By: aw | Tips | 31 Desember 2009, 08:16:26 | Dibaca: 470 kali
Banyak orang berpendapat bahwa rasa malu merupakan suatu hal yang wajar. Pandangan ini muncul karena rasa malu biasanya menghinggapi banyak orang, sehingga hal itu kemudian disebut wajar. Pada suatu kali, saya menemui seorang teman yang agak malu terhadap lawan jenis. Teman saya ini (sebut saja Tono) sebenarnya memendam perasaanya terhadap teman gerejanya, tetapi ia tidak berani mengungkapkannya. Ia selalu berpikir tidak cukup layak untuk menjadi calon kekasih gadis tersebut.
Selidik punya selidik, ternyata ia kurang memahami sisi psikis wanita sehingga ia tidak memiliki kebaranian untuk melangkah ke depan. Jadi, kondisi jiwa Tono tertutup oleh rasa malu, ditambah dengan kurangnya informasi tentang cara seorang wanita merespons kenyataan, sehingga ia merasa tidak dapat berbuat apa-apa. Dari kasus tersebut, kita dapat melihat bahwa rasa malu dapat menghambat potensi diri seseorang.
Akar Masa Lalu Seperti banyak masalah psikologis lainnya, sifat malu mulai muncul pada awal masa kanak-kanak, ketika kita belum berpengalaman untuk membantu diri sendiri. Hubungan kita dengan orang lain pada masa-masa itu, terutama dengan orangtua, adalah sesuatu yang sangat penting. Orangtualah yang bertanggung jawab atas sekumpulan kenangan yang akan mempengaruhi Anda sepanjang sisa hidup kita kelak.
Orang yang semasa kanak-kanak diperlakukan kurang pantas oleh orangtuanya, akan tumbuh dengan perasaan yang tidak yakin terhadap diri sendiri. Mereka cenderung bersikap tertutup dan kurang mampu bersosialisasi. Misalnya kerap dipermalukan, dimarahi di muka umum, dan lain sebagainya. Bahkan saat ia sangat membutuhkan sentuhan kasih dari orangtua, justru kritik atau celaan yang diperoleh.
Jika dirunut kembali, pengalaman dalam keluarga bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya perasaan tersebut. Peranan media massa dan lingkungan pergaulan sosial juga memberikan pengaruh yang tidak kecil. Saya pernah bertemu beberapa gadis yang merasa kurang percaya diri hanya karena memiliki kulit gelap. Mereka adalah kurban media yang mengatakan bahwa cantik harus berkulit putih.
Secara tidak sadar, kita cenderung berusaha melupakan apa pun yang melukai perasaan kita. Proses ini disebut represi atau penekanan. Kita menekan kenang-kenangan yang tidak menyenangkan jauh ke belakang, memaksanya keluar dari pikiran sadar kita dan mendorongnya masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita, dan menggantinya dengan pikiran-pikiran yang menyenangkan. Namun, ketika kita di kemudian hari a mengalami sedikit saja pengalaman yang mengingatkan akan pengalaman yang menyakitkan itu, maka kenangan yang tersimpan di alam pikiran bawah sadar kita menjadi terstimulasi kembali.
Perasaan tidak yakin terhadap diri sendiri yang diperkuat dengan pengalaman itulah yang akan membuat seseorang terluka dan memunculkan rasa malu (minder) dalam dirinya. Prosesproses di atas mungkin tidak kita ingat secara mendalam. Biasanya hanya emosi kita yang memanas. Kita hanya ingat akan ketegangan, ketakutan, atau perasaan tidak enak yang menjengkelkan. Kita lebih teringat pada perasaan yang menyakitkan yang berkaitan dengan pengalaman tidak menyenangkan tersebut dan bukannya pada pengalaman itu sendiri. Inilah titik simpul yang harus dibenahi.
Peran Seorang Teman Untuk mengatasi perasaan tersebut, kehadiran seorang teman sangat mutlak kita perlukan. Dengan adanya orang lain yang bersedia memberikan penerimaan yang diperlukan, maka akan terjadi sebuah atmosfer yang saling menguatkan. Dalam menjalin sebuah persahabatan, hubungan itu harus menjadi pendorong dan bukan sebagai kompensasi untuk perasaan malu dan ketidakpuasan.
