Saling Mengampuni

By: cj | Renungan | 17 Des 2009, 07:57:24 | Dibaca: 1979 kali

Bacaan: Efesus 4:17-32
Setiap anak kecil jikalau diganggu atau bertengkar umumnya akan menangis. Demikianlah juga, putri kami yang baru 4 tahun. Tangisannya tidak akan segera berhenti walau kami telah menghibur dan memintanya memaafkan sang kakak. Ia baru akan berhenti menangis setelah kakaknya datang meminta maaf dan mencium pipinya. Putri kami sebenarnya bukan pendendam hanya ingin diperhatikan oleh kakaknya yang telah membuatnya menangis.

Dalam kehidupan kita juga sering menyaksikan dan mengalami pertengkaran, perselisihan, perkelahian, dan konflik terjadi di antara saudara, keluarga, dan saudara seiman. Ketika hal-hal itu terjadi, tali persahabatan dan persaudaraan dapat menjadi terputus karena masing-masing pihak tidak mau belajar saling mengampuni dan berdamai kembali satu dengan yang lain. Walaupun kadang-kadang salah seorang sudah meminta maaf, orang yang sudah sering disakiti tidak mudah mengampuni karena sudah mengalami luka yang dalam sehingga sulit disembuhkan. Keadaan ini jelas tidak menguntungkan dan dapat merusak emosi dan aktivitas hidup seseorang. Jikalau ada di antara kita yang mengalami hal demikian, ingatkan Tuhan Yesus yang mati di kayu salib untuk kita bukan hanya sudah mendamaikan kita dengan Allah, tetapi juga mau mendamaikan kita dengan sesama kita dan diri kita sendiri yang penuh luka batin dan akar kepahitan. Yesus tidak menginginkan hal demikian terjadi di dalam kehidupan kita.

Sebagaimana Tuhan pernah memampukan Yusuf untuk mengampuni saudara-saudara yang telah berbuat jahat kepadanya, Dia juga mau menolong kita untuk mengampuni orang-orang yang telah menyakiti kita. Jika kita tidak mau mengampuni, Yesus juga mengatakan Bapa kita yang di surga juga tidak mengampuni kesalahan kita (Mat. 6:14-15). Oleh karena itu, marilah kita saling mengampuni dan mengasihi. Tujuannya bukan hanya agar hidup kita dipulihkan dan berkemenangan, hubungan dengan sesama dipulihkan, tetapi doa-doa kita juga akan dijawab oleh Tuhan. Dengan demikian, berkat Tuhan akan dengan lancar mengalir di dalam hidup kita, baik secara jasmani maupun rohani.

Sumber: Renungan Malam, Desember 2009

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13