07 September 2010, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Krisna Bayu - Tak Kunjung Surut Berprestasi, Medali emasnya bukti penyertaan TuhanBy: Gro | Profil | 02 Januari 2010, 09:52:08 | Dibaca: 607 kali Kelumpuhan nyaris membuatnya mundur. Tetapi kedekatan dengan Tuhan memulihkannya. Mengangkat prestasinya dan menaklukkan kesombongannya. Di antara atlet Indonesia yang berlaga di Sea Games ke-25 di Laos, bulan lalu, terdapat pejudo senior Krisna Bayu (34). Keikutsertaannya di ajang bergengsi tingkat Asia Tenggara ini memang bukan yang pertama. Untuk kawasan Asia Tenggara, Krisna Bayu begitu ditakuti lawan-lawannya. Ya, atlet asal Jawa Tengah ini memiliki teknik yang sulit ditandingi pejudo lain. Berbagai medali dari berbagai ajang dikantonginya. Ia adalah peraih rutin medali emas Sea Games. Bahkan pada Sea Games 1997 di Jakarta, ia meraih dua emas. Nama Indonesia diharumkannya di ajang Olimpiade. Ia tampil di tiga Olimpiade: Atlanta, AS (1996), Sidney, Australia (2000) dan Athena, Yunani (2004). Tawaran tampil di Olimpiade 2008 Beijing ditampiknya. “Saya lebih memilih memberikan kesempatan kepada atlet muda,” katanya ketika ditemui di Billiard, Senayan City, Jakarta, sebelum menuju Laos. Kini sudah 20 tahun ia berkecimpung di ajang judo. Namun, tekad memberikan yang terbaik masih mengiang kuat di telinganya. Karena itu, di usia yang tidak lagi muda, ia masih menyanggupi untuk membela tanah air di Laos. Sempat Lumpuh Sejak itu berlatih, berlatih, dan berlatih menjadi menu harian Krisna. Namun tidak semuanya berjalan mulus. Pada usia 16 tahun, cedera menghampirinya. Ia mengalami kelumpuhan. “Saya sombong,” katanya mengaku. Bagi atlit, pemanasan merupakan keharusan. Tapi karena merasa hebat, ia tidak mengindahkan pola peregangan otot. Begitu berlatih tanding, bantingan lawan langsung membuatnya KO. Krisna pun tak sadarkan diri. Ketika sadar, ia mendapati kakinya tidak bisa digerakkan. Ia divonis lumpuh meski tidak permanen. Kelumpuhan yang membuatnya berpikir untuk pensiun. “Saat saya terbaring di tempat tidur, saya sadar telah arogan dan sombong. Merasa yang terbaik dan terhebat,” kenang jemaat GBI Semarang ini. Selama 11 bulan, Krisna yang dibesarkan di Sasana Satria Tengarang, Semarang, ini melakukan terapi penyembuhan. Bersamaan dengan itu, ia mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia sadar, kalau terus berlaku sombong, Tuhan akan mempermalukannya. “Semua indah Tuhan!” Kemurahan Tuhan menghampirinya. Di dua ajang tersebut, ia berhasil memperoleh emas. Ia pun menjadi pejudo nomor satu di tanah air. Sejak itu, sosoknya semakin diperhitungkan. Ia melejit menjadi atlet terbaik di Asia. Padahal kondisinya masih belum sempurna. Kedua lututnya masih sering cedera akut. Tapi ia tetap berkeras. Krisna percaya Tuhan selalu menyertai. Dan kesuksesan pun mengikutinya. Yang paling mengesankan adalah keberhasilannya meraih emas dalam kejuaraan Asian Martial Art Games 2009 di Bangkok. Kejuaraan ini memeterai Krisna sebagai pejudo terbaik di Asia. “Semua indah Tuhan! Saya menang Tuhan! Saya yakin, Kau tidak akan mempermalukan saya. Rencana-Mu selalu indah!” begitu penggalan doa ketika golden poin diraihnya. Atas keberhasilannya, Krisna mendapat penghargaan Parama Krida Karya dari pemerintah. Memaknai begitu banyak medali emas yang terkalung di lehernya, suami dari Etty Krisna ini menyebutnya sebagai bukti penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Sumber: Majalah Bahana, Januari 2010 [Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
![]() Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: 5454 (Telkomsel), 7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Online Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2010 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||