Untuk memulainya, kita harus membuat hubungan (bersekutu) dengan membangun hubungan yang sehat dengan Tuhan dan saling mengingatkan dengan sahabat kita, kemudian mulailah untuk jujur terhadap diri sendiri. Kejujuran ini akan sangat mempengaruhi hubungan kita dengan sahabat kita karena melalui keterbukaan, kita akan dipulihkan. Kejujuran adalah awal dari pemulihan.
Setelah itu, mulailah berkomitmen untuk saling mendoakan agar kuasa Tuhan tercurah dalam hubungan persahabatan tersebut. Setelah kita melewati proses-proses itu, lihat dan rasakanlah bagaimana jiwa dan kehidupan rohani kita akan semakin sehat dan dewasa di dalam Tuhan. Amin.
Kisah Kasih di Wonogiri Jejak-jejak Kesembuhan di Hari Jadi Wonogiri ke-269
Langit di Kabupaten Wonogiri sedang tak bersahabat. Mendung, hujan, ... Selengkapnya
Remaja & Pacaran Wajarkah jika remaja Anda mulai melirik lawan jenisnya? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Sebagian orangtua ... Selengkapnya
•
Mempersulit Tuhan? “Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan ... Selengkapnya
•
Jangan Terperdaya Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya (Ams. 12:5)
Seorang teman dengan penuh semangat ... Selengkapnya
•
Menghargai Kemampuan Diri Orang yang puas dengan dirinya akan menghargai kapasitasnya. Dia membangun motivasi internal untuk mendisiplin diri, ... Selengkapnya
Berjalan dalam Waktu Tuhan Ester Setiawan (43), adalah seorang staf administrasi keuangan di salah satu perusahan kontraktor di Jakarta. ... Selengkapnya
Kristen Popeye Mazmur 119:97-105Popeye The Sailor Man adalah nama serial kartun yang cukup terkenal di kalangan anak-anak. ... Selengkapnya
•
Bejana yang Diremukkan Yeremia 18:1-7Setelah berkhotbah di hadapan ratusan orang, Hokkie diminta berkhotbah di hadapan tidak lebih dari ... Selengkapnya
•
Awasilah Pikiranmu Bacaan: Filipi 4:2-9 Sebuah sistem elektronik baru untuk fungsi sensor bernama ClearPlay kini mulai diterapkan ... Selengkapnya
•
Dua Kunci Sukses Bacaan: Amsal 24:1-7Hoka-Hoka Bento, J.CO Donuts & Coffe, Lea, dan Byon adalah beberapa merk asli ... Selengkapnya
•
Everything Is Possible Bacaan: Matius 19:16-26Percayakah Anda bahwa suatu saat kelak manusia akan dapat terbang? Inilah pertanyaan yang ... Selengkapnya
•
Menghadapi Jalan Buntu Bacaan: Mazmur 25:14-22Sewaktu kecil saya sering bersepeda mengelilingi kompleks tempat tinggal saya. Meski terkadang melelahkan, ... Selengkapnya
•
Adakah Tuhan? Bacaan: Keluaran 17:1-7Sebuah situs radio internasional menyebutkan, menurut hasil penelitian yang melibatkan Vrije Universiteit di ... Selengkapnya
•
Gagal Itu Biasa Bacaan: Hakim-hakim 16:23-31Berbicara mengenai kegagalan, kita pasti tidak mau mengalaminya, tetapi harus mengalaminya jika ingin ... Selengkapnya
Ateisme Masih Menjadi Masalah Jakarta, BahanaAteisme masih merupakan masalah. Sebagai cabang aliran ini masih terus bertumbuh dan mengambangkan sayap. ... Selengkapnya
•
Yulia dan Kawan-kawannya Jakarta, Bahana
“Di akhir 2009, saya sedang mendengarkan lagu-lagu rohani. Saat itulah muncul kerinduan saya untuk ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
>Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke:
5454 (Telkomsel),
7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN