06 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Uang MudahBy: Benny Santosa, S.T., M.Com., CFP© | Tips | 04 Desember 2009, 08:50:05 | Dibaca: 1283 kali Mengapa uang yang mudah diperoleh biasanya (baca: selalu) akan cepat habis? Seorang teman menanyakan ini kepada saya. Pertanyaan ini saya jawab dengan mengaitkannya pada mental accounting (lihat edisi November 2009, red). Sumber dari uang yang kita terima ternyata akan mempengaruhi cara kita menggunakannya. Contohnya begini: Di dalam pikiran kita seringkali sudah terbentuk paradigma bahwa pengeluaran rutin seperti membayar tagihan listrik, telepon, dan sebagainya, seharusnya berasal dari pendapatan regular. Sedangkan, ketika misalnya kita menerima uang dari teman sebagai hadiah ulang tahun, sekalipun ia tidak menyarankan secara spesifik penggunaan uang tersebut, kita menganggap uang tersebut haruslah kita gunakan untuk “menyenangkan” diri seperti makan di luar, membeli baju baru, dan sejenisnya. Rasanya akan sangat tidak enak kalau kita memakai uang itu untuk membayar pengeluaran rutin. Kenyataannya, karena merasa tidak bersusah payah mendapatkannya, banyak orang yang menerima uang dari hadiah (lotere, undian, dan sebagainya), merasa lebih mudah dan bebas (tidak perlu bertanggung jawab) untuk menggunakan uang tersebut. Sepasang suami istri berlibur di sebuah kasino. Ketika sang istri sedang beristirahat, suami ini ingin mencoba peruntungannya di kasino. Ia membatasi diri dengan hanya membawa uang sebesar lima puluh ribu rupiah. Rupanya, ia tidak ingin kehilangan uang lebih dari jumlah tersebut. Di suatu permainan, ia memasang seluruh uang tersebut. Keberuntungan ternyata berpihak padanya. Dari permainan tersebut, ia mendapatkan uang sebesar lima ratus ribu rupiah. Ia kembali memasang uang tersebut, dan ternyata ia menang sehingga uangnya menjadi lima juta rupiah. Merasa dinaungi keberuntungan, ia pun memasang semua uangnya dan, luar biasa, ia kembali menang sehingga total uangnya kini lima puluh juta rupiah. Setelah menang tiga kali berturut-turut, banyak orang yang menyarankan untuk berhenti. Namun karena merasa sedang beruntung, ia kembali mempertaruhkan semua uang yang dimiliki. Ternyata, ia memang tetap menang. Kini jumlah uangnya adalah lima ratus juta rupiah. Ketika sudah menang empat kali berturut-turut, banyak orang berkumpul di sekelilingnya. Mereka ingin menonton ia mempertaruhkan uangnya kembali. Beberapa orang masih memintanya berhenti. Tetapi, ia tetap mempertaruhkan seluruh uangnya dan menang. Uangnya sekarang 5 miliar rupiah. Banyak orang bertepuk tangan dan menyalaminya. Orang ini berpikir untuk bermain sekali lagi dan kemudian kembali ke istrinya. Beberapa orang menyarankannya untuk tidak mempertaruhkan seluruhnya, tetapi ia tidak peduli. Dengan penuh percaya diri, ia menunggu hasil taruhannya. Apa yang terjadi? Ia kalah. Dia baru saja kalah 5 miliar rupiah. Setelah kalah, ia kembali ke kamar menemui istrinya yang langsung bertanya, “Berapa banyak kamu kalah?” Orang ini menjawab, “Tidak banyak, hanya lima puluh ribu rupiah.” Awalnya, ia memang hanya membawa lima puluh ribu rupiah, tetapi sesungguhnya ia sudah mendapatkan uang sebesar lima miliar rupiah. Mental accounting yang dimilikinya membuat ia berpikir bahwa ketika mempertaruhkan uang sebesar lima miliar rupiah, uang miliknya sendiri hanya lima puluh ribu rupiah, sedangkan sisanya bukanlah miliknya. Kenyataan yang seperti ini menyebabkan banyak orang tidak siap menerima berkat melimpah dari Tuhan. Seringkali, karena menganggap itu sebagai ‘uang mudah’, dengan mudah pula digunakan untuk membeli barang, atau untuk investasi yang memiliki risiko tinggi. Jika kita memiliki pemikiran yang benar, saya percaya ketika Tuhan memberi ‘uang mudah’ kepada kita, kita akan tetap menggunakannya dengan penuh tanggung jawab. Amin. [Kembali] By: roy c s | 25 Februari 2010 | 14:26:46 iya deh.. lain kali kalo aku udah menang 3 kali aku bakalan berhenti masang taruhan.. :) Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||