• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

Ibu Selingkuh, Anak Bingung

By: Pdt. Dr. Hanny Layantara, MA & Pdm. Dr. Agnes Maria Layantara, MA | Konseling | 15 Des 2009, 11:33:00 | Dibaca: 4745 kali

Saya adalah seorang wanita, anak kedua dari dua bersaudara. Keluarga kami sebenarnya cukup harmonis. Persoalan memang ada, tetapi dapat diselesaikan dengan baik. Namun beberapa waktu lalu saya mendapati kenyataan, ibu saya telah berselingkuh. Yang paling menyakitkan, orang yang menjadi PIL-nya adalah salah satu kenalan baik keluarga kami.

Kami memang tidak pernah melihat mereka berduaan secara langsung. Namun dari pembicaraan orang serta sikapnya belakangan ini amat mengindikasikan hal itu. Sebenarnya saya tidak mau berburuk sangka, sampai akhirnya suatu hari saya mendapati beberapa SMS mesra dari seseorang di HP-nya. Menurut saya isi SMS sangat pribadi, bahkan kata-katanya hanya pantas diucapkan seorang suami pada istrinya. Sewaktu dikonfirmasi soal hal ini, ibu menyangkal keras dan hanya menangis. Di sisi lain, ayah pun mengaku bahwa selama beberapa waktu ini sikap ibu padanya amat berbeda.

Ayah saya sangat terpukul dengan kenyataan ini. Namun ia tetap berusaha menyelesaikan masalah ini secara internal. Di luar dugaan, ibu malah menceritakan sikap ayah pada keluarga ibu sehingga memunculkan konflik baru. Sementara ibu sendiri, meski telah menuruti saran kami untuk berganti nomor HP, tetap tidak menyesali tindakannya dan tetap berhubungan dengan pria tersebut. (Rani, di kota J)

Shalom,
Setiap orang ingin memiliki rumah tangga yang bahagia. Namun yang namanya godaan selalu saja ada. Dalam hal ini kami ingin memberikan beberapa masukan agar persoalan bisa selesai.

Pertama, apakah benar bahwa Ibu Anda berselingkuh? Sampai pada batas mana arti perselingkuhan itu sendiri? Sebab kami melihat bahwa banyak orang memiliki pandangan berbeda tentang arti selingkuh. Contohnya, ada orang yang melihat ibunya berjalan dengan orang lain dan langsung menuduhnya selingkuh. Ada lagi yang berpikir selingkuh itu kalau ngobrol di telepon berlama-lama dengan lawan jenis. Sementara ada yang mengatakan selingkuh kalau SMS-nya mesra. Lalu ada juga yang berkata selingkuh karena diboncengin orang lain pulang dari gereja. Yang lain lagi berkata, baru selingkuh kalau sudah hubungan suami istri. Lalu mana yang benar dan sungguh layak disebut selingkuh? Kalau seandainya pengadilan akan menjatuhkan dakwaan atau vonis seseorang selingkuh, maka vonisnya berdasarkan apa? SMS, boncengan, telepon, makan siang bersama, atau hubungan seksual? Sebaiknya berhati-hatilah memakai kata selingkuh agar tidak merugikan dan menyakiti orang lain.

Kedua, sebagai anak wanita seharusnya Anda berbicara dahulu secara pribadi dengan Ibu Anda. Berbicaralah dari hati ke hati dengannya. Tidak usah melibatkan sang ayah terlebih dahulu. Kalau masalah kemudian bisa terselesaikan maka rumah tangga dapat mengalami kebahagiaan seperti semula. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan pertemuan keluarga Anda. Apakah ada pembicaraan kasih atau langsung vonis selingkuh dijatuhkan. Lalu apakah yang menjadi motivasi pertemuan tersebut? Apakah sekadar untuk menyalahkan dan memvonis, atau ada upaya untuk mempertobatkan dan meluruskan jalan yang sudah bengkok?

Ketiga, tindakan keluarga untuk meminta Ibu mengganti nomor handphone dan tidak bertemu lagi atau saling kontak sudah benar. Bila masih berlanjut maka sebaiknya PIL tersebut dipanggil. Adakan pembicaraan antar keluarga. Bila perlu undanglah kedua belah gembala sidang saudara (kalau gerejanya berlainan) untuk hadir dan menjadi penengah sekaligus penyelesai masalah. Sekali lagi semua ini dilakukan kalau memang sudah terbukti keduanya pribadi ini menjalin cinta.

Sumber: Majalah Bahana, Desember 2009

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2015
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13