By: P. Tobing/Jaclyn Litaay | Inspirasi | 14 Oktober 2009, 09:37:56 | Dibaca: 1420 kali
Memakai kalung salib tidak berarti Kristen. Walaupun sama-sama Kristen, saya hanya bergumam saat menyanyikan lagu pujian dengan tulisan kanji. Hmm.. mm..
Osaka terkenal dengan wisata airnya. Jumlah jembatan di Osaka adalah jumlah terbanyak di Jepang. Menurut orang Jepang, ada “808 bangunan jembatan” di Osaka, padahal jumlah jembatan yang ada adalah 790. Konon bagi orang Jepang, angka “808” merupakan jumlah yang sangat banyak, dan sama artinya dengan tidak terhitung. Mereka lebih suka memilih “808” untuk menyatakan jumlah yang terlalu banyak. Dari dek kapal-kapal kecil yang menyusuri sungai-sungai di Osaka, kita bisa melihat Kastil Osaka yang adalah simbol Osaka yang sudah berdiri selama 400 tahun! Kapal-kapal itu juga melewati kawasan Nakanoshima yang merupakan pusat administrasi, perekonomian, dan kebudayaan Osaka. Kantor-kantor pemerintahan, bank, suratkabar, taman, museum, perpustakaan, dan ruangan publik lainnya terkonsentrasi di sini. Terkadang kapal-kapal kecil itu di gunakan juga untuk acara makan siang, pernikahan, atau event serupa bagi mereka yang ingin menikmati keindahan Osaka dari sungai-sungainya.
Salah satu gedung unik lainnya adalah Kyocera Dome. Fungsinya tidak hanya stadion tapi juga untuk berbagai event konser dan olahraga. Tiket masuk Kyocera Dome seharga ¥1,000 (1000 yen = 106.170 rupiah) untuk orang dewasa dan 500 yen untuk anak-anak. Dengan populasi 2,6 juta, Osaka adalah kota terbesar kedua setelah Tokyo. Harga barang-barang di sini mahal. Ternyata bukan saya saja yang bilang mahal. Orang bule yang datang kesini juga bilang kalau apa-apa di sini itu mahal. Buat makan saja bisa habis 3 juta per bulan, padahal sudah masak sendiri. Ikan 1 ekor rata-rata seharga 20 ribu rupiah. Kalau beli beras 10kg untuk makan sebulan, habis Rp250 ribu. Karenanya, saya memilih untuk masak sendiri daripada membeli. Lagipula, Osaka termasuk kota bisnis dan bukan tempat yang murah buat anak magang seperti saya.
Saya tinggal di apartemen. Apartemen di sini sudah lengkap dengan segala fasilitasnya. Mulai dari furniture, dapur, kamar tidur dan perlengkapannya, wastafel, bathtub, semuanya ada. Sewanya bisa 9 juta per bulan. Mahal ‘kan’?! Makanya saya ‘ngungsi’ ke apartemen murah. Saya harus benar-benar memanajemen pengeluaran kalau tidak mau keteteran.
INADA KYOKAI Jarak gereja Indonesia yang bisa kutempuh dari apartemenku sangat jauh. Sekali naik shinkansen (kereta api cepat Jepang) ke sana, saya perlu uang transport Rp100 ribu pulang pergi. Saya harus irit. Jadi saya lebih sering ke sebuah gereja Jepang yang tidak terlalu jauh dari apartemen. Kalau ke Inada Kyokai (kyokai dalam bahasa Jepang artinya gereja) saya hanya menghabiskan Rp24 ribu untuk sekali pergi. Transportasi antar kota di Jepang menggunakan shinkansen. Jarak tempuhnya dapat mencapai 300 km per jam. Itulah mengapa orang menyebutnya kereta peluru. Dalam bahasa Jepang, shinkansen sebenarnya merujuk pada nama jalur kereta api. Namun orang luar Jepang sering menggunakannya sebagai nama kereta api itu sendiri.
Inada Kyokai bentuknya seperti rumah biasa. Bahasa yang digunakan untuk beribadah tentu saja bahasa Jepang tetapi versi halus. Ya seperti kalau bahasa Jawa versi kromo-lah. Walau demikian 70% saya cukup mengerti isi khotbahnya. Pakaian yang biasa dipakai saat beribadah biasa saja, namun terkadang mereka menggunakan kimono. Sebenarnya kimono itu pakaian mahal di sini. Harganya bisa puluhan juta. Tapi karena pendapatan per kapita di sini tinggi, maka memiliki satu kimono bukan hal yang terlalu sulit. Pun demikian, ada kimono yang murah. Harga 1 juta menurut mereka murah. Bagaimanapun, karena orang Jepang sangat mempertahankan tradisi, kimono adalah pakaian yang harus dimiliki tiap orang Jepang.
