• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

Saling Mengampuni

By: cj | Renungan | 17 Des 2009, 07:57:24 | Dibaca: 2293 kali

Bacaan: Efesus 4:17-32
Setiap anak kecil jikalau diganggu atau bertengkar umumnya akan menangis. Demikianlah juga, putri kami yang baru 4 tahun. Tangisannya tidak akan segera berhenti walau kami telah menghibur dan memintanya memaafkan sang kakak. Ia baru akan berhenti menangis setelah kakaknya datang meminta maaf dan mencium pipinya. Putri kami sebenarnya bukan pendendam hanya ingin diperhatikan oleh kakaknya yang telah membuatnya menangis.

Dalam kehidupan kita juga sering menyaksikan dan mengalami pertengkaran, perselisihan, perkelahian, dan konflik terjadi di antara saudara, keluarga, dan saudara seiman. Ketika hal-hal itu terjadi, tali persahabatan dan persaudaraan dapat menjadi terputus karena masing-masing pihak tidak mau belajar saling mengampuni dan berdamai kembali satu dengan yang lain. Walaupun kadang-kadang salah seorang sudah meminta maaf, orang yang sudah sering disakiti tidak mudah mengampuni karena sudah mengalami luka yang dalam sehingga sulit disembuhkan. Keadaan ini jelas tidak menguntungkan dan dapat merusak emosi dan aktivitas hidup seseorang. Jikalau ada di antara kita yang mengalami hal demikian, ingatkan Tuhan Yesus yang mati di kayu salib untuk kita bukan hanya sudah mendamaikan kita dengan Allah, tetapi juga mau mendamaikan kita dengan sesama kita dan diri kita sendiri yang penuh luka batin dan akar kepahitan. Yesus tidak menginginkan hal demikian terjadi di dalam kehidupan kita.

Sebagaimana Tuhan pernah memampukan Yusuf untuk mengampuni saudara-saudara yang telah berbuat jahat kepadanya, Dia juga mau menolong kita untuk mengampuni orang-orang yang telah menyakiti kita. Jika kita tidak mau mengampuni, Yesus juga mengatakan Bapa kita yang di surga juga tidak mengampuni kesalahan kita (Mat. 6:14-15). Oleh karena itu, marilah kita saling mengampuni dan mengasihi. Tujuannya bukan hanya agar hidup kita dipulihkan dan berkemenangan, hubungan dengan sesama dipulihkan, tetapi doa-doa kita juga akan dijawab oleh Tuhan. Dengan demikian, berkat Tuhan akan dengan lancar mengalir di dalam hidup kita, baik secara jasmani maupun rohani.

Sumber: Renungan Malam, Desember 2009

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer



© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2015
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13