Pdt. Gomar Gultom, M.Th. - Pendamping Gereja Bermasalah
By: Rob | Profil | 05 Oktober 2009, 09:25:53 | Dibaca: 2085 kali
Pendampingannya terhadap gereja-gereja yang dirusak begitu mengemuka. Meski perawakannya kecil, ia bisa bergerak lincah melakukan tugas yang disebutnya sebagai pengabdian.
Beberapa tahun belakangan ini Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) lewat bidang diakonia, tidak lagi berkutat di masalah sosial tok. PGI bergerak maju mengungkap akar masalah dari keterpurukan masyarakat di bidang sosial.
Pelakon utamanya adalah Pdt. Gomar Gultom MTh, sekretaris eksekutif bidang diakonia PGI. Ia mengawaki arah baru bidang sosial ini yang dieksplorasi dari fakta di lapangan. Kepedulian gereja, sebagai bagian utama tugas sosial sudah dikerjakan oleh gereja-gereja anggota PGI. “Yang kurang dikerjakan gereja adalah mewujudkan peran profetis dimana gereja tampil utuh di tengah masyarakat,” katanya ketika berbincang di kantornya (27/8).
Kemiskinan yang terjadi disebabkan masyarakat tidak mampu berhadapan dengan kekuatan ekonomi yang besar. Dalam studi yang dilakukan terungkap bahwa momok yang menakutkan dalam peradaban manusia ini sedikit-banyak disebabkan juga oleh kebijaksanaan negara yang belum sepenuhnya pro-rakyat. “Kami terpanggil untuk mengurusinya. Terutama dalam kaitan politik, hukum, HAM, dan demokrasi,” jelasnya.
Seiring dengan arah baru itulah, Gomar yang diutus HKBP ke struktur PGI ini bergerak mendampingi gereja-gereja yang mengalami pengrusakan. Dengan perawakannya yang kecil, ia sibuk turun ke lokasi melakukan pendampingan. Bersentuhan langsung dengan warga gereja. Bagian dari masyarakat yang terpinggirkan.
Dari HKBPi Bersentuhan dengan masyarakat luas ternyata bukan hal baru bagi alumnus STT Jakarta ini. Ia sebelumnya menjalani masa vikariat di Tongging, sebuah desa di tepian Danau Toba.
Pada masa-masa awal pelayanan, ia mendapati warga gereja dan para pendeta terasing dari keterlibatan masalah-masalah sosial. Karena itu, bersama sekelompok kecil pendeta idealis, ia melakukan penyadaran hukum melalui Kelompok Studi Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM). Sebuah LSM yang berupaya menjalankan tugas panggilan gereja untuk hadir bersama masyarakat miskin, lemah dan menderita. Dari situ kepekaan sosialnya tersalur dan terasah.
HKBP kemudian mempercayakan proses pembinaan para pelayan kepadanya. Kesempatan ini digunakan Gomar untuk mengembangkan bentuk-bentuk pembinaan yang mengasah spiritualitas pelayan ke arah pelayanan di tingkat grass root.
Dari situ ia ditugasi sebagai Sekretaris Pembinaan HKBP, yang bertanggung-jawab untuk mengelola rekrutmen pelayan HKBP dan pembinaan para pelayan pada 1991. Setelah rekonsiliasi HKBP, dia dipercaya menjadi Kepala Biro Pembinaan HKBP sejak awal 2000. Selama masa ini upaya pembinaan lebih diarahkan untuk merajut kembali persaudaraan para pelayan HKBP yang sempat terkoyak-koyak sebagai akibat konflik di masa lalu. Aktivitas itu dijalaninya hingga menekuni pendidikan S2 di STT Jakarta.
Di ibu kota, Gomar membentuk Lembaga Penyadaran Hak-hak Warga Negara (LPHWN), dimana ia dipercaya sebagai sekretarisnya.
Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Kelompok 17. Sebuah kelompok yang mengagas berbagai konsep pembinaan pelayanan pemuda dalam masa-masa awal pembentukan Biro Pemuda PGI.
Fanatisme Perjalanan panjang aktivitas Gomar tidak membuatnya asing dalam pendampingan gereja. Ketika mengemuka intoleransi yang disebabkan fanatisme agama, ia tidak kaget.
Namun yang menggelisahkannya adalah minimnya kesadaran hukum gereja. Gereja lokal masih menomorsatukan keselamatannya dalam beribadah. Belum memikirkan akibat yang lebih luas.
Tidak jarang ia menemukan gereja lokal yang melakukan perdamaian dengan menutup celah hukum. ”Padahal penanganan kasus dan hasilnya bisa menjadi yurisprudensi bagi kasus lain,” jelasnya.
Dalam perdamaian itu gereja kerap ”membayar” untuk memperoleh kebebasan beribadah. Untuk gereja yang ”mampu” tidak menjadi soal. Tapi bagi gereja ekonomi lemah tentu saja ini sangat membebani.
Karena itu gugatan HKBP Cinere, Depok, —tempat ia aktif memberikan pendampingan, yang telah mengantongi IMB, tetapi kemudian dicabut, diharapkan Gomar bisa menjadi tatanan hukum baru bagi gereja. ”Kita memerlukan yurisprudensi dalam koridor hukum untuk menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.
Selamat Anda sebagai Sekretaris Eksekutif di PGI. Haraman kami kalo Aanda punya kesempatan ke Padang paska gempa 30 Sept. ini aku pengen ketemu. Mungkijn banyak hal yang perlu kita bicarakan khususnya kondisi masyarakat umumnya di Padang ini.
Oke deh kalo mau datang tolong kontak aku ya.
Makasih,
Sobatmu Must Elyzon
By: rudi tampubolon | 01 November 2009 | 00:27:14
Horas amang..
dukunganku penuh buat semua usaha amang merubah pelayanan HKPB yang semakin bobrok dimata jemaatnya..
semoga Tuhan memberkati....
By: Todung R Siagian | 23 November 2009 | 13:48:07
Mohon ijin kepada eBahana untuk memuat tulisan ini di facebook pages HKBP Serpong, sebagai wujud kebanggaan kami terhadap Pdt Gomar Gultom.
By: Moderator Untuk itu, mohon menghubungi pihak redaksi majalah Bahana langsung: redaksi@bahana-magazine.com atau call: 0274 - 561881 extensi 200
By: Alfian Komimbin | 31 Januari 2010 | 19:02:17
Semoga kepiawaian Pendeta Gomar Gultom, mampu memberikan nuansa baru dalam kepemimpinan PGI yang baru. PGI harus menjadi pelopor perjuangan demi kebebasan uat beragama. Terus perjuangan Alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) demi terciptanya bangsa yang pluralis.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)