08 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Agro Metal Si Gimbal - Tong Kosong Yang Tak KosongBy: Abed/Eqn | Apresiasi | 18 Agustus 2009, 08:35:46 | Dibaca: 1161 kali Tidak semua persoalan bisa diselesaikan dengan karya seni, meskipun efeknya menjadi sebuah karya seni.
Pameran bertajuk Agro Metal ini berawal dari hal yang sederhana. Bahannya sederhana, yakni tong minyak bekas yang dibiarkan tergeletak begitu saja, bahkan kehujanan. Maka tak heran jika karat yang ditimbulkannya memperlihatkan tekstur-tekstur yang berkarakter. Samuel berharap bahan tersebut dipakai menjadi modus kumpulan sketsa yang nantinya menjadi art project. “Saya ingin nantinya menjadi modus menyelesaikan persoalan dengan prototipe, bukan stereotipe. Seni menjadi dekat dengan masyarakat karena berfungsi,” tutur pria kelahiran Gombong, 22 Desember 1970 ini.
Seni rupa juga berfungsi membebaskan pikiran masyarakat. Seperti patung yang bisa berpindah-pindah tempat. “Sebulan kita taruh di suatu tempat, sebulan kita pindah lagi, bisa diwarnai lagi. Jadi patung memiliki unsur interaktif. Eksekusinya biasa saja tapi ada transfer pengetahuan, seperti menggaris, menggores, mewarna.”
Pada lukisan Emergency Series, pria berambut gimbal ini pun berangan-angan membuat mural bertuliskan alamat dan nomor telepon fasilitas publik di sebuah tembok besar pinggiran jalan umum Jogja. “Jika kesenian tersebut berfungsi, pada akhirnya seni bisa lebih fleksibel masuk ke ruang-ruang publik yang semula sulit dimasuki.”
Jogja adalah kota yang penuh dengan seniman dan pekerja kreatif. “Nah art project ini kan juga bisa menambah pemasukan bagi para seniman. Dalam mural tersebut bisa kita sampaikan info alamat dan kontak person badut, tukang sulap, sampai pelatih anjing... hahahaha...”
Tapi menurutnya tidak semua persoalan bisa diselesaikan dengan karya seni, meskipun efeknya menjadi sebuah karya seni. “Waktu di Timor Leste, ada teman meminta saya mengadakan pembuatan mural untuk para pemuda penganggur yang sering keluyuran dan berkelahi. Saya berpikir, setelah mural selesai dibuat, habis itu kan mereka nganggur lagi? Lalu saya punya ide. Waktu itu kan tidak ada sekolah. Bagaimana kalau kita buat sekolah saja? Kita buat blackboard. Semula mereka tidak setuju karena mengira biayanya mahal, tapi saya yakinkan mereka bahwa semua bisa dibuat dengan murah, yakni dari tembok yang dicat hitam semua. Baru kita beri ornamen, dan tanda salib. Kita juga meminta Romo memberkati sebelum dipakai untuk masyarakat yang haus akan ilmu. Pastur-pastur itu kita beri tugas saban harinya untuk menuliskan ilmu pengetahuan. Bisa jadi pemuda yang sedang melintas, kemudian berhenti dan membaca. Ada semangat belajar yang dibangun,” kisah alumnus ISI Yogyakarta 1995 ini.
Ada salah satu lukisan yang setidaknya serupa dengan jejak citraan Yesus yang ada dalam kehidupannya sebagai seorang seniman. Berjudul Libur Panjang, Murah dan Enjoy lukisan ini menggambarkan pria bertato ”peace”, ”love” dengan rambut, jambang, jenggot, dan kumisnya yang panjang. Sepintas ini mengingatkan pada Yesus. Apalagi dilihat dari jidatnya yang berhiaskan citraan mahkota duri.
KASIH YANG SEDERHANA, KASIH YANG KREATIF
Membuat karya seni, memberi ruang kreatif dan berguna bagi masyarakat, berawal dari yang sederhana, yakni ide. Baginya kasih pun berawal dari yang sederhana, seperti membuatkan teh atau kopi kepada teman yang bertamu. “Tidak usah berpandangan terlalu berat. Saya pernah seminggu senyum, hidup bisa berubah. Saya selalu bikin tema dalam kurun waktu yang diinginkan mulai dari bangun tidur. Itu metode yang saya lakukan sendiri,” tutur Samuel. Bahkan bapak satu anak, ini sering menyenangkan orang dengan cara satu minggu no complaint. Pernah selama beberapa hari belajar mendengar. “Ini menarik karena setiap manusia punya kapasitas tertentu,” tuturnya kepada Bahana.
Sumber: Majalah Bahana, Agustus 2009[Kembali] Top Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||