Ibadah di Inada hanya diiringi piano. Model beribadahnya seperti di gereja-gereja GKI. Saya tak bisa membaca huruf-huruf kanji yang tertulis pada buku kidung pujian saat beribadah di sana. Jadi saat kidung dinaikkan, sementara jemaat bernyanyi dengan hikmat, saya hanya bisa bergumam. Mmm..mm..mmm..
Suhu di Osaka sangat dingin. Terkadang ada di titik 0° Celcius. Untuk mengatasi kebekuan, lantai di Inada Kyokai diganti dengan tatami, rumput buatan yang dibuat untuk menghangatkan ruangan dan kaki. Tak banyak yang menghadiri kebaktian di Inada. Jumlah jemaatnya hanya puluhan dan berpakaian sederhana. Kendati saya tak paham tulisan kanji dan hanya bergumam saat bernyanyi, saya sangat menikmati kebaktian di Inada. Ketenangannya cukup menghibur batin saya yang jauh dari saudara-saudara seiman.
SAKSI YEHOVA Agama di Jepang sangat tidak penting. Buat mereka hidup sekuler tidak bisa dihubungkan dengan iman. Itulah mengapa jika seorang anak lahir dibawa ke kuil Budha, kalau dia menikah dibawa ke gereja, tapi waktu meninggal dibawa ke kuil Shinto. Aneh ‘kan?!
Orang berkalung salib tidak menjamin bahwa ia seorang Kristen. Kalung salib adalah bagian dari fashion. Jadi mode lebih penting dari ‘sekadar’ menunjukkan seorang beriman atau tidak. Mungkin karena sikap sekuler yang demikian, Saksi Yehova(SY) lebih gampang masuk ke relung-relung batin orang Jepang. Menurut adat orang Jepang, sebelum bertamu harus membuat janji terlebih dulu. Tak ada yang namanya datang tiba-tiba tanpa rencana atau janjian. Tapi disni SY bikin gebrakan dengan mendatangi mereka dari pintu ke pintu, dan hasilnya SY maju pesat.
OSAKA-BEN Hal lain yang saya temukan di Osaka seperti berikut. Kalau ada cewek seksi pakai gaun naik sepeda nggak ada yang bakal melihat dengan tampang aneh. Itu karena orang Osaka cuek-cuek. Menikmati kemeriahan atau keramaian orang banyak boleh saja kalau di luar rumah, tapi begitu masuk pintu pagar rumah, urusannya sudah beda.
Budaya tertutup seperti soal bikin janji tadi, tidak berlaku untuk urusan perut. Ada yang bilang kalau orang-orang Osaka itu bahagia dan terbuka karena mereka makan makanan yang baik. Sejak zaman leluhurnya, Osaka sudah terkenal dengan kuidaore-nya yang terjemahan bebasnya berarti makan sampe lu nggak kuat makan. Mungkin karena budaya kuidaore ini maka di Osaka kita bisa menemukan makanan-makanan terbaik dari Perancis, Italia, Chinese, Korea, India, dan Thailand. Tapi kalau mau mengicip makanan eksotik seperti Indonesia, Turki, Nepal, Peru, dan Vietnam di sana juga ada.
Berbeda dengan bahasa standar yang dipakai di Tokyo, Osaka punya dialek sendiri yang biasa disebut Osaka-ben. Jika arigato adalah bahasa standar untuk terima kasih, Osaka-ben punya ookini untuk mengungkapkan rasa terima kasih atau ungkapan yang menyatakan senang bertemu dengan Anda. Aslinya, ookini merupakan kata keterangan yang mengindikasikan kualitas. Walau terbuka soal budaya kuliner, namun soal bahasa Osaka tak tergerus arus pendatang.
Jika kita mengamati kota-kota bisnis dunia seperti New York, Seoul, Paris, London, Milan, Hong Kong, Los Angeles, Tokyo, New Delhi, Abu Dhabi, dan tentu saja Osaka serta sejumlah nama lainnya, ada 1 persamaan yang bisa kita tarik. Kota-kota itu sangat menarik mata karena kepiawaian para arsitektur membangun gedung-gedung pencakar langit dan penataan kota yang rapi, penuh warna, dan rata-rata bersih. Ada lagi 1 persamaan lain yang tak kasat mata, kebanyakan sudah tak peduli lagi pada moral dan agama. Tuhan bukanlah sesuatu yang penting. Saya berdoa semoga anak-anak Tuhan yang tinggal disana, tak makin melepuh imannya karena tergilas gaya hidup kosmopolitan. Menggunakan kosa kata Osaka-ben, lebih baik kita berpengharapan akan apa yang mungkin terjadi hari esok daripada berkutat memikirkan apa yang tidak dapat kita lakukan hari ini, shaa-nai !
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)