08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mengulik Mantra Sang PawangBy: Leni Marlin/Rob/Gro | Hot News | 20 Januari 2010, 09:38:01 | Dibaca: 1888 kali Hujan adalah berkat. Hujan juga sanggup membawa malapetaka. Tergantung, bagaimana sikap kita terhadapnya. Hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri. Begitu kira-kira bunyi peribahasa yang tak lagi asing di telinga. Artinya, orang lebih merasa bahagia, beruntung, dan bersyukur bisa tinggal di negeri sendiri, berkumpul dengan saudara sedarah dan sekandung, meski hidup biasa-biasa saja. Tapi, bagaimana jika hujan deras turun bertubi-tubi, merusak, merugikan, atau pun hanya menyusahkan – bahkan ketika ingin mengikuti acara rohani sekalipun – apakah hati tetap mampu mengucap syukur? MUSIM TAK TENTU Di tengah musim yang tak tentu itu, bermacam acara ramai digelar. Apalagi akhir dan awal tahun yang sarat dengan libur panjang. Pesta tahun baru, pernikahan, atau sekadar acara reuni besar-besaran. Beruntung jika diadakan dalam ruangan, beberapa orang lebih memilih acara di luar. Rasanya lebih fresh dan hidup. Nah, masalahnya, jika hujan datang tiba-tiba, apa yang harus dilakukan? SEDIAKAN PAWANG? Ada beberapa tokoh di Alkitab yang pernah melakukan hal yang sama. Salah seorang di antaranya adalah Nabi Elia. Dalam 1 Raja-raja 17 disebutkan bahwa Elia menahan hujan bahkan embun pada tahun-tahun itu, “...kecuali kalau kukatakan” (1 Raja-raja 17:1). Yakobus pun menuliskan kembali kisah Elia ini dalam Yak 5:17. Menurut Prof. Dr. Ir. John FoEh (51), prosesi yang dilakukan Elia untuk menahan hujan terkait dengan peribadahan. “Ada satu kepentingan atau ritual yang harus dilakukan untuk meyakinkan umat tentang kehadiran Allah. Elia menahan hujan untuk melawan nabi Baal yang meminta hujan,” ujar Ketua STIE Gandhi ini ketika diwawancara oleh Bahana di Mamasa, Sulawesi Barat (21/11). KAPASITAS ELIA
“Kalau hanya meminta, saya setuju. Sebagai anak Tuhan, kita diberi hak untuk berbincang dengan Tuhan, juga meminta sesuatu. Begitu juga dengan ini. Hanya saja perlu diperhatikan caranya. Kita harus sadar, yang di posisi Tuhan itu siapa,” ujar Pdt. Natanael. TERLAMBAT Ia menjelaskan bahwa manusia sebetulnya harus berdamai dengan alam. Sejak dari proses penciptaan, Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya, teologi Kristen sering salah menginterpretasikan Kej.1:28, “Beranakcuculah... berkuasalah atas...di bumi.” Tampaknya, kata kuasa memberikan kebebasan kepada manusia untuk mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) sehingga melewati ambang batas ekosistem dan mengakibatkan kerusakan. Karena pelanggaran itu, manusia kini merasakan akibatnya. “Berdoa boleh saja, persoalan Tuhan jawab atau tidak kan kita tidak tahu. Tapi, jalan keluarnya sebenarnya adalah menaati aturan yang sudah diletakkan Allah. Selesai,” pungkas John. BUKAN PAWANG BIASA Apakah dengan demikian doa memohon hujan agar tidak turun akan selalu berhasil? Tidak juga. Suatu kali gereja mengadakan sebuah acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di lapangan terbuka. Meski sudah berdoa, hujan tetap turun. Akan tetapi, jemaat yang hadir sama sekali tidak beranjak dari tempat mereka. “Jadi, tergantung motivasinya, kalau benar-benar cari Tuhan, mau panas atau hujan, tidak jadi masalah. Selain itu, peristiwa ini juga menunjukkan besar kuasa Tuhan. Orang luar yang melihat akan berpendapat bahwa Tuhan kita memang hebat dan layak ditinggikan,” tutup Pdt. Hardy. Sumber: Majalah Bahana, Januari 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||