By: Dian | Inspirasi | 02 Februari 2010, 13:05:41 | Dibaca: 1043 kali
Ayah Adrianus seorang kepala sekolah SD di pulau Sumba. Ia tidak memiliki harta berlimpah. Karena itu, ayahnya selalu berpesan dan berusaha agar anak-anaknya mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. “Saya tidak punya apa-apa untuk warisan, kejarlah pendidikan, jadi orang. Karena duit tidak ada, harta tidak ada,” tutur Adrianus mengulang kata-kata ayahnya. Karena itu, pendidikan hal yang penting untuknya.
Ia prihatin dengan dunia pendidikan Indonesia yang cenderung dipolitisasi. Ganti menteri, ganti kebijakan. “Kalau begitu kita bereksperimentasi dengan anak-anak kita,” katanya. Di negara maju, lanjutnya, mereka memikirkan pendidikan secara serius dan matang, karena itu kebijakannya tidak mudah berubah. Keprihatinan ini yang menjadi alasan Adrianus menerima tawaran terlibat di Universitas Pelita Harapan.
Selain politisasi, kebutuhan hidup juga menghambat anak-anak untuk mengakses pendidikan. Banyak dari mereka lebih memilih sekolah kejuruan agar dapat langsung bekerja. “Itu baik, tapi maksud saya itu tidak cukup. Sekolah kejuruan, itu karena tuntutan hidup. Tapi barangkali perlu dilengkapi juga dengan pendidikan lain yang sifatnya lebih umum,” katanya. Karena jika hanya menguasai pekerjaan teknis, dengan kemajuan teknologi, pekerjaan semacam itu bisa diambil alih oleh mesin atau robot.
Menurut Adrianus, dunia pendidikan Indonesia membutuhkan perubahan ke arah yang pasti dan lebih baik. Perubahan ini harus dimulai dari pendidikan paling dasar. Ia juga memandang perlunya menumbuhkan keberanian berpikir dalam diri anak-anak. Selain itu, yang penting diperhatikan adalah pendidikan karakter. Untuk membangun karakter, semua pihak harus terlibat, tidak hanya sekolah, tetapi juga orangtua dan lingkungan.
Karakter yang ingin dibangun antara lain kejujuran, kesetiaan, tekun, rajin, memperhatikan orang lain. “Kita tidak bisa mengharapkan manusia untuk sempurna. Rasul Paulus pun mengatakan dia tidak sempurna, tapi dia terus-menerus berusaha menuju ke sana. Jadi, kalau kita mengatakan mempunyai karakter seperti Yesus, meski tidak persis sama, paling tidak ada sedikit kerinduan untuk memperbaiki diri ke arah itu,” demikian Adrianus.
saya sangat setuju dengan anda dan saya sangat tertarik dengan cerita anda,,,akan tetapi pada zaman sekarang banyak masyarakat menganggap bahwa seorang anak petani maka dia akan jadi petani, akan tetapi banyak masyarakat yang sadar akan pendidikan tetapi mereka terkendala oleh biaya yang begitu mahal, sehingga ada anggapan bahwa "Pendidikan itu mahal",,,,,,,,,
Kisah Kasih di Wonogiri Jejak-jejak Kesembuhan di Hari Jadi Wonogiri ke-269
Langit di Kabupaten Wonogiri sedang tak bersahabat. Mendung, hujan, ... Selengkapnya
Remaja & Pacaran Wajarkah jika remaja Anda mulai melirik lawan jenisnya? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Sebagian orangtua ... Selengkapnya
•
Mempersulit Tuhan? “Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan ... Selengkapnya
•
Jangan Terperdaya Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya (Ams. 12:5)
Seorang teman dengan penuh semangat ... Selengkapnya
•
Menghargai Kemampuan Diri Orang yang puas dengan dirinya akan menghargai kapasitasnya. Dia membangun motivasi internal untuk mendisiplin diri, ... Selengkapnya
Berjalan dalam Waktu Tuhan Ester Setiawan (43), adalah seorang staf administrasi keuangan di salah satu perusahan kontraktor di Jakarta. ... Selengkapnya
Kristen Popeye Mazmur 119:97-105Popeye The Sailor Man adalah nama serial kartun yang cukup terkenal di kalangan anak-anak. ... Selengkapnya
•
Bejana yang Diremukkan Yeremia 18:1-7Setelah berkhotbah di hadapan ratusan orang, Hokkie diminta berkhotbah di hadapan tidak lebih dari ... Selengkapnya
•
Awasilah Pikiranmu Bacaan: Filipi 4:2-9 Sebuah sistem elektronik baru untuk fungsi sensor bernama ClearPlay kini mulai diterapkan ... Selengkapnya
•
Dua Kunci Sukses Bacaan: Amsal 24:1-7Hoka-Hoka Bento, J.CO Donuts & Coffe, Lea, dan Byon adalah beberapa merk asli ... Selengkapnya
•
Everything Is Possible Bacaan: Matius 19:16-26Percayakah Anda bahwa suatu saat kelak manusia akan dapat terbang? Inilah pertanyaan yang ... Selengkapnya
•
Menghadapi Jalan Buntu Bacaan: Mazmur 25:14-22Sewaktu kecil saya sering bersepeda mengelilingi kompleks tempat tinggal saya. Meski terkadang melelahkan, ... Selengkapnya
•
Adakah Tuhan? Bacaan: Keluaran 17:1-7Sebuah situs radio internasional menyebutkan, menurut hasil penelitian yang melibatkan Vrije Universiteit di ... Selengkapnya
•
Gagal Itu Biasa Bacaan: Hakim-hakim 16:23-31Berbicara mengenai kegagalan, kita pasti tidak mau mengalaminya, tetapi harus mengalaminya jika ingin ... Selengkapnya
Ateisme Masih Menjadi Masalah Jakarta, BahanaAteisme masih merupakan masalah. Sebagai cabang aliran ini masih terus bertumbuh dan mengambangkan sayap. ... Selengkapnya
•
Yulia dan Kawan-kawannya Jakarta, Bahana
“Di akhir 2009, saya sedang mendengarkan lagu-lagu rohani. Saat itulah muncul kerinduan saya untuk ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
>Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke:
5454 (Telkomsel),
7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN