08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Prof. Dr. Adrianus Mooy - Pentingnya PendidikanBy: Dian | Inspirasi | 02 Februari 2010, 13:05:41 | Dibaca: 5730 kali Ayah Adrianus seorang kepala sekolah SD di pulau Sumba. Ia tidak memiliki harta berlimpah. Karena itu, ayahnya selalu berpesan dan berusaha agar anak-anaknya mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. “Saya tidak punya apa-apa untuk warisan, kejarlah pendidikan, jadi orang. Karena duit tidak ada, harta tidak ada,” tutur Adrianus mengulang kata-kata ayahnya. Karena itu, pendidikan hal yang penting untuknya. Ia prihatin dengan dunia pendidikan Indonesia yang cenderung dipolitisasi. Ganti menteri, ganti kebijakan. “Kalau begitu kita bereksperimentasi dengan anak-anak kita,” katanya. Di negara maju, lanjutnya, mereka memikirkan pendidikan secara serius dan matang, karena itu kebijakannya tidak mudah berubah. Keprihatinan ini yang menjadi alasan Adrianus menerima tawaran terlibat di Universitas Pelita Harapan. Selain politisasi, kebutuhan hidup juga menghambat anak-anak untuk mengakses pendidikan. Banyak dari mereka lebih memilih sekolah kejuruan agar dapat langsung bekerja. “Itu baik, tapi maksud saya itu tidak cukup. Sekolah kejuruan, itu karena tuntutan hidup. Tapi barangkali perlu dilengkapi juga dengan pendidikan lain yang sifatnya lebih umum,” katanya. Karena jika hanya menguasai pekerjaan teknis, dengan kemajuan teknologi, pekerjaan semacam itu bisa diambil alih oleh mesin atau robot. Menurut Adrianus, dunia pendidikan Indonesia membutuhkan perubahan ke arah yang pasti dan lebih baik. Perubahan ini harus dimulai dari pendidikan paling dasar. Ia juga memandang perlunya menumbuhkan keberanian berpikir dalam diri anak-anak. Selain itu, yang penting diperhatikan adalah pendidikan karakter. Untuk membangun karakter, semua pihak harus terlibat, tidak hanya sekolah, tetapi juga orangtua dan lingkungan. Karakter yang ingin dibangun antara lain kejujuran, kesetiaan, tekun, rajin, memperhatikan orang lain. “Kita tidak bisa mengharapkan manusia untuk sempurna. Rasul Paulus pun mengatakan dia tidak sempurna, tapi dia terus-menerus berusaha menuju ke sana. Jadi, kalau kita mengatakan mempunyai karakter seperti Yesus, meski tidak persis sama, paling tidak ada sedikit kerinduan untuk memperbaiki diri ke arah itu,” demikian Adrianus. Sumber: Majalah Bahana, Februari 2010 [Kembali] By: dian rosdiana | 01 Mei 2010 | 16:20:06 Pentingnya pendidikan,,,,, saya sangat setuju dengan anda dan saya sangat tertarik dengan cerita anda,,,akan tetapi pada zaman sekarang banyak masyarakat menganggap bahwa seorang anak petani maka dia akan jadi petani, akan tetapi banyak masyarakat yang sadar akan pendidikan tetapi mereka terkendala oleh biaya yang begitu mahal, sehingga ada anggapan bahwa "Pendidikan itu mahal",,,,,,,,, Terima kasih By: abdul | 18 Agustus 2010 | 22:27:29 di bangsa kita masih bnyak skali anak2 yang tidak dapat merasakan bagaimna nikmatnya pendidikan dan banyak pula anak bangsa yang tdak dapat meraskan pendidikan yang layak, dan semua ini siapa yang harus di persalahkan? Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||