11 Maret 2010, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
The Power of PurityBy: Manati I. Zega | Hot News | 01 Februari 2010, 09:33:11 | Dibaca: 170 kali Kekudusan hidup bukan pilihan tapi keharusan. Menjalani dalam hidup sehari-hari mendatangkan damai dan sukacita. Namun, mengabaikannya mengundang kehancuran. Silakan memilih! Zaman sekarang, berbicara mengenai kekudusan kerap dianggap tidak relevan. Bahkan, orang yang menjalani hidup kudus dicap aneh. Remaja yang tidak free sex justru ditolak kelompoknya. Remaja demikian dinilai tidak mengikuti perkembangan zaman. Di keluarga, orangtua yang menjalankan firman Tuhan dianggap kolot. Tidak membuka mata terhadap kemajuan zaman. Sebagian orang mengatakan bahwa nilai-nilai rohani mengekang kebebasan. Tidak memberi ruang untuk berekspresi. Pegawai yang tidak mau korupsi, hidup jujur justru kariernya dihambat. Bahkan diberi sanksi sosial, dikucilkan dalam pergaulan, dst. Persoalan di atas makin kokoh dengan filosofi posmodern. Filosofi ini menganggap kebenaran itu relatif sifatnya. Implikasi dari pemahaman tersebut, orang sering mengidentikkan dengan kebebasan. Bebas melakukan apa saja yang dikehendaki karena kebebasan adalah hak azasi manusia. Pengertian ini cenderung meniadakan nilai-nilai fundamental, yakni nilai-nilai iman. Nah, inilah spirit zaman di mana kita hidup. Lalu, bila kebebasan dianggap superior, maka nilai-nilai moral cenderung ditiadakan. Tidak heran tiga area terlarang sering menjatuhkan orang-orang percaya. Hamba Tuhan, aktivis, pemuda—pemudi akhirnya takluk pada area ini. Area-area yang dimaksud adalah harta, wanita, dan tahta. Demi mengejar harta, orang rela KKN. Demi menikmati kepuasan seksual orang melakukan perselingkuhan bahkan menghalalkan perceraian. Demi menggapai tahta, seseorang tega “menghajar” teman sendiri. Melakukan segala tindakan tak terpuji untuk menjatuhkan lawan. Sebagai orang Kristen, bagaimana kita dapat hidup kudus di tengah zaman seperti ini? Mungkinkah hidup kudus dilakukan sementara kebanyakan orang mengabaikannya? Dapatkah hidup kudus dijadikan gaya hidup, sementara figur moral justru tumbang dihajar kenikmatan dunia? Siapa yang dijadikan panutan bila semua orang melakukan hal yang menyakiti Tuhan? Ya, Petrus menegaskan, “Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus” (1 Ptr. 1:15-16). Pilihan di tangan kita. Menuruti firman Tuhan mendatangkan sejahtera. Sebaliknya mengikuti dunia menghancurkan hidup. Sumber: Majalah Bahana, Februari 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: 5454 (Telkomsel), 7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Online Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2010 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||