dlm kkudusan KKUDUSAN tdak bsa ditwar - twar. GBU Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||