By: Inggrid Tan/Jaclyn Litaay | Inspirasi | 09 September 2009, 11:57:49 | Dibaca: 1015 kali
Causeway Bay, salah satu distrik terpopuler di Hongkong. Banyak TKW di sana. Banyak lesbian. Ada juga yang bertobat.
Causeway Bay terletak di pantai utara pulau Hong Kong. April 2009 saya mampir kesana. Sebagai salah satu distrik tertua dan tersibuk dari Hong Kong, tempat ini merupakan surga belanja bagi para turis lokal dan manca. Walau demikian, belanja bukan tujuan saya. Ada banyak tempat menarik di Causeway Bay. Victoria Park, adalah salah satunya.
Berkunjung ke Hong Kong tak lengkap jika tak mampir di Victoria Park. Tempat ini merupakan ruang terbuka hijau di pusat Causeway Bay. Dengan luas sekitar tujuh kali lapangan sepak bola, Victoria Park ditata rapi sesuai fungsi dan kegunaan fasilitas yang ada. Selain taman untuk duduk-duduk, ada pula kolam renang dan berbagai fasilitas olahraga yang semuanya dekat dengan pusat perbelanjaan dan pantai. Disitulah para TKW yang saya temui, saling bersosialisasi dan tak jarang menyempatkan diri beribadah di lapangan rumput itu. Mereka yang kristiani saling membentuk kelompok kecil (4-5 orang) untuk beribadah bersama.
KAMPUNG KEDUA Causeway Bay adalah kampung kedua untuk TKW di Hong Kong. Sejak tahun 2000, TKW Indonesia mendominasi jumlah pekerja asing di Causeway Bay. Menurut data dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia(KJRI) ada lebih dari 100.000 TKW yang ada di sana. Pada hari Minggu, dari pintu masuk di depan ruas Causeway Bay Road hingga lapangan belakang yang berbatasan dengan Victoria Park Road, kita dapat menemui wajah dan obrolan berlogat Indonesia. Sebuah spanduk bertuliskan dilarang berjualan di areal lapangan bahkan tertulis dalam bahasa Indonesia. “Kita bisa didenda 50.000 dolar (sekitar 52 juta rupiah) jika ketahuan berjualan di sini,” kata Munjiah (23), seorang TKW asal Ambarawa yang bekerja menjadi babysitter. Karena populasi TKW Indonesia begitu banyak, maka dengan mudah kita dapat menemukan beraneka macam makanan khas Indonesia dan berbagai keperluan ala Indonesia yang dibutuhkan. Hampir semua keperluan orang Indonesia disediakan, mulai dari buku, kaset/CD/ VCD, bank sebagai sarana transaksi pengiriman uang ke Indonesia, dan juga jasa pengiriman barang ke tanah air.
Jika fasilitas umum saja begitu banyak yang sangat Indonesia, maka tidak sulit menemukan makanan Indonesia. Restoran Indonesia yang sangat terkenal disana adalah Indonesian Restaurant 1968(IR1968). Usia restoran itu memang sudah 41 tahun. Menu-menu yang sangat terkenal di IR1968 antara lain gado-gado, sate, lidah sapi, dan nasi kuning. Nggak susah cari, kalau kangen masakan berbumbu. Dengan populasi TKW terbesar di Hong Kong, tidak heran Causeway Bay disebut kampung kedua.
LESBI BERSAKSI Dalam rangka pelayanan ke Hong Kong, saya bertemu dengan banyak TKW Kristen di Causeway Bay. Dan di Victoria Park, mereka selalu berkumpul mencari tempat kosong untuk memuji Tuhan dan membaca Alkitab. Mereka berani membunyikan gitar untuk bernyanyi dan saling sharing Firman Tuhan. Setelah ibadah kira-kira 1 jam mereka mulai bergerak menjangkau jiwa. Jika melihat ada TKW yang duduk seorang diri, mereka mendekati dan mendoakan, dan akhirnya diajak masuk dalam komunitas mereka. Melihat kebebasan seperti itu, tampaknya kita bebas beribadah di sana. Nyatanya, gereja Indonesia yang masuk kesana sangat sulit. Aturan pemerintah Hong Kong sangat ketat.
Walau demikian kebebasan lain dibiarkan hidup di Causeway Bay. Survei yang dilakukan oleh teman-teman di sana, banyak dari TKW yang menjadi lesbi. Karena yang mereka temui disana adalah wanita semua. Mereka yang datang ke Hong Kong dengan beban patah hati, bertemu dengan sesama wanita yang pernah dikecewakan oleh pacarnya. Awalnya virus lesbi ini, disebarkan oleh TKW Filipina, lama-lama menyebar dan muncullah banyak hubungan yang tidak sehat. Mereka membentuk sebuah komunitas sendiri. Bahkan terang-terangan dan tanpa malu menunjukkan identitas sebagai lesbian dengan mengenalkan pasangan mereka; mana sebagai pria dan mana yang sebagai wanita. Mereka bergandengan tangan, berpelukan, dan (maaf) ada yang berani terang-terangan berciuman di depan umum. Pemandangan seperti ini adalah hal biasa yang terlihat di sekitar Causeway Bay. Mereka yang berhasil didekati, kami layani pelepasan. Akhirnya, mereka mau bertobat.
SEMUANYA WANITA Saya melayani di gereja Indonesia terbesar di Causeway Bay, Bethany International Church. Ibadah hari Minggu unik. Semua jemaatnya wanita. Kebanyakan TKW. Ada beberapa warga Hong Kong yang juga berjemaat di situ. Yang bermain musik semuanya wanita. Drum, gitar, keyboard, termasuk soundman, semuanya wanita. Mungkin lebih cocok disebut soundwoman. Mereka menikmati ibadah.
Sebagai pendatang, bertemu saudara seiman di negeri orang sangatlah menyenangkan. Antusiasme muncul ketika bernyanyi memuji Tuhan. Mereka saling bersaksi, dan bercerita tentang majikan mereka yang menyebalkan, juga galak. Ada yang bercerita bagaimana mereka bekerja keras seharian, sampai mau baca Alkitab saja tidak boleh. Ada juga majikan yang melarang mereka ke gereja. Jadi ketika datang ke gereja atau bertemu komunitas, mereka sangat gembira. Membaca buku juga menjadi hal yang menyenangkan bagi para TKW ini. Ketika saya membawa beberapa buku langsung habis dibeli! Mereka sangat senang jika ada buku-buku Kristen yang dikirim ke sana.
Hedonisme kota-kota metro di dunia memang menjadi bagian gaya hidup warga dunia saat ini. Makin hari makin merosot. Makin hilang citra Kristus dalam hidup anak-anak-Nya. Dan, ini bukan hanya di Causeway Bay, Hong Kong. Masih belum selesai tugas kita. Seperti tertulis dalam Lukas 10:2: “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
Kisah Kasih di Wonogiri Jejak-jejak Kesembuhan di Hari Jadi Wonogiri ke-269
Langit di Kabupaten Wonogiri sedang tak bersahabat. Mendung, hujan, ... Selengkapnya
Remaja & Pacaran Wajarkah jika remaja Anda mulai melirik lawan jenisnya? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Sebagian orangtua ... Selengkapnya
•
Mempersulit Tuhan? “Tetapi kata Musa: “Bangsa yang ada bersama aku ini berjumlah enam ratus ribu orang berjalan ... Selengkapnya
•
Jangan Terperdaya Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya (Ams. 12:5)
Seorang teman dengan penuh semangat ... Selengkapnya
•
Menghargai Kemampuan Diri Orang yang puas dengan dirinya akan menghargai kapasitasnya. Dia membangun motivasi internal untuk mendisiplin diri, ... Selengkapnya
Berjalan dalam Waktu Tuhan Ester Setiawan (43), adalah seorang staf administrasi keuangan di salah satu perusahan kontraktor di Jakarta. ... Selengkapnya
Kristen Popeye Mazmur 119:97-105Popeye The Sailor Man adalah nama serial kartun yang cukup terkenal di kalangan anak-anak. ... Selengkapnya
•
Bejana yang Diremukkan Yeremia 18:1-7Setelah berkhotbah di hadapan ratusan orang, Hokkie diminta berkhotbah di hadapan tidak lebih dari ... Selengkapnya
•
Awasilah Pikiranmu Bacaan: Filipi 4:2-9 Sebuah sistem elektronik baru untuk fungsi sensor bernama ClearPlay kini mulai diterapkan ... Selengkapnya
•
Dua Kunci Sukses Bacaan: Amsal 24:1-7Hoka-Hoka Bento, J.CO Donuts & Coffe, Lea, dan Byon adalah beberapa merk asli ... Selengkapnya
•
Everything Is Possible Bacaan: Matius 19:16-26Percayakah Anda bahwa suatu saat kelak manusia akan dapat terbang? Inilah pertanyaan yang ... Selengkapnya
•
Menghadapi Jalan Buntu Bacaan: Mazmur 25:14-22Sewaktu kecil saya sering bersepeda mengelilingi kompleks tempat tinggal saya. Meski terkadang melelahkan, ... Selengkapnya
•
Adakah Tuhan? Bacaan: Keluaran 17:1-7Sebuah situs radio internasional menyebutkan, menurut hasil penelitian yang melibatkan Vrije Universiteit di ... Selengkapnya
•
Gagal Itu Biasa Bacaan: Hakim-hakim 16:23-31Berbicara mengenai kegagalan, kita pasti tidak mau mengalaminya, tetapi harus mengalaminya jika ingin ... Selengkapnya
Ateisme Masih Menjadi Masalah Jakarta, BahanaAteisme masih merupakan masalah. Sebagai cabang aliran ini masih terus bertumbuh dan mengambangkan sayap. ... Selengkapnya
•
Yulia dan Kawan-kawannya Jakarta, Bahana
“Di akhir 2009, saya sedang mendengarkan lagu-lagu rohani. Saat itulah muncul kerinduan saya untuk ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
>Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke:
5454 (Telkomsel),
7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti:
UNREG <spasi> REMA atau REPA
atau SIANG
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN